
Ratmi yang sedang menyiapkan makan siang di bantu Rindi dan cucunya Arisha., mereka sibuk memasak nasi dan semua lauk pauknya.,
Trankkkkkk
Tiba-tiba kendi yang di pegang Ratmi terjatuh dengan begitu saja kendi itu hancur berkeping-keping.,
"Astaghfirullah hal lazim kenapa tiba-tiba perasan ibu Tidak tenang ya. ,? " Ujar Ratmi
" Ibu terlalu kecapekan mungkin sebaiknya Ibu istirahat saja dulu. di kamar.,? " Rindi memberi saran ibunya untuk beristirahat
"iya nek.. mari Arisha temani biar Arisha bantu memijat kaki nenek di kamar. , " Ujar Arisha sambil membimbing tangan neneknya untuk masuk kedalam kamar.,
"Nenek kenapa kak.,? " Tanya Abiyan yang lagi asik bermain sambil belajar dengan Arfan.
"Nenek hanya letih saja cuma butuh istirahat sedikit., !" Ujar Arisha sambil terus berlalu dan ikut masuk ke kamar neneknya dan mulai memijat kakinya..
Perasaan Ratmi semakin tidak tentram.,
suara burung menyalak bersahutan., matahari bersinar terik namun tiba-tiba turun hujan gerimis., Abiyan melangkah menuju depan pintu sambil menegadah ke Atas langit.. seekor burung hinggap di atas dahan pohon jambu depan rumah., Entah apa yang burung itu lakukan lama Abiyan dan burung itu saling tatap., beberapa saat kemudian burung itupun terbang.,
"Ibu!!!! " pangil Abiyan kemudian.,
Rindi yang mendengar teriakan Anaknya segera keluar di ikuti Arisha dan juga Ratmi neneknya.,
__ADS_1
"Ada apa nak!? " Ujar Rindi.,
"Umi.,Nenek,. kakek sudah meninggal., yang kakek Dawung bawa pulang tinggal janazah kakek saja., mereka sudah siap-siap mau pulang., Kita harus mempersiapkan semuanya" Ujar Abiyan dengan mimik serius.,
Mendengar ucapan cucunya spontan kaki Ratmi seakan tak bertenaga dia langsung terkulai lemas dan Airmatanya langsung menetes membasahi pipinya.,
"Abiyan kamu tau dari siapa? " Tanya Rindi yang juga mulai goyah.,
"coba Umi lihat keluar.,Matahari begitu terik tapi gerimis turun tiada henti padahal Di atas langit tidak ada awan yang mengantung., seekor burung tadi yang membawa berita itu ibu., " mendengar penuturan Anaknya Rindi ikutan panik dan mulai meneteskan air mata.,
'' Arisha cepat panggil Abimu pulang ?" Pinta Rindi pada anak sulung nya., dengan sekejap mata Arisha berlari dan telah sampai di mana ayahnya lagi mengajar.,
"Asalamualaikum., " Rindi memberi salam
"Ada apa nak!? " Ujar Aryo
"umi meminta Abi untuk pulang sekarang!? " Mendengar permintaan Rindi Aryopun segera pamit pada semua murid-muridnya..,
"Maaf kalian lanjut dulu., saya ada keperluan di rumah., asalamualaikum., ? " pamit Aryo lalu melangkah pergi berjalan di samping putrinya.,
" Arisha Apa yang terjadi di rumah!? " tanya Aryo
" Kata Abiyan., kakek yang pulang tinggal jasadnya saja.? " mendengar ucapan anaknya Aryo hanya geleng-geleng kepala.,
__ADS_1
"Iya Abi juga Baru Tau., tentang kematian kakekmu dari lail., makanya tadi Abi juga mau langsung pulang., Tapi Abiyan tau dari mana temtang kabar kematian Kakek? " Ujar Aryo yang penasaran.,
"Katanya dari langit dan seekor burung! " mendengar jawaban Arisha Aryo semakin merasa Aneh dengan kemampuan putranya.,
"Abi... Ayah? " Tidak sanggup rindi melanjutkan kata-Katanya dengan linangan air mata rindi berlari kepelukan Suaminya.,
"Kita harus ikhlas,. ini semua sudah Takdir Dari yang maha kuasa. , " ujar Aryo
"Umi.. Nenek. Dalam musibah itu terdapat empat seni, yaitu mencari pahala dari Allah, berkawan dengan kesabaran, berdzikir dengan baik, dan menunggu kelembutan dari Allah SWT.ini adalah Ujian atau cobaan akan membawa kita semakin dekat kepada Allah atau justru menjauhkan kita dari Allah, pilihan ada di tangan kita., " Mendengar ucapan Anaknya Abiyan., Aryo ikut merasa damai sunguh bijak seorang Abiyan yang baru berumur 10 tahun tapi setiap ucapannya terasa menyejukkan hati.,.
Aryo di bantu bebrapa warga menyiapkan tempat untuk menyambut jenazah Ki Along ayah mertuanya., dan Aryo meminta sebagian warga untuk menunggu kedatangan Dawung dan rombongannya.,
Isak tangis para warga menyambut kedatangan Dawung dan jenazah Ki Along mereka sudah menyiapka keranda untuk mengangkat jasadnya.,. karena terbakar emosi Dawung tidak menyadari Tentang semua keanehan yang terjadi., Rombongan Jenazah Ki Along di bawa ke sungai untuk di mandikan., Betapa Semua yang ada di situ terperanjat ketika mengetahui Jasad Ki along tak memiliki kepala., .
Aryo seketika berdiri., namun di Tahan oleh Arisha Putrinya
"Beri Arisha waktu sedikit Untuk membawa kembali Kepala kakek., " Pinta Arisha kepada Aryo., mendengar permintaan putrinya Aryo mengangguk pelan.,
"Ayo paman Lail Bawa saya sekarang ketempat Ki Ranu Galang itu. ? " Ujar Arisha dengan sikap tidak sabaran menahan gemuruh dalam dadanya., Lalu Arisha dan Lail berjalan menjauhi kerumunan Orang-orang Untuk menghilang., pergi ke tempat kepala Ki along di simpan.,
Sementara Abiyan yang hanya mengikuti dengan ekor matanya mengawasi kepergian kakaknya Arisha bersama lail., Abiyan sadar betul apa yang akan kakaknya lakukan.., sementara itu Ratmi dan Rindi yang terus menangis sambil memeluk tubuh Tak berkepala Ki Along.,
"Kehilangan seseorang untuk selamanya bukanlah suatu hal yang mudah. Rasanya sungguh berat. Tapi, tak ada jalan yang lebih baik selain mengikhlaskannya. Katakanlah,! Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.dalam Al-Quran surat Al-Jumu'ah : 8 separuh dalam diri saya ingin menangis tapi bagaimana mungkin saya melakukan itu ketika kakekku menatap kematiannya dengan senyuman., " Ujar Abiyan dengan kalemnya membuat semua yang berada di situ merasa tersentak.,.
__ADS_1