
kehadiran Santri kyai Samudra yang menjadi prajurit di Kesultanan lembayung semakin memperkokoh Kesultanan lembayung. apa lagi setelah jabatan yang semula di emban Abiyan sebagai penasehat Kesultanan di serahkan pada Kyai Samudra yang juga memiliki Ilmu kepandaian tinggi.,
"Sultan,sepertinya saya pernah melihat Abiyan putramu itu sebelumnya tapi saya bingung di mana? " Ujar kyai Samudra dengan mengingat wajah cicitnya.,
"Abiyan tidak pernah keluar dari Sangula ini kyai?" Ujar Sultan Aryo sopan pada kakeknya
"Apa kamu yakin? '' ujar kyai Samudra selanjutnya
" Keyakinan itu hanya milik Allah SWT, Tapi menurut Saya,Abiyan akhir-akhir ini lagi fokus sama pasokan air bersih yang ada di Kesultanan ini Dan Dia terjun langsung ke pembuatannya.,!? " Ujar Sultan Aryo seadanya. mendengar penuturan Sultan Aryo Kyai Samudra sejenak terdiam
"Kalian berdua hampir mirip?Sama-sama misterius!? " Ujar Kyai Samudra sambil merenung.,
"Maaf Kyai kalau yang itu hanya Allah SWT yang maha tau.? " Ujar Sultan Aryo masih dengan nada tenang.,
"Bukankah Kamu punya Dua Anak?Yang satunya lagi mana? " Ujar Kyai Samudra dengan penasaran,siapa tau saja yang memberikannya nasehat adalah putra kedua Aryo.
"Betul Kyai tapi anak pertama saya seorang perempuan Arisha namanya dia sedang menuju kerajaan waringin?! " mendengar jawaban cucunya Kyai Samudra semakin penasaran.,
"Diantara putra dan putrimu siapa yang bisa menembus batas waktu!? '' ujar kyai Samudra penasaran, sejenak Aryo Termenung.,
"Allah wahdah yuelam., Tapi kalau menurut pandangan saya Arisha itupun Di Bantu Sama lail" Baram yang sejak tadi nimbrung di tempat itu ikut angkat bicara
"menurut pandangan saya sebagai bangsa jin, Hanya Arisha yang mampu menembus pagar iblis yang iblis sekalipun tidak dapat mengapainya, kejadian itu terjadi saat Arisha melawan Ratu Zalitun di hutan pemujaan., " Ujar Baram dengan tenang., mendengar ucapan Baram Kyai Samudra dan Sultan Kyai Aryo hanya mengernyitkan dahi.,
"Asalamualaikum., Maaf Sultan, Kyai, Di luar Ada warga yang hendak menghadap Tuanku Sultan!? " Lapor seorang penjaga Kesultanan.,
"Waalaikumsalam, Suruh ibu itu masuk,.! " Ujar Sultan Aryo dan penjaga itu langsung keluar dan memanggil ibu itu masuk.,
"Asalamualaikum, saya minta maaf Sultan sudah menganggu waktu istirahat Sultan., " Ujar ibu itu dengan wajah yang sendu,.
"Waalaikumsalam,. Tidak Apa-apa, ada apa ibu mecari saya? Apa ada yang perlu saya bantu., cerita saja? " Ujar Sultan sambil memperhatikan wajah sendu ibu itu.,
__ADS_1
"Suami saya Sultan sudah Dua hari belum kembali dari melaut saya kwatir terjadi Apa-apa sama dia saya sudah bertanya pada teman-teman yang lain tapi mereka bilang tidak melihat perahu dan suami saya,. Tolong saya Sultan, bagaimana nantinya Nasib Saya dan Anak-anak saya? " Ujar ibu itu lalu mulai terisak.,
"Kalau begitu ibu pulang Saja dulu,. Nanti suami ibu saya bantu carikan, ibu yang tenang dan banyak berdoa minta pada yang kuasa semoga Allah SWT mempermudah pencarian suami kamu? " Ujar Sultan Aryo Damanta dengan lembut
"Terima Kasih Sultan Saya pamit Asalamualaikum.,? " Salam ibu itu sambil berdiri dan beranjak pergi
"Waalaikumsalam" Jawab mereka kompak.,
"Baram,. Cari suami ibu itu di tengah laut siapa tau dia tersesat., " Ujar Sultan Aryo
"Baik Sultan,. " Lalu Dia menghilang begitu saja
"Kyai Saya mau lihat Tempat penampungan Air yang di buat Abiyan, Apa Kyai mau ikut.,? " Ajak Aryo sambil bangkit dari duduknya.,
"Iya saya juga penasaran bagaimana bentuk penampungan air bersih itu., " Merekapun melangkah beriringan menuju Bak penampungan air bersih,. sementara Abiyan nampak sangat serius memperhatikan Galian Tanahnya yang di bentuk dengan pola berbentuk kubus,.
"Assalamu'alaikum!? " Sapa Sultan dan Kyai Samudra berbarengan.,
"Waalaikumsalam !? " Jawab semua yang ada disitu sambil membungkukkan badan memberi penghormatan kepada Sultan dan Kyai Samudra.,
"Maaf Sultan, Kyai, sebelumnya,. Itu yang berbentuk seperti balok kecil itu terbuat dari tanah liat, yang di campur Abu dapur dan di bakar dengan suhu api yang sangat tinggi., sedangkan untuk menyatukannya kita tetap memakai Tanah Liat yang di campur jerami., setelah di bentuk kita tunggu hingga mengering dan kita aliri dengan Air., setelah Air ini penuh dengan sendirinya dia Akan melewati celah ini yang sudah kita beri bambu dan selanjutnya akan mengalir sampai ke dusun bawah sehingga mereka tidak perlu lagi naik kesini untuk mencari Air bersih dan insyaallah Airnya bakalan cukup Untuk seluruh Rakyat Kesultanan lembayung., " Mendengar penjelasan Abiyan yang begitu akurat Sultan dan kyai Samudra geleng-geleng kepala.,
"Bukan main idemu hebat sekali Pangeran,." ujar kyai Samudra mendengar pujian itu Abiyan hanya berdoa,
"Allahumma laa tu akhidzni bima yaquuluuna, waghfirlii maa laa ya'lamuuna Waj 'al nii khairommimmaa yazhunnuun" Mendengar doa Abiyan Sultan dan Kyai Samudra terdiam dan mengaminkan nya dalam hati.,.,
"Abiyan Tadi Abi Suruh Baram mencari warga yang hilang di laut tapi kenapa dia belum kembali? " Ujar Sultan sedikit berbisik pada Abiyan.,
"Biar Abiyan coba Bantu cari? " Sultan Nampak hanya manggut-manggut setelah itu mereka kembali ke istana sedangkan Abiyan menuju telaga harapan.,
"Tuanku Ada keperluan Apa jauh-jauh kemari cukup Tuanku Memangil namaku Saya bisa mendengar suara Tuanku dari jarak Ribuan tombak.,!? " Ujar Dastan ketika Tuannya muncul Di kerajaannya.,
__ADS_1
"Dastan seorang warga ku hilang di tengah laut Sultan sudah memerintahkan Baram Tapi Dia juga tidak kembali Bawa mereka kembali." Titah Abiyan dengan suara Datar.,
"Baik Tuanku" Lalu Dastan lenyap menembus Ruang Dan waktu mencari keberadaan Baram Ataupun nelayan yang tersesat itu.,
Baram mengitari seluruh lautan lembayung tapi tidak menemukannya,
"Ah sebaiknya Aku bertanya pada jin penunggu lautan,. " lalu dastan mendekati Awar jin penunggu lautan.,
"Ada apa gerangan sampai seorang Raja kerajaan Hutan Harapan menemuiku? "
"Saya mencari seorang manusia yang tersesat di lautan ini.? " Tanya Dastan sambil berdiri di samping Awar yang lagi duduk santai di atas laut yang tenang,.
"Baram juga mencari manusia yang tersesat? Apa tujuan kalian berdua sama., jika sama mereka berdua di tawan oleh Raja Masauth di kerajaannya " Tampa menunggu lebih lama lagi Dastan segera menuju kerajaan Masauth yang terletak dalam palung laut terdalam di Nusantara Raja Masauth adalah jin Laut yang terkenal sangat sakti dan kuat serta sangat bengis.,
"Ada apa raja hutan harapan datang mengunjungi istana ku yang megah ini? " UjarRaja Masauth dengan Senyum liciknya.,
"Maafkan saya karena menganggu waktu istirahatmu,. saya hanya mencari Seorang manusia dan Baram? " ujar Dastan sambil sedikit membungkuk memberi hormat pada Raja Masauth.,
"Mereka berdua Adalah tawanan ku tidak ada siapapun yang bisa meningalkan kerajaanku!?" Ujar Raja Masauth dengan geram.,
"Sungguh saya tidak ingin cari masalah saya cuma menginginkan mereka berdua? " Ujar Dastan dengan tenang.,
"Itu Sama saya kamu mencari masalah denganku Dastan!? " ucapan Masauth semakin murka.,
"Apa yang harus Saya lakukan untuk bisa membawa mereka berdua? " Ujar Dastan yang masih mencoba untuk tenang.,
"Kita bertarung jika Aku kalah kau bisa membawa mereka berdua tapi jika kamu yang kalah segera tinggalkan tempat ini dan jangan pernah kamu menginjakan kaki di lautan lagi., bagaimana? Adil bukan? "mendengar tantangan Masauth Dastan terdiam..,
Next.,
jangan lupa Like coment and vote
__ADS_1
bgaimana kelanjutannya mampukah Dastan menghadapi Masauth., silahkan tuliskan ide-ide kalian? Untuk bahan episode selanjutnya..
*********** Terima kasih **************