
Ketiga remaja yang duduk saling berhadapan itu, kini hanya terpaku dengan pikiran mereka masing - masing.
Tidak ada yang berinisiatif untuk memulai percakapan terlebih dahulu.
Suasana itu sangat terasa canggung di saat Cindy sudah bergabung duduk dengan Windi dan Andre.
Wajah Windi sangat tidak bersahabat menatap gadis di depannya itu.
Setelah Andre merasa situasi yang tidak normal saat itu.
Akhirnya Andre yang mengambil inisiatif untuk mencairkan kecanggungan yang itu.
" Cin...!!! Kamu mau pesan apa...???."
" Eeeemmmm...aku pesan gorengan aja kak...!!!."
" Tante...!!! Tambahkan gorengan untuk kami...!!!." Ucap Andre kepada pegelola kantin sekolah.
" Mau di tambah berapa de...???." Tanya ibu itu.
" lima buah aja." Jawab Andre.
Wajah Windi makin tidak bersahabat lagi karena apa yang Andre lakukan.
" Kenapa lagi si Andre ini mau memberikan perhatian kepada gadis ini...??? Sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua...!!!???." Gumam Windi dalam hatinya.
Setelah apa yang di pesan sudah tersaji di depan mereka bertiga, akhirnya Andre mempersilahkan Cindy untuk menikmatinya.
" Ayo Cin...silakan di makan...!!!."
" Iya kak...terima kasih...!!!."
" Mari kak...!!! Ucap Cindy sambil menatap ke arah Windi.
" Iya...makan saja jerih payahmu itu." Ucap Windi menanggapi perkataan Cindy dengan nada suara yang jengkel.
" Kok, suara kakak seperti lagi marah sama Cindy."
Cindy langsung menanggapi perkataan Windi sambil menatap gadis itu dengan tersenyum.
Meskipun telah mendengar serta mengetahui keadaan hati dari gadis di depannya itu, tetapi Cindy tetap meraih gorengan yang ada di depannya serta langsung menyantapnya.
" Setelah itu, kak Andre ingin melanjutkan sekolahnya dimana...???." Ucap Cindy sambil menatap ke arah Andre.
" Mungkin aku akan melanjutkan sekolahku di Sekolah Menengah Atas yang ada ibu kota kabupaten." Jawab Andre.
Windi yang mendengar Andre langsung menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh gadis di depannya itu, langsung berdiri dari tempat duduknya dan dengan segera beranjak pergi.
Melihat sikap yang di tunjukkan oleh Windi itu, Cindy dan Andre hanya saling berpandangan.
Namun Andre langsung berusaha untuk menghentikan langkah dari Windi.
" Win...mau kemana kamu...???." Ucap Andre.
__ADS_1
" Jangan tanya - tanya...!!! Fokus saja dengan gadis itu...!!!." Ucap Windi dengan nada yang sangat jengkel sambil melanjutkan langkahnya.
" Tunggu aku di kelas sebelum kamu pulang yah...!!!???." Ucap Andre seakan tidak mengetahui bahwa Windi sedang marah kepadanya.
" Ayo, lanjutkan saja makanmu itu, jangan di ambil hati kata - kata Windi yah...!!!???." Ucap Andre kepada Cindy.
" Iya kak." Jawab Cindy sambil melanjutkan makannya.
" Kak...Cindy boleh bertanya ngak...!!!???." Ucap Cindy.
" Boleh...Apa yang ingin Cindy tanyakan...!!!???." Ucap Andre.
" Memangnya kak Andre belum bisa melupakan Tresya...!!!???." Tanya Cindy sambil menatap ke arah Andre.
" Iya, memang aku belum bisa melupakannya sampai saat ini."
" Kenapa kak Andre sampai tidak bisa melupakannya...!!!??? Kan masih banyak yang bisa menggantikan Tresya....contohnya kakak yang tadi itu."
" Itu karena... aku sulit untuk memulai dari awal lagi, semua hal - hal yang telah aku lalui bersama Tresya."
" Hal - hal seperti apa itu...??? Mungkin Cindy bisa membantu kak Andre untuk bisa melakukannya."
Cindy langsung tersenyum manis dan seakan mengoda memandang ke arah Andre setelah mengatakan hal itu.
" Apa yang bisa Cindy bantu...???." Ucap Andre yang membalas dengan senyum juga ke arah Cindy.
Di dalam pikiran Andre, Cindy adalah seorang gadis yang aktiv serta sangat berani mengambil keputusan untuk melakukan segala sesuatu yang sudah dia pikirkan serta inginkan.
" Kak Andre harus mengatakan lebih dulu hal - hal apa yang telah di lalui kak Andre bersama Tresya, baru Cindy bisa mengatakan, bisa atau tidak untuk Cindy lakukan."
" Hal yang pertama yaitu berpacaran...apakah Cindy mau berpacaran dengan aku...!!!???." Ucap Andre.
" He...he...he...he...he...kalau kak Andre mau juga untuk pacaran dengan Cindy, Cindy juga mau berpacaran dengan kak Andre."
Cindy tertawa malu - malu sebelum menjawab pertanyaan dari Andre.
" Apakah Cindy tidak memikirkan perasaannya Tresya...??? Tresya itukan sahabatnya Cindy." Ucap Andre.
" Memang benar Tresya sahabatnya Cindy, tetapi Tresya juga sudah meninggalkan kak Andre tanpa pemberitahuan."
" Itu berarti Tresya tidak mencintai kak Andre kalau begitu."
" Iya kan kak...!!!???."
" Aku juga tidak mengerti apa yang Tresya pikirkan, sehingga dia bisa meninggalkan aku tanpa memberitahukanKu terlebih dahulu." Ucap Andre dengan nada suara yang datar.
" Maafkan Cindy yah kak...!!!??? Cindy tidak bermaksud untuk membuat kak Andre sedih."
Cindy langsung memohon maaf kepada Andre karena melihat perubahan raut wajah Andre, yang menggambarkan bahwa hatinya merasa sedih.
" Oh...tidak apa - apa kok...!!!." Ucap Andre sambil berusaha tersenyum menatap Cindy.
" Benar kak Andre tidak apa - apa...!!!???." Tanya Cindy untuk lebih meyakinkan dirinya.
__ADS_1
" Iya...aku tidak apa - apa." Ucap Andre lagi.
Cindy melanjutkan aktivitas makannya, sedangkan Andre hanya diam menatap kedepan dengan tatapan yang kosong.
Cindy menatap ke arah Andre yang lagi termenung tersebut dengan penuh tanda tanya besar di dalam hatinya.
" Apakah kak Andre lagi memikirkan Tresya...??? Ataukah ada hal lain yang sedang dia pikirkan...!!!???." Gumam Cindy dalam hatinya.
Cindy pun langsung mencoba untuk memecahkan keheningan yang sedang terjadi di antara mereka berdua.
" Kak Andre....apa yang sedang kak Andre pikirkan...???." Ucap Cindy.
" Aahhh...tidak kok...tidak ada yang sedang aku pikirkan." Jawab Andre yang tersadar dari lamunannya.
" Buktinya tadi kak Andre sedang terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu." Ucap Cindy lagi.
" Oh...tadi aku hanya sedikit memikirkan Cindy saja." Ucap Andre sambil tersenyum menggoda menatap ke arah Cindy.
" Benarkah...??? Terus apa yang kak Andre pikirkan tentang Cindy...???."
" Aku lagi memikirkan apa yang telah Cindy katakan tadi."
" Kata - kata yang mana kak...???."
" Kata - kata jika Cindy mau pacaran denganKu." Ucap Andre sambil menatap dan tersenyum ke arah Cindy.
" Oh...tentang hal itu...??? Terus bagaimana menurut kak Andre...???."
" Bagaimana kalau kita berteman saja...tetapi jika Cindy mau, kita bisa bermesraan juga." Ucap Andre.
" Hubungan seperti apa itu kak...??? Masa berteman tetapi boleh bermesraan...!!!." Tanya Cindy penasaran dengan kata - kata yang di ucapkan oleh Andre.
" Itu juga jika Cindy mau...kalau Cindy tidak mau, tidak apa - apa juga."
" Cindy sih, masih belum mengerti tentang hubungan yang kak Andre maksudkan itu."
" Itu jenis hubungan yang lagi populer saat ini...biar berteman, tetapi selalu mesra."
" Kalau seperti itu, sama seperti lagi pacaran juga." Gumam Cindy dalam hatinya.
" Oh, begitu yah...!!! Boleh juga Cindy mau mencobanya." Ucap Cindy sambil tersenyum ke arah Andre dengan penuh keyakinan.
" Kak Andre sebentar malam mau jalan - jalan kemana...???."
" Mau kemana lagi...??? Aku hanya diam dirumah saja." Ucap Andre.
" Oh, kalau begitu Cindy mau main ke rumah kak Andre yah...!!!???." Ucap Cindy.
" Hah...rumah Cindy kan di desa Kemangi...itu jaraknya jauh dengan kampungku." Andre merasa kaget dengan perkataan Cindy.
" Aku akan pergi dengan menggunakan sepeda motor, jadi soal jarak, tidak masalah buatKu...Cindy waktu lalu juga sering - sering kerumah Tresya, jadi Cindy sudah tau rumah kak Andre."
~Bersambung~
__ADS_1