
Kerajaan Waringin Semakin Ramai dengan kehadiran saudagar-saudagar dari pelosok negeri datang ke Waringin mengadu Nasib dan mencari hiburan, Sebab pusat kerajaan Waringin banyak menyediakan Hiburan yang memanjakan Para hidung belang Dan Kerajaan Waringin pula menyediakan Arak terbaik di seluruh Negeri., Sehinga tempat-tempat Pelacuran tersebar hampir di setiap sudut Kerajaan Waringin tak Heran jika para pemburu kenikmatan dunia memilih Kerajaan Waringin sebagai tujuan perniagaan mereka.,
Raja Dasim yang terlena dalam kenikmatan dunia berlahan-lahan lupa akan Tujuannya datang ke Kerajaan Waringin untuk meminta pertolongan Raja Zalan agar membantunya memulihkan kekuatan pasukannya., Namun Aroma Arak dan lekuk tubuh wanita seksi membuatnya terbenam dalam lumpur dosa., Dan Sifat Buruknya tak bisa terbendung melihat wanita cantik tidak perduli dia putri atau istri siapa Pasti di garapnya dan tidak seorang pun yang berani melawan keinginan Raja Dasim.,
"Tuanku Yang Mulia Raja, Tuan sudah terlalu banyak minum, saya mengerti Tuan Raja hanya ingin menghilangkan perasaan malu yang Tuan Raja rasakan,.namun Tuan juga harus ingat dengan tujuan awal kita datang ke. kerajaan Waringin ini.,!? "Ujar Amar mengingatkan Rajanya Yang mabuk parah.,
"Amar kamu tenang saja., Arak ini sungguh sangat luar biasa, Ayolah kita bersenang-senang, perang itu Ada menang ada kalah anggap saja kemarin kita lagi soal., dan untuk saat ini kita nikmati hidup ini Amar,.!? " Jawab Raja Dasim yang otaknya telah terkontaminasi oleh Alkohol., Mendengar jawaban Raja Dasim Amar sang panglima perang hanya geleng-geleng kepala sambil ikut menegak minuman beralkohol itu.,
Selang beberapa saat kemudian mereka berdua telah larut dalam suara kendi Arak yang di hentakan keatas meja.,
"Tuan Raja lihatlah Gadis yang melintas itu sungguh sangat Cantik!? " Ujar Amar sambil menunjuk kearah seorang Gadis yang melintas lewat depan kedai khusus dibuat untuk para punggawa Kerajaan Waringin,. mendengar kata gadis cantik spontan Raja Dasim menoleh kearah yang di tunjuk oleh Amar., Benar saja seketika wajah Raja Dasim berubah tegang.,
"Bukan main Kamu Benar Amar dia memang lumayan cantik,. Cari tau di mana dia tinggal sepertinya wanita itu bisa memenuhi hasratku.,? " Mendengar Ucapan Raja Dasim, Amar langsung memerintahkan seorang prajurit untuk mengikuti secara diam-diam di mana rumah wanita cantik itu.,
Raja Dasim sudah tidak sabar menanti kabar tentang Alamat Rumah gadis itu., Raja Dasim nampak bolak-balik dengan tubuh sempoyongan karena mabuk., Selang beberapa saat kemudian seorang prajurit muncul dari balik pintu kedai,.
__ADS_1
Ampun Tuan Raja Nama Gadis itu Lena dia istri dari Sarwana salah satu pasukan Kerajaan Waringin.,!? " Lapor Prajurit itu.,
"Lena! Nama yang indah sesuai dengan namanya., dan saya tidak perduli siapapun suaminya atau orang tuanya saya menginginkan gadis itu sekarang juga bawa saya kesana menemui gadis itu.,!? " Titah Raja Dasim dengan senyum mesumnya.,
"Baik Tuanku Raja,. " Jawab prajurit itu meskipun dia tidak suka dengan kebiasaan Raja Dasim namun dia tidak berani menentang perintahnya dengan terpaksa dia mengantarkan Raja Dasim kerumah Sarwana.,
"Sarwana! " Pangil prajurit itu ketika mereka telah sampai di depan Rumah Sarwana.,
Kiekkkkkk
suara pintu terbuka.,
Detakan jantung Sarwana seolah berhenti berdetak ketika dia melihat Raja Dasim ada di depan Rumahnya.,
"Maaf Tuanku baginda Raja Apa. yang membawa Tuan Raja kamari? " Sarwana bertanya dengan dada yang bergemuruh.,
__ADS_1
"Mana Istrimu? Saya menginginkan dia? " Ujar Raja Dasim blak-blakan., mendengar ucapan Raja Dasim spontan kaki Sarwana lemas dia langsung luruh ketanah dan memohon kebijaksanaan Raja Dasim.,
"Ampunilah kami Tuan Raja,. Istri saya sedang berhalangan dan badanya sangat bau,. kiranya Tuan Raja bisa mencari wanita yang lain? " Ujar Sarwana dengan suara mengiba.,
"Saya Tidak perduli Bawa istrimu kemari cepat., Jangan buat kesabaran saya Habis" Raja Dasim kian geram karena Nafsu sudah memuncak sampai Ubun-ubun.
Sarwana makin bersujud memohon Agar melepaskan istrinya sebagai target pelampiasan nafsu durjana Raja Dasim.,
"Tuan yang Agung saya mohon jangan istri saya Tuan Raja? " Jawab Sarwana yang mulai meneteskan Air mata karena membayangkan yang akan terjadi selanjutnya...
Next
apa yang akan terjadi pada Istri Sarwana?
Jangan lupa Like coment and Vote
__ADS_1
************Terima kasih************
Maaf Author menulis dalam keadaan sakit