
Ki Ranu Galang., duduk menepi di samping pedagang kain yang Lumayan Ramai sambil sesekali dia memilih- milih kain yang yang terpajang., matanya terus mengawasi kearah tempat penimbangan ikan.,
selang beberapa saat kemudian orang yang ditunggu nya muncul juga., Ki Along nampak berjalan santai di depan sedangkan Dawung, Bisno serta Nandar dan lindra berada di belangnya sambil memikul keranjang berisi ikan.,
Ki Along sama sekali tidak menyadari Bahaya yang sedang mengintainya., Dia terus berjalan hingga ke penimbangan., seperti kebiasaan yang sudah-sudah ketika ikan-ikannya sedang di timbang dia akan pergi untuk berbelanja keperluan Dapur dan kebutuhan seluruh Anggota nya namun kali ini dia di temani oleh Nandar.,
"Nandar temani saya berbelanja urusan ikan serahkan saja sama Dawung., " Ujar Ki Along santai., dan langsung bergegas pergi.,
"Baik Tuan " Ujar Nandar dan langsung ikut berjalan di belakang Ki Along.,.
Ki Along melangkah santai ke tempat penjual sembako dia membeli beberapa karung beras
" Nandar kamu tunggu di sini! " Titah Ki Along pada Nandar
"Baik Tuan" Ujar Nandar tampa protes ., Namun baru beberapa langkah Ki Along melangkah tiba-tiba saja hatinya merasa tidak tentram dia seperti merasa gelisah., Ki along tidak menyadari jika sepasang mata sedang memperhatikan semua gerak geriknya.,
"Nandar coba kemari? " Pangil Ki Along., Nandar pun bergegas berlari ke Arah Ki Along.,
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti.
Whussssssssssss
Shettttttttttttttttttt
gee dhe bbuk
__ADS_1
sekelebat bayangan begitu cepat
menebas leher Ki Along hingga putus
Tubuh Besar Ki Along Rubuh tampa kepala.,
Suasana pasar langsung Riuh dengan teriakan
"Lariiiiiiiiiiii" teriakan teriakan para warga membuat suasana menjadi panik.,
Nandar yang melihat Tuannya Roboh tampa kepala hanya terdiam membisu., dengan lutut gemetaran.,
Ki Ranu Galang berdiri sejenak di samping Tubuh Ki Along sambil memegang kepala Ki along yang telah terputus dari tubuhnya., namun satu keajaiban terjadi meskipun kepalanya telah terpisah dari tubuhnya bibir Ki Along masih sempat melantunkan Lafas Dua kalimat syahadat.. dengan jelah dan terus melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran hingga Arwahnya terbang dari tubuhnya.,
"Paman Dawung!!!!! " Teriak Nandar sambil berlari ke arah Dawung.
"Paman., Tuan Ki Along paman. Dia..,?" Nandar tak kuasa melanjutkan ucapannya dengan tubuh gemetar dia hanya bisa menunjuk tempat Tubuh ki Along terbaring., dengan tangis yang langsung pecah.,
seketika itu juga Dawung Bisno dan lindra berlari ke arah yang di tunjuk Nandar.,
sesampainya di tempat itu..
"Astaghfirullah hal lazim.., yaa Allah siapa yang tega melakukan ini padamu Tuan.,Innalillahi waa inna ilaihi roji'un" Tak kuasa Dawung menahan tangisnya diboeluknya Tubuh kaku ki along yang sudah tidak berkepala., Dawung dengan kalang kabut berlari ke arah markas tempat biasa orang-orang ki Rekso kumpul
dengan Emosi yang sudah menguasai pikirannya..
__ADS_1
Hiyaaaaaa
brakhhhh
Dawung menendang pintu ruangan itu hingga hancur tapi dia tidak menemukan siapa-Siapa..
"Aggggvhhhhhhhhhhhh!!!! " Dawung berteriak frustasi dia terus mencari pelaku pembunuhan itu karena tidak menemukannya dia lalu kembali berlari ke arah Nandar.. dengan kalap Dawung mencengram baju Nandar.,
"Siapa yang sudah membunuh ki Along.,!! " Ujar Dawung dengan Geram.,
"Saya sungguh tidak mengenalinya paman., Gerakannya begitu cepat saya yang begitu ketakutan tidak mampu berbuat apa-apa.,! " Ujar Nandar dengan Air mata yang terus menetes.,
Bisno dan lindra dengan derai Tangis membungkus Tubuh ki along dengan kain dan segera mengotongnya dan di bawa ke atas kapal., tatapan mata bisno langsung tajam dan menyala
"Saya Akan menuntut balas perbuatan mereka meskipun nyawa taruhannya., " Ujar Bisno dengan geram dan dendam yang membara bagaimanapun juga ki along sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri.,
Dawung melangkah dengan gusar ke arah dermaga.,
"Coba kamu ingat-ingat kembali wajah orang yang telah membunuh Ki along Nandar" Ujar dawung dengan suara lirih sambil terus berjalan.,
Nandar terdiam dan berpikir keras tentang wajah kakek tua itu.,
" saya ingat sekarang siapa orang tua Itu kalau tidak salah dia yang memimpin pasukan saat penyerangan Di Desa Sanggula 15 Tahun lalu.," mendengar jawaban Nandar seketika emosi Dawung naik..
" Rupanya Manusia berhati iblis itu pelakunya., Kita cepat pulang untuk mempersiapkan pembalasan., Saya akan mencarimu Ranu Galang meskipun nyawa menjadi taruhamnya.,
__ADS_1