
Mendengar perkataan Meylan, hati Andre langsung merasa sedikit senang karena tahapan awal untuk menguji sejauh mana gadis itu menyukai dirinya telah berhasil dia lakukan.
"Untuk kapasitas sebagai seorang teman baik sudah masuk kategori, saat ini aku ingin mengetahui apakah posisi lebih dari seorang teman bisa aku raih!?." Gumam Andre dalam hatinya.
Mereka berdua bercerita tentang pengalaman mereka masing - masing.
Andre terbuka dan menceritakan pengalamannya saat masih tinggal di desa dan juga saat sudah berada di kota.
Sedangkan Meylan sesekali menceritakan tentang sedikit kisah tentang dirinya dan juga memberitahukan kepada Andre apa yang belum Andre ketahui.
Waktu sudah menunjukan pukul 16:00 tetapi kedua muda - mudi itu belum juga menyudahi kegiatan mereka berdua.
Saat Andre menatap kearah barat, akhirnya dirinya menyadari bahwa hari sudah tidak lama lagi akan mulai gelap.
"Mey! Ayo kita pulang! Sudah tidak lama lagi hari akan gelap." Ucap Andre.
Mendengar perkataan Andre, Meylan langsung melihat kearah jam tangan miliknya.
"Oh, iya yah! Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Oya kita pulang." Ucap Meylan sambil berdiri dan berjalan kearah pemilik warung tenda tersebut dan membayar pesan mereka berdua.
Mereka berdua langsung berjalan bergegas menuju ke terminal.
Meylan menanyakan tempat tinggal Andre dan Andre langsung menjelaskannya.
"Kalau begitu tempat tinggal kita searah, jadi kita juga akan naik angkot dengan trayek yang sama." Ucap Meylan.
#Di Kediaman Tante Ria
Wanita 20-an tahun itu kini sedang di pusingkan dengan keberadaan Andre yang belum juga pulang dari sekolah.
"Kenapa sudah sampai jam segini Andre belum pulang - pulang juga! Kemana anak itu? Sudah di hubungi pihak sekolah, ternyata sudah dari jam satu siang kelas mereka sudah selesai dengan kegiatan belajar mengajar mereka." Gumam tante Ria.
"Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dirinya? Apa yang harus aku katakan kepada kak Mira!."
"Aku harus segera menyusulnya!." Gumam tante Ria.
Ibu muda itu langsung memeluk putrinya serta meraih kunci mobilnya untuk menyusul Andre.
Sedangkan Andre dan Meylan masih berada di dalam angkot untuk menuju kearah tempat tinggal mereka berdua.
Saat sudah tiba di sebuah persimpangan yang, angkot yang di tumpangi mereka berhenti karena bertepatan lampu merah menyala, saat pandangan mata Andre mengarah jauh kedepan, dia dapat mengenali mobil tante Ria yang juga berhenti namun berlawanan arah.
"Aduh! Celaka!." Ucap Andre sambil tersentak.
"Ada apa Ndre?." Tanya Meylan.
"Itu mobil tanteKu! Pasti tanteKu ingin menyusul diriKu...Mey! Aku turun disini saja yah?." Ucap Andre dengan sangat tergesa - gesa.
__ADS_1
Melihat tingkah Andre, Meylan hanya menganggukan kepalanya menanggapi perkataan Andre, sambil pandangan matanya mengikuti arah lari teman sekelasnya itu.
Andre langsung menyeberang jalan dan langsung berjalan mendekati mobil tante Ria.
Tante Ria yang sedang fokus menatap kedepan dengan perasaan khawatir, melihat sosok pria yang menggunakan seragam sekolah menengah atas sedang berlari menyeberang jalan dan berjalan kearahnya.
Setelah sudah hampir sampai, lampu hijau langsung menyala.
Bunyi klakson mobil - mobil di belakang Mobil tante Ria sangat bising, sehingga membuat tante Ria harus menjalankan mobilnya untuk bergerak dari tempatnya.
Melihat mobil tantenya yang sudah berjalan kembali, akhirnya Andre langsung melambai - lambaikan tangannya.
"Tante! Tante! Ini aku!." Teriak Andre.
Meylan pun masih bisa menyaksikan apa yang Andre lakukan itu.
Tante Ria hanya menurunkan kaca pintu depan mobilnya dan langsung memberikan isyarat agar Andre menyusulnya kearah depan, agar mobilnya bisa berhenti.
Andre pun langsung mengikuti arah jalan mobil tantenya itu.
Mobil tersebut langsung berbelok kearah kiri dan langsung berhenti sekitar 75 meter dari persimpangan tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Andre tiba di samping mobil tantenya.
Pemuda itu berheti tepat di pintu depan mobil tersebut dan langsung menatap kearah tante Ria dan berkata.
"Tante! Andre minta maaf karena Andre tidak langsung pulang saat kegiatan belajar - mengajar sudah selesai." Ucap Andre dengan nada suara yang merasa sangat bersalah.
Mendengar perintah tante Ria, Andre langsung membuka pintu mobil itu dan langsung masuk kedalam.
Mobil pun langsung di jalankan oleh tante Ria.
"Terus, tadi kamu dari mana saja?." Tanya tante Ria.
"Andre di ajak teman sekelas untuk pergi ke mall, tetapi karena ada sedikit gangguan dari salah satu teman pria, akhirnya kita pergi ke sebuah tempat yang berada di dekat pinggiran pantai." Jawab Andre.
"Siapa yang mengajak diriMu?." Tanya tante Ria lagi.
"Teman sekelasKu tante!."
"Iya! Tante tau itu teman sekelas Andre, tetapi siapa dia? Pria atau wanita?." Dengan nada suara yang datar.
"Namanya Meylan tante!."
"Apa? Meylan? Jadi seorang gadis yang mengajak diriMu untuk jalan - jalan?."
"Iya tante!."
__ADS_1
"Ndre! Mulai besok, jika gadis itu ingin mengajakMu untuk jalan - jalan lagi, kamu harus memberitahukan terlebih dahulu kepada tante, kamu mengerti!?."
"Iya tante, Andre mengerti."
"Kamu simpan nomor telpon rumah kita dan hubungi saja tante lewat telepon."
"Iya tante, Andre akan menyimpan nomor telepon rumah tante agar supaya Andre akan menghubungi tante jika ada sesuatu urusan atau pun jika di ajak teman."
"Ndre! Kamu membuat tante sangat khawatir, karena tante tau kamu belum menguasai jalan - jalan di kota ini. Jadi kamu jangan asal ikut teman lantas mereka tinggalkan diriMu."
"Iya tante, Andre akan selalu mendengarkan perkataan tante."
"Iya! Andre selalu mendengar perkataan tante, tetapi apakah Andre melakukannya? Tidakkan?." Sambil tersenyum menatap kearah Andre.
"Baiklah! Andre akan mencoba untuk melakukannya." Dengan penuh semangat.
"Huhhh! Lagaknya begitu, implementasinya tidak ada." Ucap Ria sambil tersenyum dan mendorong pelan bahu Andre.
"Ndre! Apakah kamu sudah makan?."
"Belum tante!."
"Terus, apa saja yang kalian lakukan tadi di pantai kalau kamu belum makan?."
"Hanya melihat pemandangan kota ini dan juga menikmati angin pantai yang bertiup." Ucap Andre sambil tersenyum bercanda.
"Huuhhh! Sok - sok-an kamu ini." Ucap tante Ria sambil tersenyum juga dan sekali lagi mendorong pelan bahu Andre.
Memang kedekatan mereka berdua sudah mulai terjalin dan sudah seperti sahabat dekat, karena usia tantenya itu tidak terpaut jauh dengannya.
"Tadi, Andre dan Meylan hanya makan gorengan saat berada di pantai."
"Meylan itu, cantik nggak orangnya?." Tanya tante Ria dengan nada suara yang biasa - biasa saja.
"Cantik tante!." Jawab singkat Andre.
"Mana lebih cantik, Meylan dengan tante?." Tanya tante Ria sambil menatap Andre dengan senyumnya yang menggoda.
Kalau Andre melihat dan menilainya, dua - duanya sama - sama cantik sih! Cuman body tante Ria yang terlihat lebih seksi dari Meylan." Ucap Andre sambil menggoda tantenya itu.
Mendengar perkataan Andre, wajah tante Ria langsung memerah dan tersenyum malu.
"Hei! Tante tadi bertanya siapa yang lebih cantik, jadi jawab saja kalau siapa yang lebih cantik." Ucap tante Ria sambil tersenyum menatap kearah Andre.
"Kalau Meylan sudah bisa merawat dirinya, Andre pikir, mungkin Meylan akan lebih cantik dari tante!." Ucap Andre sambil menatap kearah wanita di sebelahnya dengan senyuman yang jahil.
"Apa kataMu! Jadi gadis itu lebih cantik dari diriKu? Kalau begitu, kamu bawah gadis itu kerumah, aku akan melihat apa benar yang kamu katakan." Ucap tante Ria dengan nada yang merasa tersaingi kecantikannya di mata Andre.
__ADS_1
"Baiklah! Andre akan mengajak Meylan kerumah, dan tante lihat saja bagaimana kecantikannya." Ucap Andre dengan penuh semangat.
~Bersambung~