PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
TAKJUB


__ADS_3

Pandangan Rayana Tertuju pada Shira yang terus meraung menahan perih,


"Azabil Sebenarnya apa tujuanmu Datang kemari!?" mendengar Pertanyaan Rayana


Hahahahahahahaha!!!


Tiba-tiba Suara Tawa Azabil pecah membahana di telan kegelapan malam,


"Sudah Saya katakan kalian semua Harus Bersujud Di hadapan penguasa Kegelapan,.dan kalian semua harus patuh pada Perintah Saya, Atau diantara kalian Ada yang ingin mencoba kehebatan Belati mutiara hitam yang ada ditanganku ini Ha!!?" Suara Azabil Terdengar keras membuat Rayana sedikit Ciut ketika melihat Belati yang ada di tangan Azabil.,


"Tuan! Azabil Penguasa Kegelapan, Saya tidak akan pernah bersujud kepada Mahluk Ciptaan Yang Sama Seperti Saya,. Belati yang ada dalam gengamanmu Tidak pantas engkau miliki Iblis berhati busuk sepertimu Pantasnya bermain dengan tongkat kepala tengkorak Yang Selalu Kamu banggakan,.!? " Mendengar Ucapan Rewadipa Serentak mereka semua Langsung menoleh Kearah Rewadipa, Yang muncul Tiba-tiba dengan mengenakan Jubah yang di berikan Oleh Abiyan,.


"Rewadipa, Lama tidak ketemu,.? Besar juga nyalimu Apa kamu buta tidak melihat Apa yang Ada dalam genggaman saya ini! Pisau Yang bisa menusuk jantungmu!? "ujar Azabil sambil mengacungkan Belati mutiara hitam itu pada Rewadipa yang hanya menanggapinya dengan senyum melecehkan,


" Belati Itu Tau siapa tuannya Azabil dan yang pasti bukan kamu ataupun Salah Satu dari kita di sini, jadi sebaiknya tidak usah bangga dengan adanya belati mutiara hitam itu, Yang tentunya kamu dapat dengan Jalan yang kotor!?" Mendengar ucapan Rewadipa yang merendahkan Harga Dirinya Azabil Langsung menyerang Rewadipa dengan Tusukan Yang mengarah Tepat di dada kirinya,.


Hiyaaaaaaaaa


Whusssssssss

__ADS_1


Ctasssssssss


Braghhhh


kecepatan Serangan Azabil laksana kilat yang siap merobek dada Rewadipa, Namun Rewadipa yang sudah bersiaga segera Memiringkan Tubuhnya kekiri dan kekanan menghindari Tusukan Belati Mutiara Hitam itu Yang terus Saya mengincar Jantungnya, Melihat Ujung Belati yang begitu Tajam membuat Rewadipa sedikit bergidik,. Azabil yang Sudah kehilangan kesabaran Segera Menaikan Tempo kecepatannya,. Hingga membuat Rewadipa kewalahan.,


Hiyaaaaaaaaa


Whussssss


Bragkhh


singgggg


Aghhhhhhhh


Azabil kembali menyerang dengan Tujuan langsung menghantam jantung Rewadipa untuk memberikan contoh pada yang lainnya jika berani menantangnya maka kematian Adalah jawabannya,


Tusukan belati Yang Rewadipa tidak sadari saking Cepatnya gerakan Azabil tepat menghantam Dadanya,. mengerang dan semua mata langsung tertuju pada Rewadipa yang memegang tangan Azabil dengan mata pisau yang menancap Di dadannya, Namun Aneh Rewadipa Tidak merasakan Sakit Sama sekali,.

__ADS_1


"Apa yang terjadi!? " Ujar Azabil Sambil mencabut Belati itu,.


"Apa!!! " Azabil langsung terperanjat ketika melihat perubahan yang terjadi pada belati itu ketika menempel ke tubuh Rewadipa mata belati itu langsung lunglai laksana kain yang luruh dan ketika di tariknya kembali Belati itu kembali Tajam Sekitar Sepuluh kali Azabil melakukan itu Hingga Akhirnya dia melompat menjauhi Rewadipa Yang sama terkejutnya seperti halnya Azabil,. Sungguh Akal sehatnya Tidak bisa menerima Namun Hal itu nyata terjadi Di depan matanya dan di saksikan oleh Rayana dan juga yang lainnya yang sama-sama terkejut Akan kejadian itu.,


"Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi!? Sihir dari Dunia mana yang kamu gunakan Rewadipa!? " Mendengar ucapan Azabil yang bergetar Rewadipa tersenyum,.


"Kamu Lupa Azabil yang Saya bilang tadi, Belati mutiara Hitam itu, Tau Siapa Tuannya, Tugasnya melindungi bukan membinasakan,!? " Ujar Rewadipa berteka teki,.


"Apa Maksudmu Rewadipa!? " Azabil makin penasaran dengan maksud ucapan Rewadipa.,


"Apa kamu lupa, Belati itu milik Siapa!? Dan jubah ini Adalah pemilik belati itu!? " Mendengar Ucapan Rewadipa Azabil Sontak terlonjak Dan mundur beberapa langkah dan kemudian memberi kode pada pasukannya untuk segera mundur., merekapun langsung mundur kembali Menuju Batu Gaping dengan hasil kegagalan,.


"Aryo damanta, Segitu hebatnya kah dirimu hingga jubahmu saja mampu meredam kesaktian belati Mutiara hitam ini," Guman Azabil sambil terus bergerak membelah malam,


Sementara itu Somali yang masih penasaran dengan sikap Abiyan yang tenang Saja meskipun Dia Tau Azabil yang sekarang memegang Belati Itu. ,


"Asalamualaikum, Tuan!? " Sapa Somali Sambil mengibaskas ekornya yang sangat tajam ke tanah,.


"Waalaikum'salam, Somali kenapa wajahmu terlihat Muram!? " Ujar Abiyan dengan senyuman teduhnya yang kemudian ikut membawa suasana hati Somali sejenak tentram,.

__ADS_1


"Tuan Bukankah sebuah petaka besar akan menimpa Dunia tengah Jika Saya Azabil benar-benar Naik untuk menyerang pasukan mereka,. Apa perlu saya naik dan ikut membantu penghuni Dunia tengah!? " Mendengar Pertanyaan Somali Abiyan menatap Mata Burung Elang Somali dengan senyuman yang masih mengembang di bibirnya.,


"Somali Untuk kali ini, Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri,. Allah pasti bersama mereka yang dengan Ikhlas dan Tulus memohon Bantuannya,!? " Mendengar Ucapan Abiyan yang teduh Somali seketika Bungkam dan Ikut duduk dalam hening di samping Abiyan sambil menikmati Sinar Mentari yang sebentar lagi terbenam,.


__ADS_2