
Arisha nampak mempersiapkan semua kebutuhannya untuk segera mengembara., Abiyan yang sejak tadi hanya memantau kegiatan kakaknya untuk Beres-beres.,
"Kak, ini kakak pakai jangan sampai hilang!? " Ujar Abiyan sambil menyerahkan sebuah kalung berliontin bulan sabit berwarna putih kebirubiruan yang berkilauan.,
"Apa ini dek? dari mana adik dapat kalung ini? " Ujar Arisha sambil meraih pemberian adiknya dan memasangnya dileher.,
"Ini Namanya kalung jiwa., Dimanapun kakak berada saya pasti akan menemukan kakak., Ketika kalung yang kakak pakai warna liontin nya meredup sebaiknya kakak harus berhati-hati.," Ujar Abiyan dengan suara lembut.,
"Baiklah dek., Kakak pamit Titip Nenek Abi dan Umi., Asalamualaikum? " Pamit Arisha sambil mencium punggung tangan ibu dan Neneknya yang melepaskan Arisha dengan tangis haru.,
"Waalaikumsalam., " Ujar mereka dengan tatapan haru.,
Arisha berjalan hingga dermaga Di mana Ayahnya sudah berada di sana.,
__ADS_1
"pergilah kalian sebagai pengembara yang seperti kehilangan Arah.,ingat Tugas Mulia uang telah Allah amanatkan di pundakmu.," ujar Aryo yang kembali memberi wejangan.,
"Semua Nasehat Abi Akan Arisha ingat terus., Asalamualaikum bi, Arisha pamit" Ujar Arisha sambil mencium punggung tangan Aryo setelah itu dia langsung naik ke atas perahu.,
"Waalaikumsalam!? " Jawab Aryo lirih sambil menatap kepergian putrinya demi tegaknya syariat islam di tanah Batu Gaping.,
Dua Hari dua malam mereka terombang ambing dilautan.,
"Non, kenapa sih kita tidak langsung saja ke perairan Batu Gaping? " Ujar lail yang sunguh tidak paham dengan pola pikir Arisha yang menurutnya sangat mirip Dengan Aryo., Hanya Abiyan saja yang lain dari keduanya.,
" Maaf Nona dari mana Dan ada keperluan apa kemari? " Tanya Pria itu dengan wajah Garang.,
"Maaf Tuan saya hanyalah seorang pengembara yang kebetulan terdampar di pulau ini,. kalau boleh tau apa nama pulau ini.?" tanya Arisha sambil berlagak seperti orang kebingungan.,
__ADS_1
" Barja yang kita cari seorang lelaki, bukan perempuan., maaf Nona atas kepanjangan teman saya ini., ini adalah kerajaan Batu Gaping.,? tapi untuk memasuki wilayah ini Nona harus bayar pajak dan itu berlaku untuk semua tamu yang datang di tempat ini., sebagai imbalan dari pajak itu Nona bebas memetik dan menikmati hasil kekayaan Alam kerajaan Batu Gaping., " Ujar seorang pria lainnya yang tiba-tiba menyela Ucapan., Barja
"Berapa pajak yang harus saya bayar? " Ujar Arisha dengan sopan.,
" Dua keping koin perak itu berlaku untuk satu bulan Nona di tempat ini? " Mendengar ucapan Lelaki itu lalu Arisha merogoh sakunya dan mengeluarkan 2 keping koin perak dan menyerahkannya kepada lelaki itu.,
Arisha berjalan memasuki kerajaan Batu Gaping., saat Arisha melihat satu bangunan yang sangat megah., serta di beri pembatas dengan susunan batu pipih hinga terlihat sangat kokoh di mana di depan gerbang Istana itu berdiri sekitar ratusan orang bersenjata lengkap,. saat Arisha hendak melangkah lebih jauh salah seorang menghentikan langkahnya.,
"Maaf Nona orang luar di larang masuk ke dalam ini kawasan pribadi Ratu kami? silahkan Nona. segera tinggalkan tempat ini!? " Ujar salah seorang penjaga gerbang dengan sopan.,
Mendengar itu Arisha hanya tersenyum dan mengangguk pelan.,
"Maaf Tuan saya sungguh tidak Tau. " Ujar. Arisha sambil bergegas menjauh dari tempat itu, .
__ADS_1
" Kenapa banyak sekali orang yang berjaga di tempat ini!? " Ujar Arisha sedikit bingung dengan apa sebenarnya yang telah terjadi.,
" Entahlah Non., Hanya Allah yang. maha tau?" Ujar. Lail yang berubah wujud menjadi sendal yang di pakai Arisha.,