
Seusai melaksanakan sholat subuh seperti biasa Imam Samudra.., siaap menuju ladangnya., Namun kali ini gejolak jiwanya kurang begitu bagus firasat buruk menghampiri bathinnya.,
setelah berdoa dan menyerahkan semuanya pada sangat pencipta Samudra., segera menyiapkan peralatan yang akan dia bawa ke ladangnya.,
"Umi.,!? Abi mau berangkat ke ladang., Abi harap Umi dan Indira tetap di rumah saja., jangan kemana-mana!!? " Ujar samudra memberi fatwa pada srini istrinya dan Indira putrinya., karena dia takut kejadian kemarin terulang kembali.,
yang pastinya orang-orang berilmu hitam itu tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai.,
"Iya Abi., Umi dan Indira gak akan kemana-mana., " Ujar srini istri Samudra dengan senyuman manis., meskipun cemberut srini tetap cantik kok makanya banyak pria di masanya yang klepek-klepek kepadanya.,
"ya sudah Abi berangkat dulu., Asalamualaikum" Ujar Samudra sambil menyodorkan tangannya pada srini istrinya
"Waalaikumsalam., hati hati di jalan Abi., " Sambil mencium punggung tangan Samudra suaminya.,
__ADS_1
Samudra hanya tersenyum dan bergegas keluar rumah menuju kadang.,
langkah imam Samudra terhenti saat mendengar salam dari walang.,
"Assalamu'alaikum Tuan.,!!? " Sapa walang
"Wa'alaikumussalam., eh walang ada apa? " Jawab lembut Samudra pada walang., seorang perampok, pemerkosa kejam yang di ampuni nyawanya.,
"Maaf menganggu perjalanan tuan.,dua hari yang lalu saya bertemu dengan dua pemuda gagah., tapi Aura pembunuh jelas terlihat dari mereka berdua., saya takut jika mereka berniat jahat pada kampung kita ini., karena saat saya menjabat tangannya saya tau kalau tenaga dalam yang mereka miliki sangat tinggi " ujar walang dengan penuh rasa khawatir.,.
"Walang., Hanya Allah yang maha tau., dia yang mengatur hidup dan mati kita., bukan manusia., kuatir boleh asal jangan berlebihan., kita perlu waspada selebihnya serahkan semua pada yang kuasa., " Ucap Imam Samudra menenangkan kecemasan walang.,
"Iya tuan Maha suci Allah yang selalu melindungi umatnya., " ujar walang dengan penyesalan.,
__ADS_1
"Alhamdulilah., kamu sudah mulai paham., tolong., kalau kamu tidak keberatan jaga mesjid kita sekalian tolong awasi istri dan putriku., saya mau ke ladang sebentar soalnya ada ternak yang harus di beri makan" ujar Samudra santun.,
"Atau biar saya saja yang mengantikan tuan ke ladang untuk mengurus ladang Dan memberi mkan ternak tuan., " Ujar walang menawarkan diri mengantikan Imam Samudra orang yang dia kagumi budi pekertinya.,
"Terima kasih walang., jika kamu yang mengerjakan kewajiban yang harusnya saya emban., terus jawaban apa yang harus saya berikan saat Yaumul hisab., kewajiban seorang suami adalah memberi nafkah lahir dan bathin pada istri., dan memberi sandang pangan papan pada keluarga., satu hal yang harus kamu ingat kita harus bertanggung jawab dengan apapun yang kita lakukan., seperti sekarang tanggung jawabmu menjaga mesjid., maka jagalah dengan penuh tanggung jawab., " ujar Imam Samudra dengan lemah lembut.,
"Astaghfirullah., maafkan saya yang serba tidak tau ini tuan!! " Ujar walang yang semakin kagum dengan kepribadian imam samudra., orang yang telah menyadarkan dirinya bahwa diAtas gunung masih ada Gunung., dahulu dia begitu angkuh dan sombong menganggap dirinya manusia terkuat di bumi., hingga dia berpikir tidak ada seorangpun yang mampu menghalanginya untuk meraih sesuatu meskipun itu bukan haknya.,
Imam Samudra hanya tersenyum mendengar jawaban Walang.,
"Kalau sudah tidak ada saya permisi mau ke ladang takut terlambat memberi makan ternak yang saya pelihara., Assalamu'alaikum" pamit imam Samudra sambil melangkah pergi meninggalkan walang.,
"Waalaikumsalam., " Jawab walang yang masih berdiri di tempatnya semulA.,
__ADS_1