PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
ARISHA


__ADS_3

Setelah kekalahan yang mereka alami Di Desa sanggula., Ki Rekso jatuh sakit karena memikirkan kerugian yang begitu besar sedangkan hasilnya tidak Ada dia hanya berbaring sambil menghitung banyaknya sarang Laba-laba di kamarnya.,


sedangkan Ki Ranu Galang yang hanya punya satu kaki yang masih berfungsi dengan baik.,dia yang telah cacat langsung pulang dan mengasingkan diri di kaki bukit Awung di gubuknya.,


sedangkan Ki sapta prana yang hanya memiliki satu tangan yang berfungsi normal akibat remasan keras Aryo., kembali kehutan mati dan meratapi kegagalan dan melakukan tapa brata dalam gua di hutan mati.,


Maja juga yang mengalami patah kaki. memilih tinggal jauh dari hiruk pikuk orang dia memboyong istri hasil pernikahan sakralnya di hutan mati dan mereka tinggal dan menetap di batu gaping. di suatu pulau yang terletak di sebelah barat kota lembo, pulau itu sangat terpencil namun tanahnya yang subur membuat maja dan Nining istrinya tak pernah kekurangan makanan.,


Ranca yang juga mengalami kelumpuhan satu kakinya., memilih pulang Ke Awung dia memboyong sahira istrinya dan sanusi,anjar dan sandi ikut pulang bersama ranca dan Ki Ranu Galang mereka lebih memilih menetap di kaki gunung Awung serta membangun perumahan tidak jauh dari gubuk Ki Ranu Galang., perkampungan mereka., jauh dari hiruk-pikuk keramaian.,


Anoi yang juga mengalami kelumpuhan pada satu tangannya memutuskan menetap tinggal di kota lembo dia dan midah istrinya lebih memilih tidak kemana-mana mereka berdua lah yang menepati markas yang mereka sering gunakan untuk pertemuan.,


sedangkan wira yang juga sudah lumpuh karena satu kakinya patah memilih pergi jauh dia memboyong istrinya kesebuah pulau di desa waringin., jarak Dari lembo sekitar 200 Km. yang lainnya terpencar ke


mana-mana untuk mencari ketenangan.

__ADS_1


sejak saat itu keberadaan para dukun santet dan pemilik ilmu Hitam itu sudah tidak kedengaran lagi di mana kabarnya keberadaan mereka seolah di telan bumi bahkan diantara warga sekitarnyapun sudah tak terdengar kabar beritanya.,


Desa sanggula telah kembali di mana masa kejayaan sewaktu Ki Along masih sangat di segani dulu., Ajaran Islam Mulai banyak di minati oleh warga di luar Desa sanggula.,


"Alhamdulillah, sudah delapan Purnama., Desa kita tentram dan Damai., ini merupakan Anugrah Allah SWT., " Ujar Dawung pada Ki Along yang lagi berdiri di samping masjid sambil memandang Riuhnya warga kampung bawah yang akan menyambut hadirnya bulan penuh berkah.,


"Iya semoga dalam memasuki bulan yang penuh berkah ini.,seluruh umat muslim di Desa sanggula ini dapat melaksakan ya dengan tenang tanpa ada gangguan seperti yang sudah-sudah., " mendengar ucapan Ki Along Dawung manggut-manggut..


"aamiin! " jawab Dawung dengan sungguh-sungguh..


Rindi yang sedang berbaring kesakitan


"Sayang perutku sakit sekali..,!! " Rengek Rindi pada Aryo yang nampak duduk dan mengengam tangan istrinya.,


"Tahan sedikit lagi yah sayang., " Aryo menguatkan istrinya dengan membelai rambutnya.,

__ADS_1


tepat ketika matahari berada di atas kepala hujan tiba-tiba Reda dan dalam kamar terdengar.,


Oe... oe... oe...


Suara tangis bayi di padukan dengan suara Azan di mesjid Al Ikhlas pertanda waktu shalat jum'at sebentar lagi tiba.,


Rindi melahirkan seorang bayi perempuan., dan di beri Nama Arisha..


Sesuai dengan Namanya Tangisan saat dia lahir adalah tangisan terakhirnya.,


sesuai dengan namanya Arisha.,dia tumbuh sebagai seorang gadis tangguh dan mandiri., sifat lembut ibunya.., serta sifat perkasa ayahnya semua ada dalam diri Arisha., saat usianya Empat Tahun Arisha sudah hatam Al-Quran., Tidak heran karena sejak dalam kandungan Aryo ayahnya sudah sering membacakan ayat suci Qur'an sebelum ibunya tertidur.,..


Sejak saat itu., Aryo dibantu Ki Along Dawung dan para pekerjanya untuk membangun sebuah bangunan yang di gunakan untuk mengajari para Anak-anak untuk baca tulis.,


Namun justru yang terjadi sebaliknya malah para pemuda dan orang-orang tua berbondong-bondong ikut belajar menulis dan membaca.,

__ADS_1


Semakin lama semakin Rame yang berdatangan untuk belajar membaca dan menulis maka Aryo mulai membangun tempat semakin besar yang di beri nama Pondok Al Ikhlas., sesuai nama mesjid mereka..


__ADS_2