
Hari masih pagi ketika kapal yang di tumpangi.., Lindra., Nandar dan putrinya Marini berlabuh di Dermaga desa Sanggula.,
Marini yang pingsan terpaksa., di Panggul oleh ayahnya...
beberapa warga juga sudah mulai beraktifitas.,
karena melihat seseorang memanggul gadis muda seorang warga segera melaporkan kejadian itu pada Aryo dan Dawung yang sudah ada di tempat penimbangan ikan.,
"Asalamualaikum., "Ujar seorang warga yang nampak tergesa-gesa.,
" Waalaikumsalam., "Jawab Semua yang ada di situ.
" Ada apa!!?? kenapa kelihatannya penting sekali..??? " Tanya Dawung yang mulai menata tempatnya.,
"Maaf Tuan., Dari arah Dermaga ada orang membawa anak perempuan yang dalam keadaan pingsan., dan sepertinya Orang-orang itu adalah orang yang sama yang ada di masjid kemarin., " Ujar Sarto sambil menunjuk kearah dua orang lelaki yang satu memanggul wanita muda.,
Aryo dan Dawung segera menghpiri mereka.,
"permisi., siapa perempuan yang sedang kamu pikul itu!!?? " Tanya Dawung ketika mereka sudah bertemu.,
__ADS_1
"Maaaf Tuuan ini. Putri saya yang lagi tidak sadarkan diri., mungkin pengaruh tekanan bathin yang teramat sangat Menghantuinya.,. Kami di kejar-Kejar orang bertopeng., mereka membunuh keluarga kami., tolonglah Tuan beri kami perlindungan., setidaknya Tuan selamatkan putri saya ini., tolong selamatkan dia Tuan.. " Ujar Nandar dengan linangan air mata mengiba perlindungan pada Aryo dan Dawung.,
"Apa yang terjadi Paman????? " Tanya Aryo lembut membuat Nandar dan Lindra seperti mendapatkan kekuatan.,
" Putri saya hendak di culik., Tapi istri dan anak lelaki saya berusaha melindungi putri saya., Namun dengan begitu keji mereka membunuh Anak dan istri saya Tuan., Tolonglah Tuan selamatkan putri saya., Tinggal dia yang saya miliki di dunia ini., " Ujar Nandar sambil duduk hendak sujud di kaki Aryo dan Dawung.,
Tapi Aryo segerA menahan tubuh Nandar agar tidak sampai sujud di kaki mereka.,
"Paman tenang saja., kami semua yang ada sini akan melindungi putri paman., dan paman tidak perlu bersujud kepada kami., karena kita sama-sama manusia., bawalah putri paman ke atas dengan segera biar cepat di obati., " ujar Aryo masih dengan intonasi yang adem sekali.,
"Terima kasih Tuan.., " Lalu Nandar kembali berdiri sedangkan putrinya belum sadarkan diri Di bahunya., dan dengan segera menuju kediaman ki Along., untuk tempat berlindung.,
"Untuk apa mereka mau menangkap wanita muda!???? " Tanya Dawung penasaran.,
"Bukan wanita muda., tapi lebih tepatnya wanita yang masih perawan., untuk di jadikan tumbal buat penguasa kegelapan., " Ujar Aryo setelah mendengarkan apa yang Dawung sampaikan., Dawung menjadi sedikit panik.,
"Aryo., Keadaan semakin tidak bisa di tebak., saya mulai ragu untuk ke kota., karena markas mereka di sana., " Ujar Dawung yang sebenarnya sangat menghatirkan orang-orang di sekitarnya.,
"Paman.. Rejeki., jodoh dan Maut., sudah ada yang mengatur., kita cuma menjalaninya saja dan jangan pernah lupa untuk menjaga shalat 5Waktu serta perbanyaklah zikir. " nasehat Aryo pada mereka yang ada di situ.,
__ADS_1
mereka semua manggut-manggut.. setuju dengan ucapan Aryo.,
"dan satu hal yang harus kita ingat Paman.,kita harus menjaga tamu-tamu kita., kita, lindungi mereka bagaimana pun juga mereka hamba sama seperti kita. , hanya hidayah yang belum menyentuh mereka., dan tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama seperti paman miliki., jadi tanggung jawab yang Paman pikul lebih berat dari mereka.,?!!?'" Ujar Aryo gamblang.,
"Aryo., saya sungguh tidak mengerti apa yang kamu maksud!!!???" mendengar ucapan Dawung Aryo hanya tersenyum simpul.,
lalu.,
"Paman di beri sedikit Anugrah., dengan menguasai sedikit ilmu kanuragan., ituu menjadikan paman berbeda dari mereka., Dan itu juga yang menuntut paman kelak di hari Perhitungan., jadi gunakanlah apa yang paman miliki untuk melindungi umat bukan untuk sebaliknya.,. " Ujar Aryo masih dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.,.
"Aryo tapi mereka dari luar., kita tidak mengenal mereka., bisa saja ini jebakan mereka.,!?? " Ujar Dawung karena dia merasa curiga.,
'"Kalaupun itu jebakan Saya yakin paman bisa mengatasinya., semua itu tergantung niatnya saja paman., biar Allah SWT yang membalas niat baik kita., apa yang di miliki manusia hanya titipan., saya yakin paman yang lebih tau tentang keadaan mertuaku saat sebelum Allah mengambil sedikit kekuatannya, , jadi apa yang menimpa mertuaku hanya sebagian kecil karunia yang Allah cabut dari hambanya.. "
mendengar ucapan Aryo seketika Dawung tersentak., sungguh selama ini dia tidak pernah berpikir sejauh itu..
"saya sungguh sangat malu Aryo., kamu benar., saya sungguh benar-benar merasa malu pada diri saya sendiri., semoga Allah mengampuni semua kekhilafan saya... " Ujar Dawung penuh penyesalan.,
"Aminnn.,., "sambung Aryo dengan sikap tenangnya...
__ADS_1
jangan lupa like, coment,ikuti dan votenya biar tambah semangat menulisnya.... next kalau banyak yang komentar besok 4 bab dah....