PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
ABIYAN ZIKRIE ZULHAIR


__ADS_3

Aryo Damanta nampak cemas menanti kehadiran Anak keduanya., tidak nampak mondar-mandir di depan pintu kamar., Arisha yang sudah berumur Empat tahun yang belum mengerti Apa-apa hanya mengikuti gerakan Aryo dengan ekor matanya. ,


"Abi tidak capek dhalan teyus thini duduk bi.., " mendengar suara cadel anaknya Aryo tersenyum dan segera meraih Arisha di gendongnya.,


"Sebentar lagi Arisha punya Adik., Nanti kalau sudah besar Arisha harus bisa jadi kakak yang baik..? " Ujar Aryo sambil mencium pipi putrinya dengan lembut


"Alhadhuiahh Aya pasti thayank ama adhik" Ujar ARisha mengemaskan.,


seketika Alam menjadi hening bahkan suara Apapun tidak terdengar sama sekali lalu dari dalam kamar


Oe.. oe.. oe


terdengar suara tangis bayi beberapa saat kemudian Ratmi keluar sambil mengendong bayi laki-laki., dan menyerahkan Bayi itu kepada menantunya untuk di Azankan., Aryopun menurunkan Arisha dari gendongngannya.,


"Sayang.. Abi gendong adik dulu yah " Ujar Aryo pada putrinya Arisha sambil mencium keningnya., lalu Aryo mengembangkan azan di samping telinga kanan putranya.. lantunan Azan Aryo begitu merdu membuat siapa saja akan terpesona dengan keindahan suara langunan azan Aryo., setelah selasai Aryo memberikan kembali putranya kepada Ratmi dan Aryo kembali meraih Arisha dalam gendongannya, Ratmi menatap lekat lekat wajah cucunya.,

__ADS_1


"Nak putramu Sangat tampan., apa kamu sudah menyiapkan dia sebuah nama? " Ujar Ratmi ibu mertua Aryo..


"Abyan zikrie zulhair itu nama yang akan dia sandang dan pertangung jawabkan kelak ibu!? " ujar Aryo dengan senyuman bahagia


"Alhamdulillah nama yang indah seindah paras tampan putramu ini" Ujar Ratmi sambil mencium kening kecil Abiyan zikrie zulhair.,


"Asalamualaikum., Aduhh kakek telat menyambut penghuni baru Rumah ini., " Ujar ki along yang baru pulang dari kota Lembo.,


"Waalaikumsalam Ayah.. " Jawab Aryo dan Arisha sambil mencium punggung tangan ayah mertuanya sedangkan Arisha mencium pipi kakeknya.,


"Sini Kakek gendong!!? " Ujar ki along sambil hendak meraih Abiyan dalam gendongan Ratmi "Eit Ayah mandi dulu., Baru datang dari jauh mau main gendong saja!? " ujar Ratmi sambil menjauhkan Abiyan dari jangkauan Ki along., melihat tingkah mereka Aryo dan Arisha hanya tertawa sedangkan ki Along langsung masuk dengan senyum masam.,


Ki Along mandi dengan cepat serta menganti pakaian dengan cepat pula lantas, dia segera kedepan dan langsung meraih Abiyan dalam gendongan Ratmi..


"Siapa Nama bayi tampan ini? " tanya ki Along sambil menatap cucu laki-laki nya yang tampan dan mengemaskan.,

__ADS_1


"Abiyan zikrie zulhair., Ayah tadi belum jawab kenapa pulang terlambat!? " Ujar Ratmi sambil meraih Arisha dalam gendongan Aryo


"Sini Sama Nenek Biar Abinya Arisha menjaga Umi nya Arisha di dalam.,


" Aicha beyat nek? Aicha udah becar" Ujar Arisha yang disambut gelak senyum mereka., Arisha pun pindah ke gendongan Ratmi dan Aryo segera masuk ke dalam mengurus istrinya., membersihkan darah dan memandikan istrinya dengan air hangat.,


Ratmi yang mengendong Arisha pindah duduk di samping ki along yang mengendong Abiyan zikrie zulhair.,


"Ayah seharusnya tidak telat kalau saja tidak ada kejadian aneh tadi di tengah lautan., sesuatu yang belum pernah saya dapatkan seumur hidup Angin tiba-tiba berhenti berhembus laut menjadi tentang tidak terdengar riak gelombang laut semua menjadi sunyi kami seperti berada di dalam mimpi., syukur lah hal itu tidak berlangsung lama" Ujar ki along sambil mencoba mengingat kembali kejadian aneh tadi., Ratmi hanya mendengarkan dengan saksama.,


"Abi., putra kita di mana? " ujar Rindi Ketika Aryo dengan hati-Hati mengosok tubuh rindi dengan kain basah


"Ada lagi di gendong sama ayah dan ibu.,!? " Ujar Aryo singkat sambil terus mengosok tubuh istrinya.,


"Namanya siapa Bi? "

__ADS_1


"Abiyan zikrie zulhair"


__ADS_2