
"Rayana Apa kamu serius ingin membantu penyerangan Kesultanan lembayung? " Tanya Barja sang Ahli Nujum,.
"Iya saya sangat serius, Ada Apa Barja apa kamu meragukan kehebatan Bangsa kita? '' Ujar Rayana sambil menatap Tajam Barja.,
" Sungguh saya tidak meragukan kehebatan Bangsa kita Tapi Apa kamu lupa dengan apa yang pernah di Alami Rewadipa dan pasukannya saat menghadapi penguasa Dua Alam!? " Ujar Barja mencoba mengingatkan Rayana dalam mengambil keputusan.,
"Barja Apa yang Rewadipa dan pasukannya Alami itu hanyalah sebuah kesialan semata tapi kali ini rencana yang disusun Raja Zalan sangat menjanjikan, Saat Umat islam sedang Shalat kita akan langsung menyergap mereka. Hingga Tak ada satupun yang tersisa dengan begitu Orang yang selama ini ada di belakang penguasa Dua Alam lenyap tak berbekas setelah itu terjadi maka dengan mudah kita membunuh Sultanah Arisha si penguasa dua Alam itu!? " Ujar Rayana dengan penuh semangat., Mendengar penjelasan Rayana tentang penyerangan tiba-tiba itu Barja Geleng-geleng kepala,.
"Tuan Rayana yang terhormat bukankah itu sangat memalukan bahkan bisa mencoreng Nama besar pasukan Dunia Tengah yang terkenal selalu. bertindak dengan kehormatan,. dan Tindakan Tuan yang menyerang pasukan yang dalam keadaan tidak siap sungguh sangat memalukan!? " Ujar Barja mengingatkan Ketuanya agar tidak mencoreng nama besar Dunia Tengah.,
''Tutup Mulutmu Barja,. Tau apa kamu tentang kehormatan, Kamu pikir saya tidak tau apa itu kehormatan, Lihat gerbang yang hancur itu!? Apa itu yang kamu sebut kehormatan dengan membiarkan manusia Rendah merubah tatanan Kehidupan Dunia Tengah,. Sampai Dunia ini hancur lebur saya tidak akan setuju, Dan Asal kamu tau saya melakukan semua ini semata-mata untuk menjaga harkat dan martabat Dunia Tengah,!? "Ujar Rayana dengan ketus, Barja yang melihat Rayana sudah di kuasai emosi dengan sangat terpaksa setuju dengan Rencana Rayana untuk ikut serta dalam penyergapan Umat Islam ketika seluruh Umat islam di Kesultanan lembayung sedang melaksanakan shalat jum'at secara berjamaah di mesjid mereka., Akhirnya dengan membawa beberapa orang pasukan Tangan kematian Rayana berangkat menuju Kerajaan Batu Gaping di mana Putra kegelapan menantinya di sana untuk Berangkat Bersama-sama menuju Kesultanan lembayung secara sembunyi-sembunyi ,.
__ADS_1
Sementara Itu Disisi Lain Dunia Tengah Rewadipa Yang mengundurkan DIRI dari pasukan Tangan Maut sedang asik menanam Sayuran,.
"Rewadipa!! Rewadipa!! " Teriakan Sonata Sambil berlari kecil menuju Tempat Rewadipa sedang duduk,. Rewadipa yang terkejut mendengar teriakan Sonata Langsung menoleh dan melambaikan Tangan-Nya.,
"Ada apa sonata? Kamu seperti Sedang terburu-buru, Ini minum dulu!? " Ujar Rewadipa sambil menyodorkan kendi Air minum Kepada Sonata
Gluk... gluk.. gluk
suara tegukan Sonata terdengar jelas dan dia meneguk habis isi air dalam kendi milik Rewadipa.,
"Gawat Rayana telah keluar membawa pasukan menuju Kerajaan Batu Gaping untuk membantu pasukan Putra kegelapan untuk menyerbu Kesultanan lembayung ketika seluruh Umat islam sedang melakukan Shalat Jum'at yang menurut informasi ketika Shalat jum'at di adakan maka seluruh Laki-laki islam akan berbondong-bondong kemesjid dan saat itulah kondisi Kesultanan lembayung sangat lemah dan mudah mereka masuki,. Menurut kamu Apa yang harus kita lakukan!? " Panjang lebar Sonata memberi penjelasan pada Rewadipa.,
__ADS_1
"Memangnya Apa yang bisa kita lakukan Lagipula kita bukan lagi bagian dari pasukan Tangan Maut! " Ujar Rewadipa Santai Namun terlihat jelas dari garis wajahnya yang sebenarnya Rewadipa memikirkan Langkah apa yang harus mereka Ambil.,
"Apa kita Diam Saja ketika orang yang memberi kita pengampunan sedang dalam masalah serius.? " Ujar Sonata dengan raut wajah Pasrah.,
"Yang Mereka Serang bukanlah Kesultanan Tanjung hira tapi Kesultanan Lembayung dan itu tidak ada hubungannya dengan kita!? " Ujar Rewadipa dengan Nada datar.,
"Tapi Menurut Informasi yang Akurat Sultan Aryo penguasa Kesultanan lembayung dialah dalang di balik selamatnya Penguasa dua Alam.,!? " Ujar Sonata sambil mencoba mengingat kembali tentang kejadian ketika mereka dengan mudah di lumpuhkan oleh seorang pemuda Tampan yang mengaku sebagai pengembara.,
"Sultan Aryo? mereka pasti Salah Sultan Aryo tidak ada hubungannya dengan Selamatnya Penguasa dua Alam itu? Tapi Tunggu dulu Apa kamu tau siapa Sultan Aryo itu? " Tanya Rewadipa dengan penasaran tentang identitas penguasa Kesultanan lembayung itu.,
"Menurut Informasi Sultan Aryo adalah Ayah dari penguasa Dua Alam itu! " Rewadipa langsung memotong Ucapan Sonata.,
__ADS_1
"Tunggu Dulu., Jika Sultan Aryo adalah Ayah Dari Sultanah Arisha berarti dia Juga Ayah dari Tuan Tampan yang memberi kita pengampunan, Jangan-jangan Kita salah mengenali orang penguasa Dua Alam yang sebenarnya Bukanlah Sultanah Arisha Tapi Pemuda Tampan yang dengan mudah mengalahkan kita itu!? " Ujar Rewadipa Sambil mencoba menelisik setiap pertempuran yang pernah mereka lakukan ketika berhadapan dengan Pemuda tampan itu.,