Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 38. Akhir Suatu Hubungan


__ADS_3

Andre kini sedang duduk menonton sinetron di salah satu stasiun TV swasta.


Sedangkan Ria juga sedang duduk di samping Andre sambil memeluk putrinya.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya putri Ria pun sudah tertidur.


Ria langsung beranjak dari tempatnya dan menggendong putrinya untuk di baringkan di kamarnya.


Tidak lama kemudian, Ria pun kembali ke ruang tamu dan duduk lagi di samping Andre.


Mereka berdua masih saling diam sejak terakhir mereka berbicara saat di ruang makan.


"Ndre...!!! Apakah kamu merasa tidak nyaman dengan apa yang tante katakan tadi kepadaMu?". Tanya Ria yang memulai terlebih dahulu untuk membuka pembicaraannya dengan Andre.


"Ah...tidak tante! Mengapa aku harus merasa tidak nyaman dengan apa yang tante katakan sebelumnya kepadaKu? Sampai kapan pun, aku akan selalu merasa nyaman dan bahagia jika bersama dengan tante". Ucap Andre yang mulai ingin menggoda Ria.


"Ah...kamu ini...sudah mulai ingin menggodaKu lagi yah!?". Ucap Ria menanggapi perkataan Andre sambil tersipu malu.


"Aku bukan ingin menggoda tante, tetapi memang hal itulah yang aku rasakan saat ini". Ujar Andre ingin membenarkan apa yang dia katakan.


"Apa benar yang kamu katakan itu?". Tanya Ria untuk memastikan perkataan Andre.


Saat Andre baru saja ingin menjawab pertanyaan Ria, terdengar telepon rumah Ria berdering.


Ria pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju ke tempat dimana telepon itu berada.


Ria langsung meraih gagang telepon itu dan langsung menyapa orang yang menelpon tersebut.


"Halo, ini dengan siapa?". Tanya Ria.


"Selamat malam tante...!!! Ini dengan Meylan! Apakah aku boleh bicara dengan Andre!?". Balas Meylan.


"Selamat malam juga Meylan...!!! Oh...jadi Meylan ingin berbicara dengan Andre yah!?". Ucap Ria.


"Iya tante". Jawab Ria.


"Kalau begitu, Meylan tunggu sebentar yah, tante akan memanggil Andre dahulu". Ujar Ria.


"Iya tante...tante! terima kasih yah!?". Ucap Meylan.


"Ndre! Ini ada telpon untukMu". Ujar Ria.


Mendengar apa yang di katakan oleh Ria Andre pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke tempat dimana Ria berada.


"Tante! Siapa yang menelponKu!?". Tanya Andre.


"Teman sekelasMu". Jawab Ria sambil menyerahkan gagang telepon kepada Andre.


Andre langsung meraih gagang telepon tersebut dan langsung bersuara untuk menyapa.


"Halo! Ini siapa?".

__ADS_1


"Aku! Meylan". Jawab Meylan.


"Oh, kamu yah...kenapa? Apakah kamu tidak bisa tertidur?". Ucap Andre ingin menggoda Meylan.


"Iya! Aku sepertinya sulit untuk tertidur". Jawab Meylan.


"Apakah kamu sedang memikirkan apa yang telah kita lakukan tadi!?". Goda Andre.


"Iya...memang aku sedang memikirkan hal itu". Jawab Meylan dengan jujur.


Saat melihat Andre senyum - senyum sendiri saat berbicara di telepon dengan Meylan, Ria pun langsung berjalan mendekati Andre lagi.


Melihat apa yang di lakukan oleh ibu muda tersebut, Andre langsung menjadi salah tingkah.


"Mey! Tugas itu nanti kita bahas saja besok di sekolah yah!?". Ucap Andre yang langsung menutup telepon tersebut.


"Kenapa kamu tidak melanjutkan pembicaraanMu dengan Meylan?". Tanya Ria dengan penuh rasa penasaran karena melihat tingkah Andre yang menjadi salah tingkah saat dia mendekatinya.


Andre pun langsung berjalan untuk kembali ke tempat duduknya awal.


Baru tiga langkah kaki Andre berjalan, telepon kembali berdering.


Ria pun langsung mencegah Andre agar pria muda itu menerima telepon tersebut.


Ria berpikir pasti Meylan kembali menelpon agar bisa berbicara lagi dengan Andre.


Andre pun langsung kembali dan meraih gagang telepon tersebut.


"Ini siapa? Mengapa menerima telepon dirumahKu?". Tanya seorang pria.


"Aku Andre, ponakannya tante Ria". Jawab Andre.


"Oh...ponakannya Ria!? Aku kira siapa". Ujar pria tersebut.


"Iya...kalau ini dengan siapa yah?". Andre kembali bertanya kepada pria tersebut.


"Aku ini adalah suaminya Ria...apakah Ria ada di rumah?".


"Iya om...tante Ria ada di rumah om". Ujar Andre.


"Tolong berikan teleponnya kepada Ria, aku ingin bercerita dengannya". Ucap pria tersebut.


"Tante!!! Suami tante ingin berbicara dengan tante". Ucap Andre sambil menyodorkan gagang telepon di tangannya kepada Ria.


Mendengar apa yang di katakan oleh Andre, Ria pun langsung tersentak karena tidak menyangka suaminya akan menelpon.


Ria pun langsung meraih gagang telepon tersebut dan langsung menyapa suaminya.


"Hallo...mas Hendra...!!! Kamu lagi dimana sekarang!?".


"Aku lagi di Jakarta saat ini, mungkin besok pagi aku sudah tiba disana". Jawab pria yang sedang berbicara dengan Ria di telepon.

__ADS_1


"Oh, jadi mas Hendra sudah mau kembali yah!?". Tanya Ria.


"Iya sayang, kontrak aku sudah berakhir, jadi aku akan memasukkan berkas - berkasKu di perusahaan nasional saja, agar aku bisa bekerja di seputaran wilayah Indonesia saja". Ujar Hendra.


"Kalau begitu, mas Hendra akan lebih sering berada di rumah dong!?". Ujar Ria lagi.


"Iya sayangKu...!!! Saat ini aku akan selalu mengfokuskan hidupKu untuk lebih intens lagi bersama denganMu dan juga bersama dengan putri kita". Jawab Hendra.


"Baguslah mas kalau begitu, aku sangat senang mendengar hal itu!". Seru Ria.


"Jadi, dirumah saat ini kalian berdua hanya di temani ponakanMu itu atau ada lagi orang lain yang menemani kalian berdua!?". Tanya Hendra.


"Iya mas, kita berdua hanya di temani oleh ponakanKu, sebab pembantu kita yang lalu sudah pulang kekampungnya untuk menikah". Jawab Ria.


"Kenapa kamu tidak mencari lagi seorang pembantu untuk menggantikan pembantu yang lalu!?". Tanya Hendra lagi.


"Aku sebenarnya inginnya seperti itu, tetapi aku baru kali ini bisa berkomunikasi dengan mas Hendra, jadi sebenarnya aku baru akan memberitahukan hal itu kepada mas Hendra". Ujar Ria.


"Kalau masalah itu, sebenarnya kamu tidak perlu untuk membicarakannya denganKu, kamu bisa langsung mencari pembantu yang baru untukMu". Ujar Hendra.


"Terus bagaimana dengan keadaan Anggi?". Lanjut Hendra menanyakan putrinya.


"Anggi baik - baik saja kok mas, dia pasti sangat gembira jika mas Hendra sudah pulang". Ujar Ria.


"Iya, aku besok pagi pasti sudah tiba di rumah, jadi kamu harus mempersiapkan diriMu juga untuk menyambut kedatanganKu". Ujar Hendra menggoda istrinya.


"Iya mas...aku selalu siap kok untuk menyambut kedatangan mas Hendra". Ucap Ria sambil tersenyum dengan sikap yang mulai salah tingkah


Keduanya pun terus berbincang - bincang di telepon untuk waktu beberapa saat.


Sedangkan Andre sendiri tetap mempertahankan pandangannya ke TV yang berada di depannya.


Namun pemuda itu tidak bisa fokus dengan acara yang di suguhkan di depan matanya itu.


Pikiran pemuda itu mulai memikirkan situasi yang akan terjadi jika suami dari Ria sudah selalu berada di samping wanita itu.


Ria pun langsung menutup gagang teleponnya dan langsung berjalan mendekati Andre.


"Ndre...!!! Besok pagi om Hendra sudah tiba disini, mungkin hubungan kita akan sulit untuk di lanjutkan". Ujar Ria.


"Aku juga sudah memikirkan tentang hal itu, dan memang hubungan kita ini tidak seharusnya terjadi". Ujar Andre dengan nada suara yang terdengar seperti merasa kecewa.


"Ndre...!!! Maafkan aku yah!? Memang semua ini adalah sepenuhnya salahKu, sehingga keadaannya menjadi seperti ini". Ujar Ria seperti merasa bersalah dengan apa yang telah mereka berdua lakukan.


"Tante...!!! Kalau begitu, biarkan kita melakukan hal itu malam ini untuk terakhir kalinya". Ujar Andre sambil menatap penuh harap.


Mendengar apa yang Andre katakan, Ria pun hanya menganggukkan kepalanya menyetujui hal itu.


Keduanya langsung berjalan memasuki kamar yang Andre tempati.


Keduanya langsung memuaskan hasrat mereka untuk menjadikan hal itu sebagai kesan terakhir keduanya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2