Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 6. Perubahan Drastis


__ADS_3

Sandi adalah teman sekelas Andre, namun remaja ini sifatnya memang terlihat bengal sejak awal dia masuk melanjutkan sekolahnya di tempat itu.


Mata Sandi berpaspasan saling bertatapan dengan matanya Andre.


" Kenapa kamu melihatKu seperti itu, apakah kamu mau menantangKu...!!!???." Ucap Sandi sambil melototkan matanya kearah Andre.


" Oh, jadi kamu menganggap diriMu ini sudah paling hebat yah...!!!???." Ucap Andre menanggapi perkataaan Sandi.


Andre lalu mendekati Sandi dan langsung melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah Sandi.


Buuggg


Sandi langsung terhuyung dan menabrak beberapa meja di sampingnya.


" Apakah kamu masih mau lagi untuk aku pukuli...!!!???." Ucap Andre menatap Sandi sambil memegang kerah bajunya.


Sandi sudah terdiam dan tidak dapat berkata - kata lagi.


Mental remaja itu kini mulai jatuh di hadapan Andre dan merasa takut dengan tatapan yang di berikan oleh Andre kepadanya.


Dari bibir dan hidung Sandi telah keluar cairan merah yang kental.


Karena hal itu, sehingga membuat murid - murid yang ada di dalam kelas itu menjadi gempar, apa lagi bagi setiap murid perempuan.


Mereka sangat histeris menyaksikan apa yang Andre lakukan kepada Sandi.


Apa lagi dari hidung dan bibir Sandi sudah mengeluarkan darah.


Mata seorang gadis mengeluarkan air yang semakin deras membasahi pipinya, dia tidak menyangka bahwa Andre akan berubah seperti hal itu.


Karena keributan itu sudah sampai ke telinga sebagian guru yang ada di ruang guru sekolah itu, sehingga seorang guru olah raga langsung bergegas menuju ke sumber keributan tersebut.


" Apa yang terjadi disini." Ucap guru itu setelah tiba di depan pintu kelas.


" Andre telah memukul Sandi pak guru."


" Sandi telah di pukul dan mengeluarkan darah pak guru."


Kata - kata yang keluar dari murid - murid yang ada di situ.


" Apa...!!! Andre memukul Sandi...!!!???."


" Apakah benar seperti itu Andre...???." Tanya pak guru itu kepada Andre.


" Iya, benar pak guru." Jawab singkat Andre.


" Kalau begitu, kalian berdua ikut bersamaKu ke kantor." Ucap pak guru sambil berjalan menuju kantor sekolah yang di ikuti oleh kedua siswa tersebut.


Setibanya di kantor.


Beberapa guru perempuan langsung berteriak saat melihat keadaan wajah Sandi yang sudah berlumuran darah.


" Kenapa wajah Sandi sudah seperti itu Pak Hendra....???." Tanya seorang guru perempuan


" Di tonjok oleh Andre." Jawab Pak guru.

__ADS_1


" Apa...Andre yang melakukannya...!!!???. Mana mungkin itu bisa di lakukan oleh Andre...!!!???."


Kata - kata itu keluar dari seorang guru yang mengetahui betul sifat Andre selama dua tahun bersekolah di sekolah itu.


" Iya ibu guru, saya yang melakukannya." Sambung Andre membenarkan perkataan dari pak guru tersebut.


" Ya ampun Andre...kenapa kamu melakukan hal ini kepada Sandi...!!!???." Ucap guru itu lagi menanggapi perkataan Andre.


" Itu karena Sandi mengajak duel kepadaKu." Jawab Andre lagi.


" Tidak ibu guru, saya tidak mengajak Andre berantem." Ucap Sandi menyangga perkataan Andre dengan pikiran liciknya, agar Andre harus mendapat hukuman dari guru BP tersebut.


" Jadi kamu mau berbohong dan menyembunyikan kebenarannya...!!!???." Tanya Andre dengan wajahnya yang sudah menjadi merah padam menatap marah ke arah Sandi.


" Apanya yang bohong, memang seperti itu kenyataannya. Saya tidak tau apa kesalahan saya, tetapi Andre langsung mendekat dan memukuli saya." Ucap Sandi lagi menimpali perkataan Andre.


" Oh, baiklah kalau begitu, saya sudah siap untuk menerima konsekuensi dan sanksinya dari sekolah. Tetapi kamu harus ingat, mulai saat ini, aku tidak akan pernah melepaskanMu." Ucap Andre dengan tatapan yang tajam ke arah Sandi.


" Diam....diam....diam....bagaimana bisa saya akan mendapatkan solusinya jika kalian berdua seperti ini." Ucap guru BP tersebut.


" Sandi...!!! Kamu selama ini selalu melakukan pelanggaran di sekolah ini, serta selalu mengganggu murid - murid yang lain, jadi apa yang di katakan oleh Andre, itu ada benarnya juga." Ucap guru BP itu kepada Sandi.


Muka Sandi langsung berubah menjadi kecewa, karena dia tidak mampu untuk meyakinkan guru BP itu terhadap ceritanya.


" Dan kamu Andre, walau pun Sandi mengajak diriMu untuk bertarung, tetapi kamu sebagai murid yang rajin, pintar dan cerdas harus memikirkan juga terlebih dahulu apa yang harus kamu lakukan, jadi karena sudah seperti ini, kamu tetap di nyatakan bersalah dan harus melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan sekolah.


" Dan untuk setiap orang tua kalian, saya harapkan besok untuk datang ke sekolah dan sudah berada di sekolah jam 9 pagi." Ucap guru BP lagi.


" Baik ibu guru." Ucap mereka berdua secara serentak.


Dan Andre langsung melakukan tugas membersihkan lingkungan sekolah.


Siang hari itu, semua murid - murid satu per satu sudah mulai berjalan untuk meninggalkan komplex lingkungan sekolah.


Namun Windi langsung mencari keberadaan Andre sambil membawa tas milik Andre yang tertinggal di dalam kelas.


Setelah sudah menemukan orang yang di carinya, wajah gadis itu langsung berubah ceria.


Andre sedang duduk di kantin sekolah sambil menikmati gorengan bersama dengan guru BP sebelumnya.


" Andre...!!! Jangan merusak masa depanMu dengan hal - hal yang seperti itu, jangan lagi kamu melakukannya lagi, ingat kedua orang tuaMu yang sudah bersusah payah membiayaiMu untuk bisa bersekolah, agar kamu bisa membanggakan kedua orang tuaMu." Ucap guru BP itu menasihati Andre.


" Iya ibu guru, aku tidak akan melakukan hal itu lagi." Ucap Andre menanggapi perkataan guru BP di depannya.


" Hai Andre...!!!." Sapa Windi kepada Andre.


" Selamat siang ibu guru...!!!." Ucap Windi juga kepada guru BP itu.


" Selamat siang juga Windi...!!!". Balas guru BP itu.


" Ada apa Win...???." Tanya guru BP.


" Saya lagi mencari Andre bu, sebab tas sekolahnya tertinggal di dalam kelas dan mau memberikannya kepada Andre." Ucap Windi menjawab pertanyaan guru BP.


" Oh, begitu yah...!!!." Ucap guru BP menanggapi perkataan Windi.

__ADS_1


" Ayo Win, mari duduk bersama disini." Ucap guru BP mempersilahkan Windi.


" Terima kasih ibu guru, tetapi saya hanyalah ingin mengantarkan tas milik Andre dan sudah mau cepat pulang bersama teman - teman saya." Ucap Windi menanggapi perkataan guru BP.


" Duduk saja dan kita berdua pulang bersama." Ucap Andre dengan nada suara yang datar.


Windi dan guru BP sama - sama menatap ke arah Andre.


Wajah Andre seperti biasa, tidak ada gambaran senang, malu atau apa pun itu.


Namun mendengar kata - kata Andre, tanpa menjawab lagi, Windi langsung duduk di samping guru BP.


" Permisi bu...!!!." Ucap Windi sambil duduk.


" Silakan Win." Ucap guru BP.


Setelah beberapa menit waktu berjalan, mereka bertiga hanya terdiam seribu bahasa, belum ada satu kata pun yang keluar dari mulut ke tiganya.


Hingga akhirnya suara keluar dari mulut guru BP memecah keterdiaman di antara mereka bertiga.


" Baiklah Andre, ingat apa yang ibu katakan tadi yah...!!!???." Ucap guru BP.


" Iya ibu guru...!!!." Ucap Andre.


" Andre, Windi, ibu duluan yah...!!!???." Ucap guru BP itu sambil berdiri.


" Baik ibu guru." Jawab kedua murid itu secara serentak.


Guru BP itu langsung melangkahkan kakinya meninggalkan mereka berdua.


" Win...!!! Mengapa kamu tidak menjauhi diriKu...???." Tanya Andre menatap wajah Windi.


" Eeeemmmm...kamu itukan temanKu, jadi mengapa aku harus menjauhi diriMu." Jawab Windi.


" Bagaimana kalau aku tidak ingin berteman denganMu...???." Tanya Andre.


" Apa alasannya sampai kamu tidak mau berteman denganKu...???." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.


" Karena diriKu yang saat ini, sudah tidak pantas lagi untuk menjadi temanMu." Jawab Andre.


" Tetapi menurutKu kamu pantas untuk menjadi temanKu." Ucap Windi menyanggah perkataan Andre.


" Apakah kamu sudah tidak merasa risih lagi dengan perubahan sifatKu...???." Tanya Andre.


" Tidak, aku sudah tidak merasa risih lagi." Jawab Windi.


" Oh, jadi sikapMu juga bisa berubah dengan cepat juga yah...!!!???." Ucap Andre.


Windi hanya terdiam tidak menanggapi perkataan dari Andre.


Menurut kata hati serta perasaannya, dia ingin selalu berteman dengan Andre dan selalu ingin dekat dengan pria itu.


" Win...!!! Ayo kita pulang." Ucap Andre sambil berdiri dan langsung menyambar tangan Windi dan langsung menggenggam serta menariknya dengan perlahan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2