Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 53. Keinginan Cindy


__ADS_3

Setelah di ajak Dinda, dengan berat hati Enjel pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjalan mendekati adik dan ibu Andre.


Gadis itu pun langsung berpamitan dengan ibu Andre.


"Tante! Enjel pamit dulu yah!?." Ucap Enjel dengan ramah.


"Iya! Hati - hati di jalan!." Balas ibu Andre.


Enjel hanya menatap ke arah Andre dengan tatapan yang dalam serta penuh arti.


Seakan dia mengisyaratkan kepada Andre untuk tidak melakukan sesuatu yang berlebihan dengan Cindy.


Gadis itu pun langsung melanjutkan langkahnya untuk menuju ke arah sepeda motornya berada.


"Tante! Kak Andre! Dinda pamit dulu yah!?." Ucap Dinda sambil menatap kearah kedua orang tersebut dan juga langsung melanjutkan langkah kakinya mengikuti kakaknya.


"Iya! Njel! Jangan ngebut yah!? Hati - hati di jalan!." Ucap ibu Andre mengingatkan.


"Iya tante!." Balas Enjel singkat dan langsung pergi meninggalkan pekarangan rumah Andre dengan mengendarai sepeda motornya sambil berboncengan dengan adiknya.


Setelah kepergian Enjel, akhirnya Cindy merasa tidak ada lagi orang yang akan mengganggunya saat berbincang - bincang dengan Andre.


Saat ibu Andre dan juga Sinta kembali masuk, Cindy pun langsung bangkit dari tempat duduknya dan berpindah untuk duduk di samping Andre.


"Kak Andre! Apa benar besok kamu akan kembali lagi ke kota?." Tanya Cindy ingin memastikan hal tersebut.


"Iya! Kenapa?." Jawab Andre singkat dan juga langsung balik bertanya kepada Cindy.


"Trus kak Andre akan balik bersama dengan perempuan yang tadi itu?." Tanya Cindy lagi.


"Iya! Aku akan balik ke kota bersama dengan Enjel! Perempuan itu namanya Enjel! Kakak dari Dinda!." Jawab Andre dan langsung memberitahukan nama perempuan tersebut.


"Oh...jadi namanya Enjel!? Kalau adiknya, aku sudah mengenal dia, karena Dinda itu adalah adik kelasKu dan juga teman dari Sinta, sehingga aku sangat mengenalinya!." Tutur Cindy menjelaskan.


"Terus, kak Andre malam ini maunya pergi kemana?." Tanya Cindy lagi.


"MenurutMu, baiknya kita pergi kemana?." Andre balik bertanya kepada Cindy.


"Bagaimana kalau kita pergi ketempat biasa!?." Jawab Cindy yang sekaligus menawarkan suatu tempat kepada Andre sambil memberikan isyarat dengan tangannya.


Andre langsung mengetahui tempat yang Cindy maksudkan saat melihat isyarat yang di tunjukkan oleh Cindy dengan tangannya.

__ADS_1


Tempat yang di maksudkan Cindy itu sekaligus memberitahukan apa yang diinginkan Cindy dari Andre malam itu.


Andre yang juga menginginkan hal tersebut langsung mengiyahkan apa usulan dari Cindy.


"Baiklah! Kalau begitu, kita pakai sepeda motorMu saja!." Jawab Andre dengan nada suara yang biasa namun sedikit di perkuat intonasinya agar ibunya bisa mendengar sehingga tidak mencurigai mereka berdua.


Setelah berkata, Andre langsung berdiri dan masuk kedalam rumahnya untuk berpamitan kepada ibunya.


"Bu! Aku dan Cindy tidak lama untuk keluar sebentar! Jika Enjel atau Windi kembali mencariKu, bilang saja aku sudah tidur!." Tutur Andre.


"Jadi kamu ingin mengajari ibu untuk berbohong?." Balas ibu Andre.


"Bukan seperti itu Bu! Tetapi aku sudah dibuat pusing oleh keduanya!." Ujar Andre memberikan alasan agar ibunya percaya dan mau mengikuti perkataannya itu.


Tanpa menunggu jawaban dari ibunya, Andre langsung pergi dengan mengedarai sepeda motor sambil membonceng Cindy.


Knalpot sepeda motor milik Andre sedikit bising, sehingga dia lebih memilih untuk membawa sepeda motor milik Cindy.


Bukan hanya itu saja alasannya, akan tetapi alasan utamanya agar jika Enjel kembali, dia akan berpikir bahwa Andre sudah beristirahat karena sepeda motor miliknya masih terparkir di depan rumahnya.


Mereka berdua pun langsung bergerak menuju ke kebun milik orang tua Andre, dimana di kebun tersebut sudah beberapa kali Andre dan Cindy pergi untuk memadu kasih.


Akhirnya keduanya sudah tiba di pondok yang berdiri di tengah - tengah kebun tersebut.


Andre langsung menyalakan sebuah lentera yang tersedia di dinding pondok itu.


Setelah selesai menyalakan lentera, Andre langsung membersihkan tempat tidur yang ada untuk di gunakan oleh mereka berdua.


Setelah selesai membersihkan ranjang yang ada, Andre langsung mengajak Cindy untuk masuk ke kamar pondok itu.


Mereka berdua pun langsung melakukan hubungan intim seperti sepasang suami istri.


Keduanya melakukan hal itu selama hampir tiga puluh menit hingga akhirnya mereka berdua sama - sama mencapai kenikmatan yang mereka inginkan.


Setelah itu, keduanya langsung menuju ke gerojokan untuk membersihkan tubuh mereka berdua.


Tetapi tidak hanya membersihkan tubuh mereka, melainkan Andre kembali beraksi untuk menikmati tubuh gadis tersebut.


Setelah kembali mencapai *******, keduanya langsung membersihkan kembali tubuh mereka dan beranjak dari tempat itu.


Saat sudah berada di pondok, keduanya kembali duduk berdampingan dengan kepala Cindy di sandarkan di bahu Andre yang duduk disampingnya.

__ADS_1


Saat itu Cindy pun langsung membuka pembicaraan.


"Ndre! Apakah kamu mau menjadi pacarKu?." Tanya Cindy.


"Cin! Kamu tahukan bagaimana awalnya sehingga kita bisa sampai seperti saat ini?." Tanya Andre yang tidak langsung menjawab pertanyaan Cindy.


"Iya! Aku sangat jelas mengingat hal itu! Tetapi tadi, Windi baru saja sudah minta putus denganMu, hal itulah yang membuatKu ingin untuk menjadi pacarKu!." Tutur Cindy menjelaskan.


"Cin! Perkataan Windi itu karena terbawa emosi! Sehingga tanpa berpikir panjang, dia langsung berkata seperti itu!." Balas Andre menanggapi perkataan Cindy.


"Iya! Aku mengerti juga situasi yang terjadi itu! Tetapi apakah hubunganKu denganMu hanya terus menerus seperti ini?." Ucap Cindy dengan nada suara yang datar.


"Bukan seperti itu juga menurutKu! Tetapi coba kamu pikirkan jika aku menyakiti juga hatiMu, apakah kamu tidak akan membenci diriKu? Hal itulah yang aku pikirkan yang akan Windi rasakan!." Tutur Andre.


"Cin! MenurutKu kamu lebih kuat dan tegar jika di bandingkan dengan Windi! Sehingga biarlah hubungan kita berdua seperti ini! Akan tetapi kamu masih tetap selalu bersama denganKu!." Ujar Andre untuk lebih meyakinkan Cindy tentang hubungan keduanya.


Cindy langsung terdiam dan sedang memikirkan apa yang baru saja Andre katakan.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Cindy berkata.


"Ndre! Bagaimana jika ada cowok yang menyatakan perasaannya kepadaKu?." Tanya Cindy.


"Cin! Apa pun yang bisa membuatMu bahagia, lakukan saja! Aku tidak bisa untuk melarangMu! Sebab aku juga menginginkan agar diriMu bisa bahagia!." Jawab Andre jujur.


Mendengar jawaban yang Andre berikan Cindy pun langsung berkata.


"Bagaimana jika aku menerima cowok tersebut hanya karena keinginan agar aku bisa melakukan hal yang biasa kita berdua lakukan?." Tanya Cindy lagi dengan nada suara yang lebih serius.


"Hal itu akan membuatMu lebih terluka lagi jika cowok itu merasa kecewa dengan apa yang ada padaMu saat ini! Dan itu juga bisa merendahkanMu! Sebab di usia yang masih remaja, akan tetapi sudah dalam keadaan tidak perawan, apa lagi seperti seorang yang sudah sering melakukan hal itu, pasti setiap pria akan merasa curiga terhadapMu!."


"Cin! Semua itu harus di lakukan dengan hati, pikiran serta perasaan! Jangan dengan nafsu! Karena hal itu akan merugikan diri kita sendiri!." Tutur Andre mengingatkan Cindy seperti merasa tidak berdosa.


Mendengar perkataan Andre, Cindy kembali terdiam sesaat untuk berpikir.


"Cin! Jangan pernah sekali - kali melakukan sesuatu hanya karena nafsu! Itu saja yang perlu aku ingatkan kepadaMu!." Tutur Andre yang ingin hubungannya dengan Cindy tetap berjalan seperti biasanya.


Andre sebenarnya tidak ingin melepaskan Cindy, namun dia juga tidak ingin untuk memperkeruh situasinya dengan Windi.


Hal itulah yang membuat Andre selalu mencegah Cindy untuk memikirkan pria lain selain dirinya.


Setelah beberapa saat keduanya berbincang - bincang, akhirnya mereka berdua pun kembali ke rumah Andre.

__ADS_1


Setelah selesai mengantarkan Andre, Cindy langsung pulang kerumahnya.


~Bersambung~


__ADS_2