
"Maaf Anak muda apakah kamu Cucu ki Along?" Tanya ki Santar dengan raut wajah Ragu.,
"Benar saya Abiyan Cucu Almarhum ki Along,. Ada apa Tuan-tuan sekalian mencari Almarhum kakek saya? " Tanya Abiyan dengan santai.,
"kalau tidak salah 10 Tahun lalu ki Along adalah kepala desa Di Sanggula ini,. jika itu benar seharusnya yang jadi Sultan Adalah keturunan dari ki Along., lalu kenapa bisa seperti ini, siapa yang sekarang jadi Sultan di tempat ini? " Ujar ki Santar makin gusar.,
"Sultan Adalah Ayah saya menantu dari Almarhum ki Along,. Dari tadi pertanyaan Tuan-tuan Hanya berputar-putar sebenarnya apa maksud Tuan-tuan datang ke mari!? " Ujar Abiyan
"Maafkan kami karena meragukan Putra Mahkota karena penampilan Pangeran Tidak seperti layaknya seorang pangeran... Kami datang ke mari sesuai Ucapan pangeran sepuluh tahun lalu di sanggula jika rumah Allah selalu terbuka untuk siapa saja, Kami sekumpulan pelarian yang tidak tau mau kemana lagi., Jika kiranya Pangeran dan Sultan bersedia Kami ingin Tinggal dan menjadi Bagian dari Kesultanan lembayung,.? "Ujar Wardiman panjang lebar., mendengar penjelasan Wardiman Abiyan Hanya tersenyum,
" Tuan Gelar Sultan dan pangeran hanyalah sebuah gelar duniawi. yang di titipi tangung jawab yang lebih besar Lagi, Saya sama dengan Tuan Hanya sebagai seorang hamba, Dan Rumah Allah SWT selalu terbuka untuk siapa saja yang yakin akan kebesaran sang Pencipta., Dan Tuan-tuan Adalah Tamu di Kesultanan Lembayung Mari Sultan telah menanti kalian di istana silahkan semuanya Turun kami Umat islam selalu terbuka jika maksud kalian baik,. Ayo paman Antarkan mereka bertemu Sultan? " Ujar Abiyan.,
"Baik Pangeran., Mari Ikut saya?" Ujar ki palangi sambil menuntun mereka menuju Istana Kesultanan lembayung.,
Sungguh Ki Santar dan semua Rombongan tidak menyangka dengan sambutan yang mereka Terima di Kesultanan Lembayung mereka merasa seperti berada di Rumah sendiri., Kesultanan menjamu mereka layaknya saudara hingga mereka terpesona dengan indahnya islam, Dan tampa keraguan sedikitpun mereka mengucapkan ikrar suci
". Ayshadu An-la ilaha illallah yang artinya saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, . Wa Ayshadu Anna Muhammada Rasulullah" Ucapan itu mengukuhkan islam akan menjadi agama akhir hayat mereka., dan dengan Gotong royong mereka membangun perumahan Untuk mereka huni dan bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing.,
__ADS_1
Sementara itu Rombongan Kyai Samudra Meninggalkan Kaki Gunung lambaiyan saat setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah. mereka pergi melewati jalur yang berbeda dari arah pelabuhan., sesaat setelah matahari mulai terbit Iring Iringan pasukan kerajaan Awung telah mendarat di pelabuhan Lambaiyan dengan pasukan yang sangat banyak siap mengempur Kaki gunung lambaiyan Warga pesisir langsung menyerah dan ikut kehendak Raja Dasim untuk menyembah Penguasa kegelapan,.
"Jangan biarkan satu orangpun lolos dari pandangan kalian habisi semua pengikut kyai Gila itu., bunuh dan bumi hanguskan wilayahnya!? " Titah Raja Dasim pada pasukannya.,
"Baik paduka Raja., , " Ujar Amar panglima perang Bangsa manusia yang memiliki ksaktian Tiada tanding
" Dan kamu Gahar cari Kyai itu dan bawa padaku. ?! " Ujar Raja Dasim dengan murka.,
Mendapatkan perintah Gahar langsug terbang mencari keberadaan Kyai Samudra.,
Pasukan Amar langsung masuk menyerbu Kaki gunung Lambaiyan., Namun hanya bangunan kosong yang mereka dapatkan bahkan jejak langkanpun tidak kelihatan di tempat itu.,. Kaki gunung lambaiyan laksana kota mati yang telah di tinggalkan penghuninya puluhan Tahun lalu.. terlihat dari Bangunannya yang sudah terlihat Rapuh dan sarang Laba-laba yang bertebaran di mana-mana.,
"Saya tidak bohong Tuan kemarin mereka masih di sini?" Ujar wArga itu. mencoba mencari pembenaran.,
plakkkkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi warga itu.,
__ADS_1
"Apa matamu buta lihat sekitarmu apa terlihat seperti ada penghuninya?! " Ujar Amar kesal.,
Karena tidak menemukan Apa-apa mereka. semua kembali menghadap Raja Dasim . ,
"Maaf Tuanku wilayah Kaki gunung lambaiyan sepertinya telah lama di tinggalkan., wilayah itu Tak Ubahnya seperti hutan belantara" Ujar Gahar.,
"Iya Tuanku bahkan seluruh perumahan yang ada di sama telah lapuk dan sarang Laba-laba di mana-mana., ? " Ujar Aman menimpali laporan Gahar., para warga Lambaiyan hanya terdiam tidak berani membuka mulut takut salah dalam berucap bisa-bisa nyawa Taruhannya.,
"Oh Rupanya mereka sudah kabur., Baiklah sebagian pasukan tetap di tempat ini dan kau Amar yang berkuasa di sini sekarang siapapun yang tidak setuju akan berhadapan denganku.?" ujar Raja Dasim dengAn sangai dan semua punggawanya serentak membungkukkan badan memberi hormat pada Raja Dasim.,
Rombongan Kyai Samudra yang di bantu ikan paus hingga mempersingkat jarak mereka dari. lambaiyan ke. desa Sanggula.,
Saat memasuki pelabuhan Sanggula Rombongan kyai Samudra di sambut Oleh Sultan. Aryo Damanta sendiri.,
" saya sudah lama menunggu kakek saya pikir kakek tidak bakalan datang? " ujar Aryo dengan suara lembut.,
"Hampir Saja saya mengorbankan umatku untuk mempertahankan Rumah yang telah lama. Saya tempati, Hingga seorang pemuda yang wajahnya sangat tampan, datang memberi tahu kakek, tentang dampak yang akan terjadi jika perang saya jalani.,!? " Ujar kyai Samudra.,
__ADS_1
" semua sudah takdir Allah SWT tugas kita umatnya hanya mensyukuri saja" Ujarku ngambang