
Alam begitu sejuk ketika Arisha keluar dari dalam hutan langkahnya langsung terhenti.,
"Lail? Apakah kita tidak salah tempat? " Ujar Arisha sambil keheranan., melihat banyaknya bangunan baru dan pagar yang menjulang tinggi yang terbuat dari Batang pohon besar.,
"Perasaan kita sudah benar berada di Sanggula., tapi.,? Apa ini padahal baru satu purnama tapi kenapa cepat sekali" lail kehabisan kata dia sungguh seperti berada di tempat Asing.,
Arisha melangkah melewati perumahan baru., dan melihat satu bangunan kecil dan sangat indah
"Asalamualaikum Non Arisha., " Sapa bisno yang melihat Arisha yang seperti orang linglung.,
"Waalaikumsalam,. Eh paman., bagaimana bisa paman hanya satu purnama saya meninggalkan Sanggula dan dalam waktu sesingkat itu., semua bangunan ini bisa terbangun? " Ujar Arisha masih dengan rona kekaguman di wajahnya. ,
"Tidak ada yang tidak mungkin Bagi Allah SWT., semula kami juga tidak begitu yakin., Tapi Tuan Abiyan dialah yang merancang semuanya.,? " Ujar Bisno dengan rasa kagum
"Aneh kayu-Kayu sebesar itu? Bagaimna mungkin dapat di tegakkan dengan waktu yang singkat? " mendengar keraguan Arisha Bisno hanya tersenyum simpul
__ADS_1
"Kalau Pake tenaga manusia jelas mustahil di lakukan dengan waktu yang secepat itu., sebaiknya nona lihat sendiri saja proses pengerjaannya., kebetulan dinding bagian utara belum selesai.,! " mendegar penjelasan Bisno dengan rasa penasaran dia langsung pergi ke arah yang di sebutkan Bisno.,
"Subhanallah., " Takjub Arisha melihat Gajah yang kompak bekerja sama dengan manusia.,
"Pantas saja pekerjaan mereka. cepat selesai kalau keadaannya seperti Ini? " Ujar Lail yang ikut takjub
"Gajah-gajah itu Hewan liar yang tinggal jauh di dalam hutan bagaimana mungkin gajah itu dengan begitu mudah di jinakkan? " Ujar Arisha semakin penasaran dengan apa yang mereka kerjakan.. lalu dia berjalan menuju Rumahnya., namun langkahnya dihentikan oleh dua orang prajurit yang tidak mengenalinya.,
''Maaf Nona mau kemana? Cari siapa? Dan apa keperluan apa? " Ujar salah seorang prajurit itu
" Tuan Abiyan lagi menemani Sultan meninjau lokasi Kalau boleh Tau Nona ini siapa? " mendengar kata Sultan Arisha semakin Bingung siapa lagi Sultan yang mereka maksud ini ah semakin aneh rasanya desa Sanggula ini.,
"saya Kakak dari Abiyan dan Putri dari Aryo damanta? " Ujar Arisha dengan sopan.
"Maaf Tuan Putri, Kami sungguh tidak tau kalau Tuan putri adalah putri Sultan kalau tidak salah nama Tuan putri Adalah Arisha.,?" Ujar kedua prajurit itu.,
__ADS_1
" Apa?Abi jadi Sultan? Lalu kalian siapa? " kedua prajurit itu saling pandang.,
"Iya Tuan ayah Tuan putri Adalan Sultan Lembayung., Kami berdua adalah prajurit Kesultanan lembayung., silahkan masuk Tuan Putri Ibu Ratu ada di dalam " Arisha pun berlalu meninggalkan dua prajurit itu dan bergegas menemui ibunya di dalam.,.
" Abi sebenarnya saya ada satu rencana untuk memudahkan seluruh Rakyat untuk menikmati Air bersih Tapi saya masih dalam tahap merancang? " Ujar Abiyan pada Sang Sultan
" Biyan jika untuk kemaslahatan umat Abi pasti mendukung.., Kira-kira kapan Rancangan itu selesai kamu buat? " Tanya Sultan Aryo damanta
"InsyaAllah secepatnya, saya lihat kak Arisha sudah kembali dari Batu Gaping., kalau di lihat dari wajahnya sepertinya dia gagal Mengendalikan emosinya? " Ujar Abiyan dengan senyum tipisnya., Sultan pun ikut tersenyum sambil memukul pelan pundak putranya.,
"Satu mata koin memiliki dua sisi yang berbeda tapi dalam satu mata koin Itu ibarat kamu dan kakakmu Arisa satu Raga dengan jiwa yang berbeda" mendengar kalimat ayahnya Abiyan tersenyum makin lebar.,
" Abi lupa akan satu hal Meskipun di kedua sisi koin itu berbeda tapi tetap saja memiliki nilai yang sama., "
"Kamu benar., Tapi sebenarnya ada. satu hal yang menganggu pikiran Abi., Gajah-gajah itu bagaimana bisa kamu membuatnya patuh? " Mendengar pertanyaan ayahnya Abiyan sejenak terdiam
__ADS_1
"Bismillah hirrahmani rahiim, allaa ta’luu alayya wa’tuunii muslimin.,yang Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu berlaku sombong kepadaku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri., saya hanya mengutip Doa Nabi sulaiman dan Alhamdulillah hewan-hewan itu seketika menurut dan saya juga menjanjikan mereka untuk menanam pohon pisang di sekitar batas hutan untuk makanan hewan-hewan itu.,?" Mendengar penjelasan Abiyan Sultan nampak tercengang dari mana Abiyan belajar semua itu.,