PENGUASA DUA ALAM

PENGUASA DUA ALAM
MARANTAWALI


__ADS_3

Arisha masih memikirkan Apa penyakit yang di Alami oleh Pak Warman yang begitu Aneh dan bisikan orang itu akar apakah gerangan.,


Selang beberapa saat kemudian Prajurit pengawal itu telah kembali.,


"Asalamualaikum Tuan Sultanah Ini Akar yang Tuan minta? " Ujar pengawal itu sambil menyerahkan sepotong Akar yang bentuknya terlihat Aneh.,


"Waalaikumsalam,. Apa Nama akar ini? " Tanya Sultanah Arisha pada semua yang ada di situ namun semua mengeleng tidak tau..


"maaf Tuan Sultanah,. Kami bangsa jin menyebut marantawali., karena Rasanya yang pahit kami sering mengunakan akar itu untuk mengobati gatal-gatal pada kulit., Selepas itu kami juga tidak tau kegunaan lainnya.!" Ujar lail mendengar penjelasan Lail Sultanah Arisha Hanya manggut-manggut pelan.,


"Ibu Siti Rebuslah akar marantawali ini dan bawa air rebusan nya pada saya!? " Titah Sultanah Arisha pada bu Siti yang langsung bergegas kedapur dan merebus Akar marantawali itu., selang beberapa saat kemudian,.

__ADS_1


"Ini Tuan Sultanah air Rebusan Akar marantawali tadi.,! " Ujar Ibu Siti sambil menyerahkan kendi kecil berisi Air rebusan marantawali,.


Arisha meraih kendi itu dan membaca doa seperti yang di ajarkan pada bisikan itu., lalu Arisha menyerahkan kendi itu untuk di minum oleh Bapak Warman. ,


"Minumlah Air rebusan marantawali ini Tahan sedikit rasanya mungkin sangat pahit., namun meskipun pahit percayalah manfaat dari Akar ini pasti sangat luar biasa!? " Ujar Sultanah Arisha memberi titah pada pak Warman yang seperti emggan meminumnya namun semua demi kesembuhan agar bisa mencari nafkah buat keluarga., Pak Warman pun langsung meneguk Air rebusan akar marantawali itu.,


hoekkkk


Rasa pahit yang teramat sangat hampir membuat Pak Warman muntah namun dia cepat menutup mulutnya dan memaksa Air rebusan itu masuk.,


"Tahan Pak semua untuk kesembuhan bapak ibu tidak tega melihat bapak menderita tiap malam!? " Ujar Ibu Siti ketika melihat ekspresi Suaminya yang hampir muntah.,

__ADS_1


Hawa hangat masuk dan menyebar kedalam tubuh Pak Warman., berlahan-lahan kondisi tubuhnya kembali Normal dan langsung melepas lapisan kain yang membalut tubuhnya karena dia merasa Gerah., dan Pak Warman langsung bangkit dan duduk di hadapan Sultanah Arisha.,


"Terima kasih Tuan Sultanah,. karena sudah sudi menolong Rakyat jelata seperti saya ini., Tubuh saya sudah tidak dingin lagi., dan semua ini berkat Tuan Sultanah Arisha sekali lagi Terima kasih Tuan Sultanah!? " ujar pak Warman sambil membungkukkan badannya sedikit., mendengar ucapan pak Warman Arisha hanya tersenyum.,


"Kesembuhan yang bapak dapatkan Semuanya karena Allah SWT,. Jadi jika bapak hendak berterima kasih berterima kasihlah Pada Allah yang maha sempurna,. Sesungguhnya sakit dan sehat semuanya Allah yang mengatur., " ujar Arisha.,


"Tapi Tuan Sultanah,. Saya tidak tau Tuhan Itu Ada di mana untuk berterima kasih kepadanya.,? seketika Arisha tersentak dengan pertanyaan Pak Warman yang mempertanyakan tentang keberadaan Tuhan.,


"Tuhan adalah dzat yang tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan kehadirannya. Lalu seperti yang bapak tanyakan dimanakah Tuhan berada? Dalam tradisi agama-agama, Tuhan diyakini berada dimanapun dan sangat dekat dengan manusia. Tuhan ada saat kita makan, tidur, berjalan, gembira, bersedih atau dalam kondisi apapun. yang jelas dekat dengan umatnya., sedangkan dalam islam bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah itu di atas ‘arsy di langit dan dekat dengan makhluk-Nya.” ujar Arisha yang sungguh dalam hal menjelaskan tentang Tuhan dengan baik sehingga bisa di pahami dengan jelas.,


Namun pak Warman ketika mendengarkan penjelasan Sultanah Arisha nampak manggut-manggut sepertinya paham dengan penjelasan Arisha

__ADS_1


__ADS_2