
Maja melangkah tertatih-tatih.,kakinya yang remuk terpaksa harus di bopong oleh nining untukbmenaiki sebuah perahu dan mengarungi lautan luas., dia pasrah dan berharap pada hembusan angin untuk membawa mereka pergi jauh.,
Pada akhirnya mereka terdampar pada satu pulau tak berpenghuni., Hewan-hewan Liar seperti Rusa dan kelinci seakan merekalah penghuni pulau itu.,
Maja yang terpesona akan kekayaan pulau itu Dengan langkah yng tertatih Berlahan Maja Turun Dari perahu di papah nining istrinya Dan dia mulai memasang indra pendengaran dengan baik-baik., setelah beberapa saat meneliti keadaan sekitar dan dia tidak menemukan keanehan apapun di tempat itu., Akhirnya Dia memutuskan untuk tinggal dan menetap di pulau itu.,
"Sebaiknya Kita tinggal di sini saja., sepertinya kita tidak akan kekurangan makanan lihatlah banyaknya tanaman yang bisa kita makan..!? " Ujar Maja sambil mengedarkan padangannya ke seluruh tempat itu.,
"Saya tidak punya siapa-siapa selain kamu suamiku jadi di manapun kamu berada saya juga akan ada di situ.. " Ujar Nining dengan lembut.,
Akhirnya Mereka berdua mendirikan pondok kecil untuk berlindung dari hujan dan teriknya mentari., Hari-hari mereka lalui berdua tampa ada kekurangan seolah segala apa yang mereka butuhkan sudah di sediakan oleh alam,. ingin daging tinggal berburu., Ikan Tinggal mancing., mau makan.,Hamparan pohon ubi berjejer dengan lebatnya., Untuk menghindari kehabisan stok dia memakai cara sistim Panen Langsung tanam.. Dua bulan berlalu karena kebiasaan selalu membakar api saat malam tiba hingga mengundang rasa ingin tau para nelayan yang kebetulan lewat di pulau itu., karena penasaran mereka singgah untuk sekedar mampir di tempat itu.,
" Permisi!!.... permisi!! " pangil nelayan itu di depan sebuah Gubuk., Maja yang mendengar ada suara orang segera keluar.,
__ADS_1
"Maaf menganggu Tuan Kami kebetulan mencari ikan di dekat sini kami sungguh tidak menyangka ada pulau di tempat ini!? " Ujar salah seorang Nelayan.,
"Yah sayalah pemilik pulau ini! " Ujar Maja dengan bangga.,
"Owh perkenalkan Tuan Mama saya Dandi., dan ini saudara saya namanya Rical.. kami nelayan dari desa Nauli., Jika Tuan berkenan Apa boleh Kami Juga ikut Tinggal di sekitar sini.,??" Ujar Dandi dengan wajah pengharapan.,
"Owh Tentu Asalkan kalian Taat pada aturan yang sudah saya buat..maka dengan senang hati saya akan menerima kehadiran kalian?! " Ujar Maja dengan tatapan mata serius.,
"Aturan apa seperti apa yang Tuan maksud., ?" Ujar Rical yang penasaran
"Berapa Upeti yang harus kami serahkan pada Tuan tiap satu purnama? " Ujar Dandi dengan mimik wajah serius.,
"1 Keping perak Perorang! " mendengar Harga yang di tawarkan begitu murah tampa pikir panjang Dandi dan Rikal langsung menyedtujuinya.,
__ADS_1
"Kami bersedia Tuan., Besok kami akan membawa keluarga kami untuk tinggl di sini., kalau boleh tau nama daerah ini apa Tuan" mendengar pertanyaan Dandi Maja sejenak terdiam dan mengedarkan pandangannya dia melihat pulau itu banyak terdapat batu Gaping di tepi pantai maka dia langsung menjawab.,
"Batu Gaping Adalah Nama pulau ini., " Ujar Maja dengan bangga jika nama yang dia pilih sangat luar biasa.,
"Baiklah Tuan., Besok Kami kesini lagi dengan semua perlengkapan., Kalau begitu kami pamit dulu., " Ujar meraka berdua dan langsung pergi dari tempat itu.
keesokan Harinya ternyata Dandi Dan Rical tidak datang sendirian saja tapi dengan beberapa kapal yang lainnya.,
Maja menerima mereka semua dengan syarat yang sama seperti yang di berikan nya pada Dandi dn Rical..,
"Dan satu hal yang kalian harus Tau Setiap kali kalian memanen ubi di pulau ini., kalian harus menancapkan batangnya kembali.. Hasil di darat tidak boleh ada yang di jual khusus untuk kebutuhan kita se hari-hari jika ada yang melanggar Saya akan usir dia dari tempat ini.. Bagaimana apa kalian sudah paham!? " mendengar peraturan yang menurut mereka sangat menguntungkan dengan semangat mereka kompak menjawab
"Kami setuju Tuan!! "
__ADS_1
Akhirnya mereka saling bahu membahu membangun perumahan.., setiap hari ada saja yang datang dan meminta untuk tinggal di tempat itu., menjadikan Baru Gaping sebuah perkampungan yang makin hari makin bertambah.,