PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
TELAGA


__ADS_3

Pagi buta seusai shalat subuh Abiyan sudah pergi meninggalkan istana menuju Hutan Untuk mencapai Telaga Harapan.,Hawa dingin menyeruak dari tetesan embun pagi, Nyanyian burung menyambut pagi menambah riuh suasana hutan Itu., tidak butuh Waktu lama Abiyan telah sampai di telaga Harapan.,


lama Abiyan termenung dengan apa dia harus mengalirkan Air telaga itu hingga sampai ke pemukiman penduduk., lalu Abiyan melihat seokor anak gajah yang sedang memakan bambu Abiyan terus memperhatikan ruas-ruas pada bambu itu hingga tiba-tiba ide muncul di kepalanya lalu Abiyan menebang beberapa potong bambu yang tumbuh subur di tempat itu., baru saja Abiyan hendak membelah bambu. itu menjadi Dua bagian dia dihentikan sekelompok bangsa Jin Penunggu Hutan itu.,


"Hei Anak muda., Apa yang kau lakukan di tempat ini!?. " Ujar pemimpin dari kelompok jin itu.


"Maaf saya hanya menginginkan sedikit Air Dari telaga itu!? " Ujar Abiyan sambil menunjuk telaga bening itu.,


''Tidak bisa! Telaga itu milik kami., kalian bangsa Manusia tidak pantas untuk Air dalam telaga Harapan ini?! " Abiyan hanya geleng-geleng kepala mendengar ucapan pemimpin para jin itu.,


"Sesungguhnya semua yang ada di muka bumi ini adalah ciptaan Allah SWT begitupun dengan air yang ada dalam telaga harapan itu., bukan kalian yang menciptakan Lantas kenapa mengakui jika telaga ini milik kalian.,? " Ujar Abiyan dengan sikap tenang.,


"Kami yang menjaga telaga ini sejak seribu tahun lalu kalian para manusia hanya bisa merusak, sebaiknya segera tinggalkan tempat ini jika tidak ingin mati di tempat ini!? " Ujar Jin itu dengan mata melotot.,


"astaghfirullah, sombong sekali ucapanmu, Hidup dan mati seseorang ada. di tangan Allah SWT., saya hendak melanjutkan kerjaan saya kalian silahkan kerjakan apa yang hendak kalian lakukan? " Ujar Abiyan sambil melanjutkan membelah potongan bambu itu menjadi Dua bagian., merasa di permainkan.,sekumpulan Jin itu menjadi murka,


"Dastan sepertinya manusia ini sudah bosan hidup., kita bunuh saja dia? " Ujar salah seorang Jin kepada ketua mereka Dastan.,

__ADS_1


Dastan yang sudah terpancing emosi segera mengeluarkan senjata pamungkas nya sebuah tombak dengan mata berkelok tuju., sedangkan Abiyan sama sekali tidak memperdulikan apa yang akan mereka lakukan.,


"Jangan salahkan kami jika terpaksa Kami membunuhmu anak muda?! " Ujar dastan sambil terbang dengan tombak yang siap menghantam dada Abiyan.,


Hiyaaaaaaaaaaa


Hussssssss


suitttttttttttt


Tusukan tombak Dastan menghantam Bantu Hinga terbelah menjadi dua.,


"Hati-hati., tombakmu begitu indah Terima kasih sudah membantuku dengan ikut membelah bambu yang akan saya pakai!? " Ujar Abiyan sambil tersenyum simpul., Dastan semakin menjadi geram langsung kembali menyerang Abiyan dengan tusukan dan tendangan., Namun Abiyan sama sekali tidak membalas setiap serangan Dastan dia hanya terus menghindar sedangkan tusukan tombak Dastan di jadikan tameng untuk membelah bambu., setelah Abiyan melihat semua bambu sudah terbelab semua Aryo menghentakkan kalinya ketanah dan dengan satu gerakan dia menampar Wajah Dastan. , Hingga Dastan mundur beberapa langkah sambil memegang pipinya yang terasa panas.


"Allaa ta'luu 'alayya wa'tuunii muslimiin!!!" Sentak Abiyan melompat dan hendak menampar Jin Itu kembali., dan seketika Dastan langsung bersujud memohon pengampunan Abiyan


"Maafkan saya Tuan,. Sungguh kami Tidak melihat jika Tuan adalah junjungan kami.,? " melihat Dastan bersujud seluruh Jin dalam hutan itu Langsung bersujud memberi Hormat pada Abiyan.,

__ADS_1


''Bangkitlah Tidak usah bersujud kepadaku sebab saya hanyalah seorang Hamba., " Ujar Abiyan santai.,


"Tidak Tuan,. mulai saat ini Tuan Adalah junjungan Kami., Apapun yang Tuan inginkan kami siap melaksanakan semua perintah Tuan? " Ujar Dastan dengan sungguh-sungguh., Abiyan yang benar-benar tidak mengerti kenapa bisa dengan mudahnya mereka bersujud kepadanya Hanya geleng-geleng kepala saja.,


"Ya sudah kalau begitu sekarang bantu saya bikin Bambu seperti ini., Yang lain tolong cari Kayu yang bercabang seperti ini? " Ujar Abiyan. Yang semula niatnya hanya untuk datang mencari inspirasi malah langsung prakteknya.,


" Baik Tuanku! " Jawab para iblis serentak dan langsung menjalankan tugas Masing-masing tidak butuh waktu lama Untuk Para Jin melakukan tugas yang di berikan Abiyan.,.


"Tancapkan Tiyang kayu bercabang itu disini di situ dan di sana,. Dastan Angkat batu besar itu dan taruh di bawah ujung bambu itu" Mendengar permintaan Tuannya Dastan dengan semangat mengangkat batu besar itu dan menaruhnya sesuai perintah Abiyan., lalu Abiyan mulai merangkai bambu-Bambu itu yang sudah di aliri air., Abiyan terus merangkai Di bantu pasukan Jin hingga sampai di Ujung kampung.,


"Tugas kalian Sudah selesai Kembalilah ke dalam Hutan jaga Rangkaian bambu-Bambu itu!?" perintah Abiyan pada para Jin


"Baik Tuanku kami akan menjaganya dengan nyawa kami" ujar Dastan mewakili yang lainnya lalu mereka menghilang masuk kedalam hutan


Lalu Abiyan kembali melanjutkan pekerjaannya ketika para prajurit melihat apa yang Abiyan kerjakan mereka berbondong-bondong datang membantu hingga rangkaian bambu itu berakhir di depan gerbang yang juga perbatasan Desa.,


Para warga yang melihat air mengalir di ujung kampung segera bergerombol datang menyaksikan yang bagi mereka. adalah sebuah mukjizat

__ADS_1


" Air ini air minum dan masak kalau buat mandi dan nyuci Tetap untuk saat ini masih di sungai di ujung kampung" Ucapan Abiyan disambut tepuk tangan yang meriah para warga.,


lalu merekapun satu persatu meminum air yang datang dari telaga harapan


__ADS_2