
Dengan Ucapan Bismilah Aryo., melangkah pergi meninggalkan Rumah pak Ikbal.,
Ranca dan Respati yang bersembunyi di dalam bangunan tua sedang duduk bersila merapal sebuah mantra.,..
Tiba-tiba muncul Bola api yang menyala-nyala mengitari tubuh keduanya..
Aryo yang sedang berjalan melewati daerah gelap gulita.,
merasakan sesuatu ke anehan suhu tubuhnya tiba-tiba menjadi Panas.,
sadar dirinya sedang di serang.,
Aryo memakai mata bathin ya untuk melihat apa yang terjadi...
Benar saja., Sesosok mahluk kasat mata., dengan tubuh menyala-nyala., sedang menghampirinya dan siap menerknya.,
"ilmu jenis apa lagi ini., sungguh saya baru melihat hal seperti ini" Aryo membatin sambil terus menghindari mkhluk mengerikan itu.,
Whussss
Brakkkkk
brrrrrtrtttt
serangan mahluk itu sangat cepat dan bertubi-tubi., namun dengan mudah di hindari oleh Aryo.,.
Aryo yang sudah mulai kehilangan kesabaran., segera membaca. ,
__ADS_1
"Robbi a’uuzu bika min hamazaatisy-syayaathiin wa a’uuzu bika robbi ay yahdhuruun" Lalu melepaskan pukulan dengan sedikit tenaga dalam..,
Hiyaaaaaaa
bughhhhh
Aghhhhhhhhhhhh
pukulan Aryo tepat menghantam batok kepala mahluk itu., hingga terjunggkal beberapa meter.,
Mahluk itu mengerang kesakitan.,
"Wa hifzhom ming kulli syaithoonim maarid" Aryo kembali menyerang dengan tendangan.,.,
Namun Tiba-tiba mahluk itu bersujud memohon pengampunan.,
Aryo langsung cepat menarik kakinya yang sedikit lagi menghancurkan kepala mahluk gaib itu.,
"Kali ini saya memberi kamu ampun.,pergilah dan jangan kembali lagi., " Titah Aryo pada mahluk kasat mata itu.,
"Tuan biarkan saya mengabdikan diri saya pada tuanku., izinkan saya menjadi Alas kaki tuanku., " tampa menunggu persetujuan dari Aryo lalu mahluk itu berubah menjadi sepasang sendal.,
dan langsung menempel di kaki Aryo mengantikan sendal usang miliknya.,
"Mari Tuan silahkan lanjutkan perjalanan., " Ujar mahluk itu yang telah berubah menjadi sepasang sendal.,
Dengan memakai sendal itu langkah kaki Aryo semakin cepat.,
__ADS_1
sementara itu., Di dalam bangunan kosong itu Ranca dan Respati terlempar beberapa meter dari tempatnya duduk karena bola api yang mereka kendalikan berbalik menyerang mereka berdua.,
"Aghhhhhh baaang saaaat" teriak Ranca menahan nyeri pada dadanya.,
Aghhhhh
begitupun yang terjadi pada Respati.,.
lalu mereka dengan tertatih-tatih berjalan meninggalkan tempat itu...,
Aryo yang sudah ada Di ujung Dermaga.,
"agh jangan-jangan Bisno ketiduran., " Aryo membatin.,
" Heh sendal.. apa kamu bisa melewati lautan,. "., Tanya Aryo pada sepasang sendalnya.,
" Saya Bangsa Jin., Tuanku., saya akan melakukan apapun perintah Tuanku., " Ujar jin itu yang tentunya hanya Aryo yang bisa mendengarnya.,
"Baiklah jin.. Bawa saya ke kapal yang berlabuh sana., " Titah Aryo pada jin itu.,
dengan sekejap mata Aryo sudah berada dalam kapal., Benar saja Bisno ketiduran., Aryo tidak membangunkan Bisno..,
"Jin., bawa kapal ini ke Dermaga Sanggula".. Lanjut titah Aryo.,
dan dengan sekejap mata pula kapal sudah bersandar di Dermaga Sanggula.,
" Bisno Bangun!!! kita sudah sampai!! " ujar Aryo sambil menyentuh tubuh Bisno..
__ADS_1
Bisno yang kebingungan ikut turun dan berjalan di belakang Aryo., dia sungguh tidak mengerti bagaimana bisa.. tadi dia berlabuh., jauh dari Dermaga di kota Lembo., terus sekarang dia sudah sampai di desa Sanggula "bagaimna ceritanya bisa seperti ini apa sebenarnya yang terjadi sungguh dia tidak mengingat Apa-Apa" Bisno terus saja bermain dengan pikirannya yang menurutnya sungguh sangat mustahil.,.