
Senja memudar berganti malam Ratu Zalitun duduk termenung di singasananya.,
"mohon Ampun Ratu, Akhir-Akhir ini saya sering melihat Tuan Ratu melamun,?Apa yang membuat Tuan Ratu sampai seperti ini.,? Ujar Sangkala yang merasa Aneh dengan sikap ratunya yang sudah tidak fokus.,
" Saya Terus terbayang-bayang Wajah tampan pemuda itu. , Entah bagaimana caranya Agar dia bisa menjadi milikku? " Ujar Ratu Zalitun yang kian gusar.,
"Nama pemuda itu Abiyan Ratu., Dia Putra dari Sultan Aryo,. kabarnya dia tidak suka peperangan? " Ujar Sangkala memberi tahu Ratu tentang identitas Abiyan.,
"Pantas Saja Dia berani menolak saya., Ternyata dia seorang putra mahkota,. Dia pikir saya takut sama Sultan Aryo itu.,Sangkala kirim mata-mata ke Kesultanan lembayung., cari tau semua kegiatan putra mahkota Kesultanan Lembayung.,!? " Titah Ratu Zalitun pada Sangkala.,
"Perintah siap dilaksanakan Ratu!? " Ujar Sangkala sambil undur diri., sangkala pun keluar mencari seseorang yang menurutnya bisa menjalankan Tugas itu dengan baik.,
"Banjar!! " Pangil sangkala saat dia melihat banjar., mendengar namanya di panggil Banjar lalu.,
"Iya Tuan!!? " Ujar Banjar sambil berlari mendekati Sangkala.,
__ADS_1
"Saya punya Tugas penting Buatmu., Sekarang juga kamu berangkat menuju Kesultanan lembayung,. cari tau semua kegiatan yang di lakukan Putra mahkota!? " Titah Sangkala pada Banjar.,
"Baik Tuan Itu soal mudah, dengan segera informasi Akan saya dapatkan Tuan!? " Ujar Banjar
"ingat berikan saya kabar secepatnya., ini Terima untuk ongkos perjalanan?" Ujar Sangkala sambil menyerahkan 6 keping koin perak.
"Terima kasih Tuan Saya berangkat sekarang!? " Ujar Banjar lalu berbalik pergi ke arah dermaga.,
Baru saja Sangkala balik badan hendak masuk kedalam Aula kerajaan.,
" Permisi Tuan!!? Maaf menghalangi langkah Tuan,. Saya hendak melapor Jika di dermaga Raja Walan dan pasukannya telah sandar mereka ingin bertemu Ratu Zalitun.,!? " Ujar Salah seorang prajurit yang berjaga di areal pelabuhan. ,
"Ratu Raja Walan dalam perjalanan kemari., Beserta pasukannya.,? " Ujar Sangkala.,
"Mau Apa dia kemari membawa pasukan kita tidak lagi sedang merencanakan perang pada siapapun.,!? ".Mendengar Ucapan Sang Ratu Sangkala hanya diam membisu.,
__ADS_1
Selang beberapa saat kemudian Raja Walan sudah memasuki Aula utama
"Maaf Ratu Zalitun, Saya datang tiba-tiba!? " Ujar Raja Walan gusar. ,
"Angin Apa yang membawa kemari Raja Walan?? Tanya Ratu Zalitun menyelidikinya karena raut Wajah Raja Walan yang gundah.
"Pasukan Kesultanan lembayung menyerang kerajaan Saya., Strategi penyerangan mereka sangat baik hingga pasukan saya yang besar mampu di Obrak-abrik oleh pasukan kecil Sultan Aryo., ternyata selain berilmu Tinggi. Sultan Aryo juga Ahli dalam strategi perang,Kami sudah kehilangan segalanya., kerajaan Tanjung Hira diambil Alih oleh Kesultanan lembayung.!? " Ujar Raja Walan sedikit geram.,
"Apa kamu bertemu dengan Putra Mahkota Kesultanan lembayung? " Tanya Ratu Zalitun
"Saya sama sekali Tidak melihatnya saat pertempuran terjadi saya hanya sempat adu kekuatan dengan seorang wanita cantik dan sepertinya ilmu yang di miliki nya cukup tinggi.!" Mendengar Raja Walan menyebut gadis cantik dia teringat pada sosok gadis yang nyaris di bunuh nya jika Saja Tidak ada yang menolongnya.,
"Saya pernah bertarung dengan Gadis itu? Dan sedikit lagi saya berhasil membunuhnya dengan ajian tapak merah., jika saja tidak ada yang langsung menolongnya dia pasti sudah mati di tangan saya!? " Ujar Ratu Zalitun datar.,
"Ratu bolehkah saya dan pasukan ku tinggal di sini untuk sementara waktu., karena kami juga tidak memiliki persediaan makanan yang cukup., Bukankah makanan di pulau ini Tidak akan pernah Habis!? " Ujar Raja Walan dengan cemas.,
__ADS_1
"Buatlah Diri kalian nyaman di pulau ini., lakukanlah apa yang hendak kalian lakukan di sisi utara Kerajaan sepertinya masih kosong kalian bisa membangun perumahan di sekitar tempat itu., dalam perjalanan tentu kalian lelah sebaiknya kamu dan pasukan istrahat biar pelayanan istana menjamu kalian" Mendegar ucapan Ratu Zalitun Raja Walan merasa sangat senang.,
"Terima kasih banyak Ratu., saya tidak akan melupakan semua kebaikan yang telah kamu berikan" Ujar Raja Walan dengan Tulus sedangkan Ratu Zalitun hanya tersenyum simpul.,