PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
HERAN


__ADS_3

Setelah Selesai Melaksanakan Shalat Jumat Para Jamaah keluar dari dalam Mesjid Di Saksikan Oleh Rayana dan Para Anak buahnya yang baru datang Sambil merintih menahan Perih yang sangat menyiksa di lengan mereka,.


Namun Padangan heran terlihat jelas di wajah rayana Ketika menyaksikan Ribuan warga Yang keluar dari dalam Masjid yang menurut pandangannya hanya mampu menampung sekitar 200 Orang Saja, Namun Kini yang ada dalam pandangan matanya Ribuan Jamaah yang keluar dari dalam mesjid yang tiada henti-Hentinya yang membuat Tatapan mata Rayana Semakin Melotot,.


"Bagaimana Mungkin Masjid Sekecil Itu bisa menampung Seluruh Rakyat Sanggula! Sungguh ini tidak bisa di Terima oleh Akal sehat,!? " Tanya Rayana Pada Abiyan ketika mereka Telah berkumpul Bersama Sultan Aryo di samping Masjid,.


"kun fayakun adalah tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Saat Allah berkehendak terhadap terjadinya sesuatu, maka hal yang mustahil sekalipun akan terjadi. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu berusaha dan berdoa kepada Allah SWT terhadap segala sesuatunya, karena jika Allah SWT telah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin" Jawab Abiyan dengan singkat padat dan jelas,.

__ADS_1


"Tuan Sultan, Tolonglah kami, Saya sungguh tidak sanggup menahan Rasa perih akibat tusukan belati Tuan, Tolonglah Tuan Siapa tau Tuan punya penawarnya.,!? " Ujar Arham sambil terus mengerang menahan sakit yang tiada terkira., Sedangkan Sultan Aryo langsung memicingkan matanya dia juga sama sekali tidak mengerti karena dia tidak melihat ada goresan luka di tubuh Arham dan Wira Yang wajahnya sudah kelihatan pucat.,


"Saya Sungguh tidak mengerti apa yang Kamu maksud bukankan lengan kalian baik-baik Saja., " jawab Sultan Aryo seadanya namun kakinya melangkah juga mendekati Arham dan Wira, dan langsung memegang Tangan Arham Yang memang terasa sangat dingin,.


aghhhhhhhh


"Allahumma inni astakhiruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyub" Sultan Aryo berdoa dalam hati memohon petunjuk pada Allah SWT, Abiyan yang bisa menangkap bias gundah Ayahnya Segera menghampiri mereka,.

__ADS_1


"Maafkan Saya Abi Boleh pinjam Belati Yang Abi pakai Tadi.? " Ujar Abiyan ketika dia sudah sampai di dekat mereka bertiga Sedangkan Rayana masih sibuk menghitung jamaah yang keluar dari dalam Masjid Al Ikhlas,


"Apa belati ini!? " Jawab Sultan Aryo sambil menyerahkan Belati Itu pada Abiyan., Lalu Abiyan memegan tangan Arham,.


"Bismilahhi Rahman ni rahim Syafakillah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba'dahu saqaman" Doa Abiyan lalu mulai mengiris kembali di mana Lengan Arham yang terasa nyeri dan Keanehan kembali terjadi ketika luka itu kembali menganga dan tidak bisa menutup kembali seperti sebelumnya,. Lalu Abiyan membersihkan darah yang menghitam dan membersihkannya Arham yang menyaksikan apa yang sedang terjadi menjadi bungkam diam seribu bahasa, Seumur hidup Dia belum pernah merasakan pedihnya sayatan sebuah pisau yang ternyata teramat sangat perih.,


"Aghhhhh Tuan Sakit sekali!! Aghhhhhn!! Nyerinya sampai ke ubun-ubun!? " Ujar Arham ketika Tangan Abiyan menyentuh lukanya dengan Membersihkan sisa Darah hitam yang mulai mengental.,

__ADS_1


" Sungguh Sakit yang Kamu Rasakan Saat ini belum seberapa bila di bandingkan Dengan Siksaan Neraka kelak diakhir perhitungan., Yang Sakitnya Ribuan kali lipat Dari sakit yang kamu rasakan saat ini!? " Mendengar Ucapan Abiyan seketika Wajah Arham dan Wira. semakin pucat bagaimana Tidak sakit yang mereka rasakan sekarang Saja sudah Sangat menyiksa,.


__ADS_2