
Hubungan Windi dan Andre tetap seperti biasa. Andre tetap menganggap Windi sebagai temannya saja.
Di saat Andre menggoda Windi, itu hanyalah sebagai pelampiasan di saat dirinya merindukan wanita yang di cintainya.
Namun berbeda halnya dengan Windi, di dalam hati, pikiran serta perasaannya, Andre adalah pria yang telah menguasai seluruh relung - relung hatinya.
Hubungan yang berat sebelah itulah yang berjalan selama setahun ini, dan di saat ini juga adalah hari terakhir mereka menempuh pendidikan di sekolah menengah pertama itu.
Hari terakhir murid - murid mengikuti Ujian Akhir Nasional.
Keceriaan tergambar di setiap wajah murid - murid yang keluar dari ruangan kelas tempat mereka mengikuti ujian.
Tidak terkecuali dengan Andre dan Windi.
" Win...setelah ini, kamu akan melanjutkan sekolah Mu dimana...???." Tanya Andre.
" Terus...kamu juga...mau melanjutkan sekolah dimana...???." Ucap Windi menyangga pertanyaan dari Andre.
" Aku bertanya kepadaMu...tetapi kamu malah balik tanya ke aku...jawab dulu pertanyaanKu...baru aku juga akan menjawab pertanyaanMu itu." Balas Andre menanggapi perkataan Windi.
" Kalau aku sih...aku akan melanjutkan sekolahKu di tempat kamu akan melanjutkan sekolahMu." Jawab Windi sambil tersenyum.
" Kalau aku tidak mau melanjutkan sekolahKu...bagaimana...???." Ucap Andre menanggapi perkataan Windi sambil tersenyum licik.
" Aku juga tidak mau melanjutkan sekolahku." Jawab Windi.
" Anak bodoh...!!!."
Andre menanggapi perkataan Windi dan tangannya langsung menjitak kepala dari Windi sambil berlari meninggalkan Windi.
" Andre...sini kamu...kemari kamu." Ucap Windi sambil mengejar Andre.
" Coba kejar aku kalau kamu bisa." Ucap Andre sambil terus berlari dan tersenyum.
Setelah Windi sudah tidak lagi bisa untuk mengejarnya, serta sudah menunjukkan wajah yang seakan sedang marah kepadanya, akhirnya Andre pun berhenti dan berbalik kembali menuju ke arah Windi berdiri.
" Kacian...ngambek yah...???." Ucap Andre mengejek Windi.
Windi tidak menanggapi perkataan Andre, gadis itu langsung membalikkan badannya dan langsung berjalan menuju ke ruangan kelas.
Setelah melihat tingkah laku yang Windi tunjukkan, akhirnya Andre pun menyusul Windi ke dalam kelas.
" Hai cantik...bolehkah aku duduk di sampingmu...???."
Ucap Andre merayu Windi agar gadis itu tidak ngambek lagi padanya.
Windi tetap diam dan tidak menanggapi kata - kata rayuan dari Andre.
" Baiklah kalau tidak bisa...kalau begitu aku akan mencari tempat duduk yang lain, yang berdekatan juga dengan gadis cantik."
Ucap Andre sambil menatap ke kiri dan ke kanan seakan ingin mencari seseorang yang akan dia dekati.
__ADS_1
Setelah dia melihat salah satu gadis yang cantik yang juga adalah teman sekelasnya. Andre pun langsung menyapa dan seolah - olah ingin bergerak untuk mendekatinya.
" Annndre...!!!."
Teriak Windi sambil bergegas meraih tangan Andre dan menariknya hingga tubuh Andre terjatuh dan terduduk di kursi yang berdekatan dengan gadis itu.
" Aduh...kenapa kamu menarikKu...???." Ucap Andre yang langsung mengusap - usap bokongnya seakan merasa sakit.
" Tidak boleh pergi." Ucap Windi.
" kenapa aku tidak boleh pergi...??? Tadi kamu tidak menjawab dan mengijinkanku untuk duduk, jadi aku lebih baik pergi."
" Tetapi sekarang kamu sudah duduk di sampingku, toch...???."
" Iya, tetapi itu dengan cara kekerasan tau."
" Biarin...itu karena aku lagi marah sama kamu."
Oh, begitu yah...??? Tetapi...kok, kamu makin tambah cantik juga saat sedang marah yah...!!!." Ucap Andre sambil tersenyum menatap wajah Windi.
" Kamu ini selalu menggodaku, tetapi kamu tidak pernah ingin mengerti dengan isi hatiku." Ucap Windi dengan wajah yang sedih.
" Iya...iya...iya...kalau begitu aku minta maaf sama kamu." Ucap Andre sambil memegang dengan lembut tangan Windi.
Windi tetap hanya diam dengan apa yang Andre katakan serta yang Andre lakukan.
" Sudahlah...jangan ngambek lagi, nanti wajah kamu akan cepat terlihat tua...he..he...he...he...he."
Ucap Andre yang di tutup dengan tawa menggoda Windi.
" Banyak kok cowok yang mau sama kamu...apakah aku comblangin saja kamu dengan sih Rifki...???." Ucap Andre sambil tersenyum menatap wajah Windi.
Windi hanya terdiam, namun wajahnya makin terlihat lebih sedih lagi.
" Bagaimana...mau ngak...mau ngak...???." Tanya Andre sambil menatap dan menaikan kedua alisnya kepada Windi.
" Aku tidak mau...!!!." Ucap Windi.
" Terus kamu maunya sama siapa...???." Tanya Andre lagi.
" Sama orang yang kerjanya PHP-in aku selama ini."
Jawab Windi dengan nada suara yang terdengar tegas namun ada sedikit kemarahan di dalam kata - katanya itu.
" Siapa orangnya...aku akan membuat perhitungan dengannya."
Tanya Andre seakan dia tidak tau siapa orang yang Windi maksudkan.
" Aku benci kamu...!!!."
Ucap Windi singkat dan tegas.
__ADS_1
" Okeylah...kalau begitu aku sudah tidak ingin lagi comblangin kamu."
Ucap Andre dengan nada suara seakan melemah.
" Ayo kita ke kantin."
Ajak Andre sambil menarik tangan Windi dengan lembut, berharap tubuh Windi akan mengikuti tarikannya itu.
Akhirnya Windi pun ikut berdiri dan beranjak melangkahkan kakinya untuk mengikuti Andre dari belakang.
Setibanya di kantin, Andre langsung membawa Windi untuk duduk di tempat duduk yang terletak di pojok ruangan kantin dan langsung memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
Sesaat kemudian mereka berdua saling diam, namun di dalam hati Windi tetap merasa kecewa karena Andre sama sekali tidak pernah menganggap kedekatan hubungan mereka itu adalah karena Windi menyukainya.
Andre sendiri, selama setahun telah berpisah dengan Tresya, dirinya hanyalah selalu mendekati dua orang gadis.
Windi termasuk salah satu gadis dari antara kedua gadis tersebut, gadis yang satunya lagi adalah Cindy teman sekelas dari Tresya.
Andre memang selalu bertemu dengan Cindy, dan itu hanyalah sebatas untuk menanyakan jika saja ada kabar dari Tresya.
Terkadang Andre juga sering berbasa basi dengan Cindy sebelum mereka berdua berpisah.
Tetapi perasaan Cindy mulai tertarik dengan Andre, apa lagi dirinya selalu mengingat tentang cerita yang telah Tresya sampaikan kepadanya, tentang apa yang telah mereka berdua lakukan.
Cindy belum pernah sekali pun merasakan yang namanya French Kiss itu, serta bagaimana rasanya.
Gadis itu pun belum memiliki pacar, karena pikirannya sedikit pun belum mau untuk berpacaran, apa lagi memang tidak ada remaja pria yang memberikan perhatian yang berlebihan dari pada yang lain.
Jadi Cindy menganggap semuanya hanyalah sebatas teman biasa.
Apa lagi dengan tingkah laku Cindy yang terlihat begitu manja dan masih terlihat sangat kekanak - kanakan.
" Kak Andre...!!!
Andre langsung menatap ke arah suara seorang gadis yang memanggil namanya.
" Hai Cin...!!! Kenapa kamu datang ke sekolah...kalian lagi di liburkan toch...!!!???." Ucap Andre menanggapi sapaan Cindy dan langsung melontarkan juga pertanyaan.
" Iya kak...tetapi hari ini aku di panggil wali kelasku untuk membantunya." Jawab Cindy yang masih dalam keadaan tetap berdiri.
" Hai kak Windi...!!! Apakah saya bisa duduk untuk bergabung...!!!???." Ucap Cindy sambil menebarkan senyum manisnya ke arah kedua orang yang duduk di meja itu.
Andre langsung menatap ke arah Windi seperti sedang bertanya, yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Windi untuk menjawab pertanyaan dari Cindy, namun gadis itu tidak membalas sapaan dari Cindy.
Cindy pun hanya tersenyum seakan tidak mempermasalahkan kakak kelasnya itu tidak membalas sapaannya.
Namun gadis itu tetap langsung bergerak meraih kursi dan langsung mendudukinya.
Suasana siang itu terasa panas karena matahari sudah berada tepat di atas kepala, yang menandakan bahwa hari itu sangat cerah, sehingga terik matahari sangat terasa bagi setiap makhluk hidup yang ada.
Namun hal itu belum seberapa dengan apa yang di rasakan di dalam hati Windi saat itu.
__ADS_1
Kedatangan Cindy, membuat suasana hati Windi yang awalnya sudah sangat sedih dengan tingkah laku Andre yang sama sekali belum menyambut hatinya, kini makin terpojok karena kedatangan seorang gadis yang terlihat sangat dekat juga dengan Andre.
~Bersambung~