Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 29. Rencana Bobby


__ADS_3

Akhirnya bel jam istirahat sekolah pun berbunyi.


Meylan langsung mengajak Andre untuk pergi ke kantin sekolah.


Di tempat lain Bobby tetap memandangi Andre dengan tatapan yang tidak bersahabat.


Andre sudah mengetahui akan hal itu sejak pagi, di saat dirinya dan juga Meylan berjalan bersama - sama dan memasuki ruang kelas.


Sedangkan Meylan sendiri tidak mengetahui akan hal itu.


Meylan terus memaksa Andre untuk pergi ke kantin sekolah, hingga akhirnya Andre langsung menuruti kemauan dari gadis tersebut.


Saat keduanya ingin meninggalkan kelas, terdengar suara pria memanggil dan menyebut nama Meylan.


Meylan langsung berpaling ke arah suara yang memanggilnya.


Setelah dia melihat, Meylan mendapati bahwa pria yang memanggilnya itu adalah Bobby.


Bobby sedang berjalan mendekati Andre dan juga Meylan.


"Ada apa kamu memanggilKu Bob!?". Tanya Meylan.


"Bagaimana kalau aku traktir kamu untuk hari ini!?". Tanya Bobby dengan senyuman termanisnya.


"Ah, terima kasih Bob atas tawarannya! Tetapi aku sudah berjanji untuk mentraktir Andre hari ini". Ucap Meylan menanggapi tawaran Bobby.


"Kalau begitu, sekalian saja Andre aku traktir! Bagaimana!? Apakah kamu mau?". Tanya Bobby lagi.


Andre hanya terdiam saat mendengar percakapan kedua teman sekelasnya itu.


Meylan langsung menatap ke arah Andre yang seakan ingin meminta persetujuan dari Andre.


Setelah Andre masih tetap diam, akhirnya Meylan langsung menjawab penawaran yang di ajukan oleh Bobby.


"Maaf Bob, bukannya aku mau menolak tawaranMu itu, tetapi saat ini aku hanya ingin berdua saja dengan Andre". Ucap Meylan.


"Brengsek! Ternyata anak kampungan ini masih lebih di utamakan dari pada diriKu. Aku harus memberikan pelajaran kepadanya". Gumam Bobby dalam hatinya.


"Baiklah! Jika itu yang kamu inginkan, aku juga tidak merasa keberatan kok". Balas Bobby.


"Terima kasih yah Vic atas pengertianMu!?". Ucap Meylan.


Bobby hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum yang di paksakan untuk menanggapi perkataan Meylan.


Andre dan Meylan langsung melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke kantin sekolah.

__ADS_1


Sedangkan Bobby sendiri berjalan mengikuti mereka berdua dari belakang.


"Sialan! Apa kelebihan dari anak kampung ini? Tajir tidak! Parasnya saja hanya pas - pasan". Gumam Bobby dalam hatinya.


Semakin di pikirkannya, semakin merasa marah dan benci Bobby terhadap Andre.


Setelah tiba di kantin, Meylan dan Andre langsung memesan apa yang akan mereka makan dan minum.


Keduanya duduk saling berhadapan, senyum dan tawa Meylan terus terkembang saat bersama dengan Andre.


Bobby yang melihat hal itu, hatinya merasa semakin tercabik - cabik, karena gadis yang di incarnya, sudah merasa nyaman dengan pria lain.


"Bagaimana caranya aku bisa memberi pelajaran kepada anak kampung ini jika Meylan selalu bersamanya. Aku harus mencari cara agar bisa mendapatkan kesempatan untuk memberi pelajaran kepadanya".


Bobby mulai merencanakan hal yang buruk untuk memberikan pelajaran kepada Andre.


Bobby langsung menyudahi istirahat makannya dan langsung beranjak untuk meninggalkan kantin sekolah.


Pemuda itu kini mencari teman - teman prianya untuk merencanakan siasat buruknya bagi Andre.


"Bro! Jika dia keluar dari area lingkungan sekolah, kalian langsung memalaknya, jika dia tidak memberikan uangnya, kalian langsung pukul saja, jangan memberi dia kesempatan untuk bisa menghindar". Ucap Bobby.


"Oke bro! Percayakan saja kepada kita, pasti kami akan membuatnya merasa tidak betah untuk bersekolah di tempat ini". Ucap salah satu pria.


Teman - teman Bobby ini adalah anak - anak yang sudah putus sekolah dan pekerjaan mereka selalu memalak anak - anak yang bersekolah di tempat itu.


Sehingga mereka kini sudah tidak takut lagi untuk melakukan tindak pidana.


Kegiatan belajar mengajar masih berlangsung.


Sedangkan di luar area lingkungan sekolah ada empat orang pria yang sedang menanti kedatangan Andre.


Bel sekolah pun berbunyi, tanda aktivitas belajar mengajar pun telah selesai.


Meylan langsung mengajak Andre untuk jalan - jalan lagi sebelum mereka kembali ke rumah mereka masing - masing.


Andre pun langsung menyetujuinya.


Kedua muda mudi tersebut langsung berjalan keluar dari dalam kelas dan menuju ke pintu gerbang sekolah.


Empat orang pria sedang memperhatikan setiap murid pria yang keluar dari lingkungan sekolah.


Akhirnya Andre dan Meylan pun keluar dan meninggalkan lingkungan sekolah sambil berjalan menuju ke tempat dimana mereka berdua akan menghentikan angkot untuk mereka tumpangi.


Keempat pria tersebut tidak bisa mengenali Andre, sebab ciri - ciri fisik Andre terlalu umum, apa lagi mereka berdua berjalan keluar dari lingkungan sekolah bersamaan dengan puluhan murid di sekolah tersebut.

__ADS_1


Akhirnya Bobby pun tiba.


"Bagaimana!? Apakah kalian menemukannya?". Tanya Bobby.


"Sorry bro! Kami tidak bisa mengenali orang yang kamu sebutkan itu". Ucap salah satu pria yang di suruh oleh Bobby.


"Begini saja! Besok saat pulang sekolah, aku akan keluar bersama dengannya agar kalian bisa mengenalinya". Ucap Bobby.


"Ok bro! Besok saja kamu tunjukan kepada kami orang itu, agar kami bisa mengenalinya". Ucap salah satu dari mereka.


"Baiklah! Nanti bertemu lagi besok". Ucap Bobby sambil berjalan meninggalkan mereka.


Andre dan Meylan setelah turun dari angkot, kini sedang berjalan untuk menuju ke pantai tempat yang sama saat kemarin mereka kunjungi.


Setelah tiba di tempat yang pernah mereka kunjungi, Meylan pun langsung memesan cemilan untuk mereka makan serta memesan minuman juga untuk keduanya.


"Ndre! Apakah kamu tidak merasa bosan jika selalu menemani diriKu seperti ini?". Tanya Meylan.


"Mana mungkin aku akan merasa bosan jika menemani seorang gadis secantik diriMu ini! Seumur hidupKu saja, aku mau untuk selalu menemani diriMu". Ucap Andre dengan nada suara yang menggoda sambil tersenyum menatap wajah Meylan.


"Huh! Hari ini bilang seperti itu, tetapi kemudian pasti akan menjauh dariKu karena sudah merasa bosan dengan sifat dan tingkah laku diriKu". Ucap Meylan.


"Mey! Aku tidak akan pernah bosan untuk selalu menemani diriMu". Ucap Andre dengan nada suara yang serius.


"Walau pun kamu sudah memiliki pacar?". Tanya Meylan.


"Pacar? Bagaimana bisa aku memiliki pacar jika aku selalu bersama diriMu?". Ucap Andre menyanggah perkataan Meylan.


"Bagaimana jika kamu bertemu lagi dengan pacarMu?". Tanya Meylan lagi.


"Jika waktu bersama kita berdua akan sering seperti ini, mungkin aku akan lebih memilih diriMu dari pada dirinya". Ucap Andre.


"MaksudMu?". Tanya Meylan.


"Waktu kemarin saat Bobby ingin mengutarakan isi hatinya kepadaMu, kamu langsung bisa mengerti dengan setiap kata - kata yang di ucapkannya, mengapa perkataanKu saat ini tidak bisa kamu mengerti?". Tanya Andre.


"Itu karena, aku belum memahami sepenuhnya cara berpikirMu itu". Jawab Meylan.


"Berarti kamu lebih mengerti cara berpikirnya Bobby? Begitu?". Andre kembali bertanya kepada Meylan.


"Iya juga sih! Tetapi maksudKu bukan seperti itu". Ucap Meylan.


"Lantas seperti apa?". Tanya Andre lagi.


"MaksudKu....aku tidak bisa memahami apa yang kamu pikirkan saat bersama denganKu! Seperti itu maksudKu!". Ucap Meylan.

__ADS_1


"Jadi kamu ingin mengetahui pikiranKu atau perasaanKu?". Tanya Andre.


~Bersambung~


__ADS_2