Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 21. Mulai Bersekolah


__ADS_3

Akhirnya hari pertama untuk masuk sekolah pun telah tiba.


Andre sudah siap untuk berangkat ke sekolah.


Karena hubungannya dengan tante Ria sudah sangat akrab, sehingga tante Ria berniat untuk mengantar Andre ke sekolah dengan menggunakan mobilnya.


"Ndre! Ayo sarapan dulu." Ucap tante Ria.


"Baik tante!." Jawab Andre singkat.


Akhirnya mereka sarapan bersama.


Setelah selesai, akhirnya mereka bergegas untuk menuju ke sekolah.


Setelah tiba di depan pintu gerbang sekeloh, tante Ria langsung menghentikan mobilnya dan Andre pun langsung turun dari mobil tersebut.


Andre lalu langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke area sekolah.


Dia langsung menuju ke kelas yang sudah di tentukan oleh pihak sekolah.


Setelah memasuki kelas tersebut, mata Andre di suguhkan dengan pemandangan yang sangat jarang di lihatnya saat berada di kampungnya.


Gadis - gadis di dalam kelas itu terlihat sangat cantik menurut Andre.


Karena banyak dari mereka memiliki kulit yang putih bersih dan mulus, serta ada juga yang berkulit kuning lansat namun terlihat sangat terrawat dengan baik.


Hal itu sangat berbeda dengan gadis - gadis yang berada di kampungnya.


Memang wajah mereka terlihat cantik, tetapi akan kalah jauh bila di bandingkan dengan kebanyakan gadis yang berada di dalam kelasnya saat ini.


Jumlah murid di dalam kelasnya ada 40 orang murid. 15 orang pria dan 25 orang wanita.


Dan di kelasnya juga memang bertaburan gadis - gadis yang cantik.


Akhirnya wali kelas mereka pun tiba.


Murid - murid langsung memberi hormat.


Setelah itu wali kelas mereka memperkenalkan namanya serta profilnya dan di ikuti juga oleh para murid.


Mereka pun melanjutkan aktivitas belajar mengajar mereka.


Saat itu, Andre duduk bersebelahan dengan seorang gadis yang bernama Meylan.


Gadis ini keturunan tionghoa, sehingga kulitnya putih mulus dan terlihat bersih seakan tidak memiliki cacat sekecil apa pun.


Karena Andre sudah mendengar profil dari Meylan, sehingga Andre mengurungkan niatnya untuk mencoba mendekati Meylan terlebih dahulu.


Meylan adalah anak gadis dari seorang pengusaha yang memiliki beberapa toko yang khusus menyediakan berbagai jenis kain, alat elektronik dan juga toko bahan bangunan.


Sehingga menurut Andre, kehidupan mereka berdua sangat berbeda jauh.


Sedangkan untuk anak - anak yang lain, orang tua mereka adalah pejabat di instansi pemerintahan serta anak dari anggota atau pejabat TNI dan juga Polri.


Di dalam kelas tersebut, hanya ada empat orang murid yang ekonomi orang tuanya berada di kelas menengah kebawah, salah satu di antaranya adalah Andre.


Untuk menyesuaikan diri dengan gaya hidup dari teman - teman sekelasnya itu. Tidak bisa di lakukan oleh Andre.

__ADS_1


Jajannya saja hanya 10 ribu rupiah setiap harinya, itu juga atas pemberian tante Ria.


Meylan sendiri sebenarnya tidak pernah membedakan status ekonomi Andre. Gadis itu memperlakukan Andre seperti teman kelas yang lain.


"Ndre! Saat pulang sekolah kamu mau pergi kemana?." Tanya Meylan.


"Aku akan langsung pulang ke rumah." Ucap Andre.


"Bagaimana kalau kita pergi bersama ke mall?." Ucap Meylan.


Andre langsung berpikir, jika pergi ke mall, terus tidak punya uang, apa yang akan di lakukannya disana.


"Kamu jangan khawatir, aku yang akan mentraktirMu. Bagaimana!? Apa kamu mau pergi bersamaKu?." Tanya Meylan lagi.


"Apa hanya kita berdua?." Tanya Andre.


"Iya! Kita berdua saja. Soalnya aku malas untuk langsung pulang ke rumah." Ucap gadis tersebut.


"Apakah orang tua Mu tidak akan memarahiMu?." Tanya Andre.


"Orang tua Ku nanti malam baru berada di rumah, kalau masih siang, mereka masih berada di tempat usaha mereka." Jawab Meylan.


"Oh, jadi seperti itu yah!?." Ucap Andre.


"Iya! Jadi bagaimana? Apakah kamu mau menemani Ku?." Tanya Meylan lagi.


"Baiklah! Tetapi uang transportasi punya Ku tidak akan cukup untuk kembali ke rumah." Ucap Andre jujur.


"Sudah, nanti aku yang akan menambah uang transport Mu itu." Ucap Meylan.


Setelah bel sekolah berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar untuk hari itu telah selesai, akhirnya murid - murid mulai keluar dari kelas mereka masing - masing.


Andre pun berjalan keluar sambil berdampingan dengan Meylan.


"Hai Meylan! Bolehkah aku pulang bareng dengan Mu!? Ucap Bobby salah satu teman sekelas mereka.


Ayah Bobby seorang anggota TNI yang sudah berpangkat perwira. Hal itu juga yang mempengaruhi sifat dan cara hidupnya.


Oleh karena itu, Andre tidak bisa berbuat apa - apa saat Bobby mendekati Meylan.


"Aku belum ingin pulang, karena aku dan Andre ingin pergi dulu ke mall." Ucap Meylan menanggapi perkataan Bobby.


"Kalau begitu, kita bertiga saja sama - sama pergi ke mall." Ucap Bobby.


Mendengar perkataan Bobby, Meylan tidak bisa menolaknya, gadis itu hanya bisa mengiyahkan saja.


Akhirnya mereka bertiga bersama - sama menuju ke mall.


Mereka bertiga menggunakan angkot untuk pergi ke mall.


Saat dalam perjalanan, Bobby tidak henti - hentinya berbicara.


Untuk Meylan sendiri, gadis itu tidak terlalu suka dengan pria yang terlalu banyak bicara dan selalu ingin lebih mendominasi.


Sehingga situasi itu membuat dirinya merasa tidak nyaman dengan keberadaan Bobby.


Andre sendiri tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun.

__ADS_1


Akhirnya mereka sudah tiba di depan pintu utama untuk memasuki area mall.


Meylan langsung bersuara kepada sopir angkot tersebut.


"Di depan aja pak."


Sopir angkot pun langsung menghentikan angkot tersebut.


Akhirnya mereka bertiga turun dari angkot dan Meylan langsung membayar biaya angkot untuk dua orang.


"Sudahlah biar aku yang membayarnya." Ucap Bobby.


"Oh tidak, terima kasih." Ucap Meylan.


Akhirnya Bobby membayar biaya angkot untuk dirinya sendiri.


Setelah itu mereka bertiga langsung berjalan memasuki area mall.


Meylan selalu ingin berjalan di samping Andre. Namun Bobby selalu berusaha masuk dan berjalan di antara keduanya.


Hal ini di lakukan agar Andre tidak bisa dekat - dekat dengan Meylan.


Namun tingkah laku yang di tunjukan Bobby sudah membuat Meylan merasa tidak nyaman dengan keberadaannya.


"Mey! Apakah kamu sudah memiliki pacar?." Tanya Bobby.


"Kalau sudah kenapa!? Dan kalau belum kenapa!?." Ucap Meylan dengan nada suara datar.


"Kalau sudah ada tidak masalah, tetapi kalau belum ada, aku ingin menjadi pacarMu." Ucap Bobby sambil tersenyum menatap wajah Meylan.


Meylan hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Bobby.


"Apa kamu mau menjadi pacarKu!?." Tanya Bobby.


"Bob! Maaf yah! Aku belum mau bicara tentang berpacaran, aku ini ingin fokus dengan pendidikanKu saat ini." Ucap Meylan yang sudah jengah dengan sikap serta perkataan Bobby.


Tetapi anak muda itu tidak peduli dengan penolakan halus dari Meylan, dia tetap terus berada di samping Meylan.


Bobby mencoba menghibur Meylan dengan bualan - bualannya yang sudah garing menurut gadis itu sehingga tidak merubah suasana hati Meylan.


Sedangkan Andre masih tetap pasif karena belum sekali pun mengeluarkan kata - kata.


"Mey! Kamu suka makan apa?." Tanya Bobby.


"Memangnya kenapa!?." Tanya Meylan.


"Nanti aku yang akan membelikannya untukMu." Jawab Bobby.


"Tidak usah! Aku bisa membelinya sendiri." Ucap Meylan.


"Mey! Bisakah aku mengenal diriMu lebih dekat lagi?." Tanya Bobby lagi.


"Bisa! Kitakan teman sekelas, jadi kamu bisa mengenal aku lebih baik lagi. Okey!?." Ucap Meylan.


Bobby seperti sudah kehabisan cara untuk bisa menyenangkan hati gadis tersebut. Karena sudah berbagai kata - kata mau pun tindakannya selalu tidak membuat hati Meylan menjadi senang.


"Apakah semua ini ada hubungannya dengan anak petani ini!?." Gumam Bobby dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2