PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
PELAJARAN


__ADS_3

Suara deru pertarungan., terdengar sengit., Ranu Galang., yang melihat Damanta Reksa dipa.,yang terkapar tidak sadarkan diri.,


segera berdiri dan melakukan serangan dengan tenaga dalam penuh.,


Hiyaaaaa


whushhhhh


dashhhhh


pukulan dan tendangan Ranu Galang dengan mudah di hindari oleh Samudra dengan satu gerakan indah., Samudra Meliuk-liukan tumbuhnya menghindari setiap pukulan dan tendangan Ranu Galang.,


Lalu samudra membalas dengan tendangan yang tepat bersarang di bahu kiri Ranu Galang.,


dia terhuyung beberapa meter kebelakang dan langsung terkapar tak sadarkan diri.,.


melihat orang yang menyerangnya sudah tak sadarkan diri., Samudra, meminta bantuan warga untuk membawa mereka ke dusun.,


Hal seperti ini Bukan yang pertama kalinya terjadi., warga lambaian sudah tidak heran., dengan permintaan sang Imam.,


Merekapun membawa mereka ke kampung.,


dan di tempatkan pada sebuah ruangan kosong., yang ruangan itu memang di pakai buat pengobatan jika ada yang sakit ataupun terluka.,

__ADS_1


Ranu Galang dan Damanta Reksa dipa di baringkan di ruang itu.,


Samudra., mengobati luka dalam keduanya., dengan menyalurkan hawa positif di tubuh keduanya.,


Damanta Reksa dipa., terbatuk dan darah kental yang meghitam keluar dari mulutnya., lalu samudra membantunya untuk duduk dan memulihkan tenaga.,


sedangkan Ranu Galang masih terlihat pingsan., karena memang dia yang lebih parah mengalami luka dalam.,,


"Kenapa tuan Tidak membunuh kami berdua?? Padahal jelas-Jelas kami berdua ingin sekali membunuh Tuan?? " suara Damanta Reksa dipa terdengar lirih. sambil mencoba untuk mengatur jalan Napasnya.,


''Anak muda., saya tidak punya hak., untuk mencabut nyawamu., karena saya hanya manusia yang sama sepertimu., nyawa kita milik Allah SWT., hanya dia yang berhak mencabut nyawa kita., Hidup dan mati kita sudah di tetapkan oleh Allah., tidak bisa di majukan ataupun di mundurkan., jika sekarang kamu masih hidup berarti Allah belum berkenan mencabutnya., "Ujar Imam Samudra bijaksana. ,


" Siapa Allah itu tuan???? "Tanya Damanta Reksa dipa dengan penasaran..


mendengar pertanyaan itu., Samudra hanya tersenyum


"Istrahat lah dulu anak muda., maafkan saya karena membuatmu terluka., namun sesungguhnya., semua sudah ketentuan Allah SWT.., saya tinggal sebentar sudah masuk waktu sholat., " Ujar Samudra masih dengan senyum yang tersungging di bibirnya.,


Damanta Reksa dipa., hanya menganggukan kepala pertanda setuju dengan ucapan Imam Samudra.,


sepeninggal Samudra., Damanta merenungkan tentang apa yang barusan terjadi., orang yang sudah berusaha dia bunuh., malah memilih menolongnya., "terbuat dari apa hati orang itu., kenapa tidakk sedikitpun tampak kebencian di matanya.,. sungguh baik orang berilmu tinggi itu.,!!? " damanta membatin.,


Uhuk.. uhuk

__ADS_1


huekkkk


suara batuk Ranu Galang.,


Dan Ranu Galang dana muntah darah kental.,


damanta Reksa dipa membantu Ranu Galang untuk duduk.,


"Di mana kita.,?? "Ucap Ranu Galang lirih menahan rasa nyeri


" Di kediaman orang yang tadi mau kita bunuh., " Jawab damanta Reksa dipa.,


Ranu Galang hanya diam membisu., entah apa yang bermain dalam benaknya.,


Ranu Galang mengatur Nafas mengalirkan tenaga dalam keseluruh dalam tubuhnya., berlahan-Lahan tenaganya telah pulih kembali.,


"Jadi kita berada di kediaman samudra!?? " Ujar Ranu Galang memastikan kebenarannya.,


"Iya., Bahkan dia yang sudah mengobati kita berdua"... Jawab damanta Reksa dipa memberi penjelasan.,


" Hmmm baguslah"Kata Ranu Galang sambil tersenyum misterius., entah apa yang dia rencanakan.,


Damanta Reksa dipa menatap curiga pada Ranu Galang.,

__ADS_1


Next


Apa yang Ranu Galang sebenarnya rencanakan


__ADS_2