
Ashor ikut shalat berjamaah yang di imami oleh Sultan Aryo., Dia shalat dengan begitu menjiwai, Namun setelah selesai Shalat ketika Sultan Aryo sedang memanjagkan Doa seusai shalat Zuhur Ashor langsung keluar dari mesjid tidak ikut mengaminkan doa sesudah Shalat yang di bawakan oleh Sultan Aryo., sehingga banyak para makmum yang memperhatikan Kelakuan Ashor yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya.,
Setelah selesai seluruh prosesi shalat dan doa bersama seluruh Jamaah kembali larut dengan kegiatan masing-masing.,
"Tuan tadi kenapa tidak ikut Doa bersama seusai shalat Zuhur!? "tanya Galang karena heran dengan tindakan Pengembara itu.,
" Doa itu cukup Hanya saya dan Allah yang tau., dan Asal kamu tau Hukum Dalam shalat itu tidak wajib seperti yang kalian pahami lewat pembawa berita tentang islam Kalau perkara sbalat semua tergantung Niat., Bukankah kalian sering mendengar Rasulullah pernah bersabda"Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.”Bukankah jelas dari sanda Nabi jika semua hanya tergantung Pada niat., "Ujar Ashor mencoba mempermainkan pikiran para warga namun mendengar penjelasan Ashor yang mendasar membuat Galang dan Pardi yang kebetulan mendengar Penjelasan Ashor menjadi terpengaruh.,
" Maaf Tuan jika kita hanya Niat shalat saja? Berarti sama halnya dengan kita sudah Shalat? " Tanya Pardi dengan wajah serius.,
__ADS_1
"Iya begitulah Bukankah semua jelas tergantung niat kita saja,. Kita hidup di dunia ini butuh makan dan harta untuk kelangsungan hidup dan disetiap pundak seorang muslim di titipkan Tanggungjawab yang besar di mana kita harus menghidupi anak dan istri kita, Coba kalian pikirkan waktu yang terbuang Saat kalian sedang Shalat yang seharusnya bisa kalian gunakan untuk mencari kepingan emas dan perak namun kalian menghabiskan waktu dalam mesjid dan rela mencium aroma tanah sedangkan Anak dan istri kita hidup butuh makan dan kepingan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup kita.!? "Pardi semakin terpengaruh sedangkan Galang mulai bimbang., Mereka tidak bertanya secara rinci hanya bermain dengan pikiran mereka masing-masing.,
Pardi mulai berpikir jika apa yang di ucapkan Ashor ada benarnya namun berbeda halnya dengan Galang yang menelaah segala sesuatunya berdasarkan manfaat karena takut terjerumus dalam pikiran yang salah Galang lebih memilih diam dan terus melanjutkan pekerjaannya meskipun terkadang hatinya meragu sedangkan Pardi yang merasa semua perkataan Ashor benar semakin. yakin jika selama ini Mereka salah dalam. hal meneladani Sultan Aryo.,
"Galang bukankah semua ucapan Tuan pengembara itu benar bahkan Sultan Aryo sering menjelaskan pada kita jika semua hal yang kita lakukan tergantung Niat!? " ujar Pardi ketika melihat Galang mengcuhkan kebenaran yang menurutnya sangat luar biasa.,
"Tuan Pardi, Bukankah kita bebas memilih jalan. apa yang harus kita tempuh., pilihlah jalan sesuai apa yang kamu kehendaki Hanya Allah yang maha tau mana yang benar dan mana yang salah? " Ujar galang sambil berlalu dari tempat itu.,
Sedangkan Galang yang pemikirannya sedikit terganggu dengan ucapan Ashor langsung menemui Sultan Aryo untuk meminta pencerahan.,
__ADS_1
"Asalamualaikum Sultan!? " Ujar Galang ketika telah sampai Di sisi Sultan Aryo.,
"Wa'alaikumsalam? Ada apa Galang kenapa wajahmu Seperti orang yang lagi banyak pikiran!? " Jawab Sultan Aryo dengan senyuman teduhnya
"Rasulullah pernah bersabda;Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan apa yang ia niatkan; Apa Sabda Baginda Rasulullah SAW bisa di kaitkan dengan Shalat? " Tanya Galang dengan wajah frustasi karena pikiran campur aduk., Mendengar Pertanyaan Galang Sultan Aryo Hanya tersenyum teduh
"Apa Kamu bisa kenyang hanya dengan berniat untuk Makan? Apa dahagamu bisa Hilang hanya dengan berniat minum? " Balik Sultan Aryo bertanya
"Tidak Tuan Sultan Mana mungkin hanya dengan niat makan kita bisa langsung kenyang.," Mendengar Jawaban Galang Sultan Aryo tersenyum
__ADS_1
"Jangan Pernah memakai Ayat untuk membuat persepsi sendiri,. ketahuilah Tujuan manusia diciptakan menurut Islam yang paling utama adalah untuk beribadah dan bertakwa pada Allah. Manusia pada umumnya diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini sesuai dengan ayat QS.Adz Dzariyat: 56 yang berbunyi:“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Al-Dzariyat: 56)Telah dijelaskan dalam QS.Adz Dzariyat: 56, Allah berfirman Dia menciptakan manusia dan jin semata-mata agar mereka beribadah kepada-Nya. Allah menciptakan manusia bukan hanya untuk sekedar tidur, bekerja, makan maupun minum melainkan untuk melengkapi bumi ini dan beribadah kepada-Nya.Menurut tafsir Ibnu Qoyyim Al Jauziyah: "bahwa tujuan Allah menciptakan kita manusia serta jin dan makhluk lainnya di bumi ini adalah untuk beribadah kepada-Nya. Allah tidak mungkin menciptakan makhluk begitu saja tanpa pelarangan atau perintah" ujar Sultan Aryo dan seketika Galang beristighfar