
"Tidak!? Tetapi mengapa tante mendengar seperti sedang terjadi perdebatan!?." Tanya Ibu Andre.
"Tidak tante!." Jawab keduanya lagi secara serentak.
"Oh, jadi seperti itu yah!? Jika ada masalah, harus di bicarakan dengan tenang serta secara baik - baik, agar supaya bisa mendapatkan jalan keluarnya!." Tutur ibu Andre sambil meletakkan teh hanyat yang di buatnya untuk para gadis.
"Iya tante! Terima kasih atas sarannya!." Tutur Cindy dengan nada suara yang ramah.
"Tante! Semua itu bersumber dari Andre! Dialah yang menyebabkan sehingga mereka berdua berdebat!." Tutur Enjel sambil tersenyum penuh arti.
"Tidak tante! Hal itu tidak benar!." Bantah Windi saat Enjel selesai berkata.
"Jika hal itu tidak benar, terus hal apa yang membuat kalian berdua saling bertengkar?." Tanya Enjel lagi yang ingin menyudutkan kedua gadis itu.
"Tidak kok! Kita tidak saling berdebat! Benar seperti itu toch Cin!?." Ucap Windi yang terus menghindari tuduhan Enjel.
Cindy hanya menganggukan kepala dan tersenyum dengan berat menatap kearah Windi.
"Sudahlah, jika tidak ada masalah, kalian silahkan menikmati teh hangat yang tante sudah buatkan!." Tutur ibu Andre lagi.
Andre sendiri hanya tersenyum saat melihat tingkah ketiga gadis yang sedang bersama dengannya.
"Seru juga jika mereka sedang bertengkar!." Pikir Andre.
"Kenapa kamu senyum - senyum?." Tanya Windi dengan nada suara yang ketus.
"Kenapa? Tidak kok! Aku tidak tersenyum!." Sangkal Andre.
"Tidak? Memangnya mataKu ini tidak bisa membedakan mimik mukaMu itu?." Tutur Windi.
"Oh, jadi kamu melihatKu sedang tersenyum? Aku pikir tadi aku sedang marah!?." Balas Andre yang ingin bercanda.
"Ndre! Aku saat ini sedang serius! Jadi aku tidak ingin untuk bercanda denganMu! Cepat kamu jelaskan apa hubunganMu dengan Cindy?." Tutur Windi bertanya kepada Andre.
"Kenapa kamu ingin mengetahui hubunganKu dengan Andre? Apakah telingaMu tuli sehingga tidak mendengar perkataanKu tadi!?." Tutur Cindy menyela perkataan Windi.
"Kamu diam saja! Aku saat ini sedang bertanya kepada Andre, bukan kepadaMu!." Ujar Windi tidak ingin mendengar perkataan Cindy.
"Sepertinya Andre ini adalah pria yang sangat jahat menurutKu! Pasti dia juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan gadis ini!." Pikir Enjel yang menilai tingkah kedua gadis yang ada.
"Tadi Cindy sudah menjawabnya, apakah itu belum cukup untuk meyakin kan diriMu?." Tutur Andre menguatkan jawaban Cindy.
"Baiklah! Tetapi mengapa dia tidak mau melihat aku dekat - dekat dengan diriMu? Apa maksudnya itu!?." Ujar Windi lagi untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan.
__ADS_1
"Tanya saja kepada Cindy! Mengapa kamu bertanya kepadaKu?." Jawab Andre sambil menatap ke arah Cindy dengan penuh arti.
Enjel yang melihat tingkah Andre langsung menambah memanaskan situasi.
"Ndre! Besok kita berdua jadi toch untuk balik ke kota bersama!?." Tanya Enjel kepada Andre.
Windi dan Cindy secara bersamaan langsung menatap Enjel dan Andre secara bergantian.
Keduanya tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
"Jadi besok kami akan pergi bareng Enjel ke kota?." Tanya Windi sambil menatap ke arah Andre.
Andre yang menjadi canggung dengan situasi itu langsung menjawab.
"Iya! Berhubung aku balik sendiri ke kota dan Enjel juga akan kembali ke kota, jadi untuk menghemat biaya, aku menawarkan Enjel untuk bareng denganKu saja, Enjel tinggal mengisi bahan bakar untuk sepeda motorKu!." Jawab Andre dengan tenang.
"Kamu tidak mengatakan kepadaKu bahwa aku yang akan mengisi bahan bakarnya!." Tutur Enjel membantah pernyataan Andre.
"Tidak kok! Aku telah mengatakannya kepadaMu, tetapi mungkin kamu sudah melupakannya!." Balas Andre agar kedua gadis lainnya merasa yakin.
Windi dan Cindy kini hanya menyimak situasi yang terjadi di antara Andre dan Enjel.
"Kapan kamu mengatakannya?." Tanya Enjel.
"Apa? Kalian berdua berada di pantai?." Tanya Cindy terkejut.
"Iya! Tadi hampir seharian kami berada di pantai!." Jawab Enjel jujur.
Cindy yang mendengar jawaban itu langsung menatap ke arah Andre dengan tatapan yang tidak bersahabat dan berkata.
"Apa yang kalian berdua lakukan di pantai?." Tanya Cindy dengan nada suara yang sudah meninggi.
"Tadi bukan hanya aku dan Enjel yang berada di pantai, tetapi Sinta dan Dinda juga pergi bersama! Aku tadi hanya mengantarkan Sinta! Itu saja, tidak ada yang lebih!." Tutur Andre menjelaskan.
"Kalau hanya mengantarkan Sinta, bagaimana mungkin kita bisa berbincang - bincang?." Balas Enjel ingin membuktikan bahwa keduanya memang berniat untuk pergi bersama ke pantai.
"Iya itu memang benar! Tetapi, karena saat itu aku juga sedang menunggu Sinta untuk pulang, sehingga kita berdua memiliki waktu untuk berbincang - bincang!." Tutur Andre.
"MenurutKu kamu sedang menggoda diriKu bukan sedang berbincang - bincang!." Serang Enjel lagi untuk memberitahukan apa yang sedang terjadi saat mereka berada di pantai untuk lebih memparkeru suasana.
"Enjel ini ternyata gila juga! Dia sepertinya ingin membuat Windi dan Cindy makin bertambah memarahiKu, apa yang harus aku lakukan?." Pikir Andre.
"Apa benar kamu sedang menggoda Enjel?." Tanya Windi.
__ADS_1
"Sudahlah, jangan memperpanjang masalah itu lagi! Sebenarnya itu bukanlah hal yang serius menurutKu! Tetapi jika kalian berdua menanggapinya dengan serius, itu akan membuat situasinya akan lebih tidak bersahabat untuk malam ini!." Tutur Andre ingin kembali membuat situasi saat itu menjadi bisa dia kendalikan.
Enjel yang merasa tidak berhasil dengan provokasinya langsung kembali ingin menyerang Andre.
"Kalau begitu, berarti kamu menganggap kami bertiga hanya tempat pelampiasan keinginanMu saja untuk memiliki banyak wanita disisiMu!." Tutur Enjel dengan nada suara yang serius.
Windi langsung terpengaruh dengan perkataan Enjel tersebut dan langsung menatap Andre dengan mata yang berkaca - kaca.
Gadis itu seakan merasa kecewa dengan pria di depannya itu.
Sedangkan Cindy tidak terpengaruh dengan kata - kata tersebut, karena memang hubungannya dengan Andre adalah hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
"Ndre! Kamu harus jujur kepadaKu! Apakah benar kamu berpikir seperti apa yang Enjel katakan itu?." Tanya Windi dengan raut wajah yang sedih karena merasa kecewa.
"Win! Aku tidak bisa menjawab pertanyaanMu itu! Jika kamu mempercayai apa yang Enjel katakan! Silahkan saja! Karena itu adalah hakMu untuk menentukannya!." Ujar Andre menanggapi perkataan Windi.
"Baiklah! Kalau begitu, kita akhiri saja hubungan kita malam ini!." Tutur Windi dengan tegas mengambil keputusan.
Mendengar perkataan Windi, wajah Cindy dan Enjel langsung berubah menjadi senang, karena hubungan antara Andre dan Windi kini sudah berakhir.
Namun walau pun demikian, pikiran Cindy tidak seperti apa yang Enjel pikirkan, sebab gadis itu telah mengetahui bagaimana jika seorang wanita yang berpacaran dengan Andre, pasti keduanya sudah melakukan hal seperti yang dia dan Tresya lakukan bersama Andre.
"Sepertinya ini akan membuat hubunganKu dengan Andre akan berjalan dengan mulus, karena tidak ada yang akan menjadi penghalang lagi!." Pikir Enjel.
"Hubungan mereka pasti tidak akan berakhir malam ini! Sebab keputusan yang Windi ambil itu hanya karena terbawa emosinya saja! Tetapi aku harus memanfaatkan momentum ini agar Andre harus menjadi pacarKu seutuhnya!." Pikir Cindy.
"Kenapa kamu mengambil keputusan tanpa memikirkannya terlebih dahulu?." Tutur Andre.
"Itu urusanKu! Kamu urus saja apa yang ingin kamu gapai!." Tutur Windi menanggapi perkataan Andre.
Wanita itu langsung berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan kediaman Andre.
Andre pun langsung mengejar untuk menghentikan Windi.
Saat Andre ingin meraih tangan gadis itu, Windi langsung berontak dan melepaskan genggaman pria itu.
"Jangan menghalangiKu! Lakukan saja apa yang kamu anggap baik untuk diriMu!." Bentak Windi sambil menangis dan meninggalkan Andre.
Cindy dan Enjel hanya bisa menatap adegan keduanya sambil merasa lega di dalam hati dan pikiran keduanya.
"Ternyata licik juga gadis ini! Hanya dengan beberapa kata - katanya dia sudah bisa membuat hubungan keduanya langsung hancur! Aku juga harus berhati - hati dengan gadis ini!." Pikir Cindy.
~Bersambung~
__ADS_1