
Aryo melangkah santai., Menghampiri Bisno..,
"Paman Dawung belum kembali..!??" Tanya Aryo., pada Bisno yang hanya di anggukan saja...
"Bisno., Tolong susul paman Dawung., Biar saya yang mengatur di sini.,!! " Lanjutnya pada bisno.,
"Baiklah saya akan mencarinya.,!! " sambil melangkah pergi., ke Arah yang tadi si tunjuk Dawung saat pamit pergi tadi.,
Bisno berjalan menelusuri lorong kecil., melewati celah bangunan.,
Dari Arah samping bangunan tua., terlihat sesosok Tubuh terduduk menahan Sakit..
saat bisno meneliti orang tersebut adalah Dawung yang terlihat kesakitan..
"Paman Dawung!!!!!!????? " Pangil bisno panik
Dawung hanya menoleh sedikit dan kembali tertunsuk lesu.. tak mampu mengangkat tubuhnya.,.
"Ayo paman, mari saya bantu paman berjalan" dengan susah Payah bisno memapah Tubuh Dawung.,
"Aryo ada Di mana Bisno???? " Tanya Dawung lirih nyaris tak terdengar.,
"Aryo masih di pasar., tinggal menunggu uang hasil timbangan ikan" Jawab Bisno sambil terus memapah Dawung menuju dermaga..
uhugh... uhugh
Dawung kembali muntah darah..,
namun kali ini darah yang keluar kelihatan hitam dan mengumpal.,
__ADS_1
"paman Dawung apa yang sebenarnya terjadi" Tanya bisno semakin panik..,
Dawung hanya tersenyum lirih.,
Bisno membaringkan Tubuh Dawung di Atas kapal...
Lalu naik kembali dan berlari ke arah Pasar untuk menemui Aryo.,
Aryo yang baru saja selesai menerima uang., terkejut melihat Bisno yang berlari kearahnya dengan nafas yang saling memburu
"Aryo Paman Dawung.. sepertinya Di serang orang., dia sudah saya baringkan diatas kapal"
ujar bisno dengan wajah panik
" Bagaimana keadaannya.,!? " Tidak menunggu jawaban bisno Aryo langsung berlari ke Arah dermaga dan disusul bisno di belakangnya.,
bisno langsung melepaskan tali pengikat kapal dan menarik layar agar naik.,
wushhhhhhh
kapal melaju membelah laut.,
"Paman Apa yang sebenarnya terjadi..? " TAnya Aryo lirih dan sangat prihatin dengan kondisi Dawung.,
"Ternyata Allah SWT punya rencana lain" Ucap Dawung lirih menahan sakit yang mendera punggung hingga tembus ke dadanya.,
"Apakah paman mendatangi markas mereka??? " selidik Aryo.. sambil menatap tajam mata paman Dawung.,
"Iya,. Tapi semua di luar dugaannku., Ternyata kemampuan Anaak buah ki Rekso sangat tinggi., Saya nyaris Kehilangan nyawa., tapi..!!??? " ujar Dawung lirih sambil mencoba mengingat orang yang telah menolongnya.,
__ADS_1
"Tapi apa Paman!!!? " Tanya Aryo penasaran.,
"Kejadiannya begitu cepat., saat saya menyadari nya saya sudah di turunkan di samping Gudang tempat bisno menemukanku..,Lalu orang itu menepuk pundakku., saat saya hendak menoleh untuk mengucapkan.. Terima kasih., Orang itu sudah tidak ada si tempat itu., "
"Alhamdulillah kalau bgitu paman Biarlah Allah SWT yang membalas semua perbuatan baik orang itu., kita soakan saja bersama...!!? " Ucap Aryo dengan tujuan menguatkan hati Dawung.,
"Aminnnnnn," Ucap Dawung sambil memejamkan mata.,..
Melihat Dawung memejamkan mata Aryo tidak mengusiknya membiarkan Dawung istirahat., karena lelah menahan sakit.,
Dermaga Desa Sanggula masih terlihat Ramai.,
saat kapal yang di tumpangi Aryo berlabuh.,.
para warga terkejut dan langsung membantu.. memapah Tubuh Dawung.. yang nampak tak sdarkan diri... Akhirnya mereka membuat tandu untuk mengotong Tubuh Dawung yang besar itu.,.
entah sudah berapa lama Dawung tidak sadarkan diri.,
ki Along nampak bersedih menunggui Dawung sadar..
Dada ki Along terasa sesak menahan Amarah.,
namun dia sadar.,..
Sudah tidak punya kekuatan apa2 untuk membantu Dawung.,.
Tampa sadar Air matanya jatuh.,
melihat kondisi Dawung yang terluka sangat parah...
__ADS_1