
Kedua muda mudi itu kini mandi bersama.
Saat sedang mandi, tangan Andre mulai nakal dan mulai menjamah setiap lekuk tubuh wanita yang bersama dengannya itu.
Cindy pun tidak mau kalah dengan apa yang di lakukan oleh lelaki itu.
Tangan gadis itu mulai berani juga untuk memegang benda yang menggantung di tubuh bagian bawah Andre.
Keduanya mulai menikmati harta benda yang ada di bagian tubuh masing - masing.
French Kiss pun di menjadi pembuka awal dari permainan keduanya.
Pria muda itu kini mulai menelusuri setiap lekuk tubuh dari Cindy dengan bibir dan lidahnya.
Hal itu di lakukan oleh Andre selama beberapa menit dan akhirnya Cindy juga mulai membalas melakukan hal itu kepadanya.
Keduanya mulai berani melakukan teknik tingkat tinggi seperti seorang profesional hingga akhirnya Cindy langsung mengajak Andre untuk melanjutkan hal itu di kamar pondok yang ada di kebun tersebut.
Andre langsung mengiyahkan apa yang di inginkan oleh gadis tersebut.
Saat keduanya sudah berada di dalam kamar pondok kecil itu, mereka berdua langsung melanjutkan lagi aktivitas yang di lakukan saat berada Gerojokan.
Kedua muda mudi itu saling mempraktekkan skil tingkat tinggi yang sudah di miliki masing - masing.
Keduanya melakukan hal itu sampai beberapa kali mencapai *******, sebagai pelampiasan karena sudah beberapa bulan mereka berdua tidak melakukan hal itu.
Aktivitas itu berjalan selama dua jam saat keduanya memutuskan untuk menghentikannya.
Hari sudah mulai senja, sehingga keduanya langsung kembali membersihkan tubuh mereka di gerojokan dan bersiap untuk meninggalkan kebun milik orang tua Andre.
Cindy langsung mengendarai sepeda motornya dan mendahului Andre untuk pergi agar tidak di curigai oleh setiap orang yang melihat.
Setelah beberapa saat Cindy pergi, akhirnya Andre juga langsung mengendarai sepeda motornya dan pergi meninggalkan juga area kebun tersebut.
Cindy langsung kembali ke kediamannya, seperti juga yang di lakukan oleh Andre.
Saat tiba di rumah, Andre langsung di sambut oleh ibunya dan juga adiknya Sinta.
"Ndre! Ayo cepat bersihkan dulu tubuhMu serta ganti pakaianMu itu, baru kamu makan dan beristirahat". Ucap ibunya.
"Iya bu! Andre mandi dulu". Ucap Andre langsung berjalan ke kamar mandi yang ada di rumahnya.
Setelah itu Andre langsung memakai pakaiannya dan pergi kedapur untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
Setelah selesai mengisi perutnya, Andre langsung berjalan menuju ke teras rumahnya dan duduk di kursi yang selalu berada di teras rumahnya itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, terlihat seorang gadis sedang berjalan untuk melewati depan rumah dari Andre.
Dengan sangat cepat Andre sudah bisa mengenali gadis tersebut.
Saat langkahnya baru saja berada tepat di depan rumah Andre, gadis itu langsung menole dan menatap kearah rumah Andre.
Dan benar saja, pria yang dirindukannya selama beberapa bulan yang telah lewat, kini terlihat sedang duduk di teras rumahnya.
Raut wajah gadis itu langsung berubah menjadi sangat ceria.
Senyum langsung mengembang di bibir seksinya.
"Andre! Kamu lagi datang liburan yah!?". Ucapan yang keluar dari mulut gadis itu saat menyapa Andre.
Gadis itu langsung merubah arah langkah kakinya untuk berjalan memasuki pekarangan rumah Andre.
"Bagaimana kabarMu Win?". Tanya Andre menyambut kedatangan gadis tersebut.
"Aku masih seperti biasa saat kamu pergi ke kota". Jawab Windi sambil mendekat dan duduk di salah satu kursi yang telah tersedia.
"Benarkah? Bukankah kamu juga kini sudah bertemu dengan teman - teman yang baru?". Ucap Andre menggoda Windi.
"Teman baru! MaksudMu?". Tanya Windi.
"Terus kenapa? Kamu juga pasti sudah memiliki teman yang banyak di sekolah baruMu di kota! Berbeda dengan aku, karena aku masih bertemu dengan teman - teman yang lama juga". Ujar Windi menimpali perkataan Andre.
Mendengar kata - kata yang di ucapkan oleh Windi, Andre langsung tersenyum dan mencoba memberitahukan bahwa dirinya tidak memiliki teman dekat satu pun "Win! Aku di sekolah merasa sangat tersisi, karena semua orang tua teman sekelasKu pekerjaan mereka sangatlah terhormat dengan gaji yang tinggi, sehingga sebagai anak, teman sekelasKu sangat sombong dan tidak ingin bergaul denganKu". Ucap Andre yang mencoba berdusta kepada Windi.
Windi yang mendengar hal itu langsung terkejut dan berkata "Apakah sejahat itu anak - anak yang tinggal di perkotaan?".
"Aku juga tidak tahu, sebab disana, aktivitas aku hanya pergi kesekolah dan setelah selesai jam mata pelajaran aku langsung kembali lagi kerumah". Andre menyembunyikan aktivitasnya yang sebenarnya.
"Oh, jadi hanya seperti itu yah aktivitasMu disana!?". Ujar Windi.
"Iya! Jika bukan karena aku sudah bersekolah disana, pasti aku sudah tidak ingin lagi untuk tinggal di ibu kota". Ujar Andre.
"Kalau begitu, kamu pindah saja sekolahMu disini". Ujar Windi memberikan pendapat.
"Hal itu tidak mungkin bisa untuk di lakukan, karena tante Ria sudah berkorban untuk memasukkan aku ke sekolah tersebut". Sanggah Andre.
"Pasti alasannya karena ada banyak cewek cantik yang sekelas denganMu! Benarkan?". Ujar Windi menggoda dan mencoba menebak.
"Cantik sih cantik, tetapi kalau ceweknya sombong, aku tidak mau mendekatinya juga, karena pasti mereka akan membullyKu". Ucap Andre yang terus menghidar untuk mengatakan yang sebenarnya.
Tiba - tiba ibu Andre langsung menanggapi penyampaian dari Andre.
__ADS_1
"Jangan nak Windi percaya apa yang di sampaikan oleh Andre itu, karena dia hanya ingin mengerjai nak Windi". Ucap ibu Andre sambil tersenyum menatap kearah Windi.
"Apa!? Jadi kamu hanya ingin mengerjaiku? Sialan kamu! Aku sudah sangat serius menanggapinya, ternyata aku hanya di kerjai olehMu". Ucap Windi sambil berdiri dan mendekati Andre serta mencubit perut pemuda tersebut.
"Aduh! Aduh! Aduh! Ampun! Ampun!". Teriak Andre kesakitan.
Windi pun langsung melepaskan jemarinya yang mencubit perut pemuda itu.
"Terima kasih yah tante, karena sudah memberitahukan hal itu kepadaKu". Ucap Windi
"Cepat ceritakan yang sebenarnya kamu lakukan saat berada disana". Lanjut Windi yang langsung mendesak Andre untuk menceritakan yang sebenarnya.
Andre pun langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal tersebut.
"Ayo, cepat ceritakan!". Desak Windi lagi.
"Iya! Iya! Aku akan menceritakannya". Jawab Andre.
"Teman sekelasKu hidup serba kecukupan dan ada juga beberapa dari mereka, orang tuanya sangat kaya. Dan sifat mereka persis seperti yang tadi aku katakan".
"Terus bagaimana dengan teman perempuan yang ada di dalam kelasMu?". Windi langsung mempertanyakan hal itu karena memang itulah tujuan utamanya.
"Kalau teman perempuan sekelasKu, menurutKu mereka terlihat cantik - cantik sih!". Ucap Andre dengan sedikit malu - malu.
"Berarti, pasti ada yang dekat denganMu kalau begitu!?". Ucap Windi yang menginginkan agar pria itu memberitahukan hal itu kepadanya.
"Tentu saja ada! Bagaimana bisa sesama teman sekelas terus tidak dekat satu dengan yang lain!?". Ujar Andre.
"Apakah ada yang menyukaiMu?". Tanya Windi penasaran.
"Ehem". Suara ibu Andre di ruang tamu.
Windi yang mendengar suara ibu Andre langsung merasa malu dengan pertanyaan yang di lontarkan kepada Andre.
Melihat reaksi Windi yang telah berubah, Andre langsung kembali menyerang gadis itu dengan pertanyaan - pertanyaan yang hampir sama dengan apa yang telah Windi tanyakan terlebih dahulu.
Windi pun tidak sulit untuk langsung menjelaskan apa yang Andre tanyakan kepadanya dengan jujur dan tidak ada yang disembunyikan sedikit pun.
Karena ibu Andre terus berada di ruang tamu, sehingga keduanya tidak bisa berbicara kearah hal yang keduanya rindukan.
Andre langsung mengajak Windi untuk jalan - jalan dengan mengendarai sepeda motor miliknya.
Gadis itu pun dengan senang hati langsung mengiyahkan ajakan pria yang dia rindukan tersebut.
~Bersambung~
__ADS_1