Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 27. Pembahasan Membawa Nikmat


__ADS_3

"Andre sudah merasakan nikmatnya bercinta serta telah mengetahui sedikit tentang wawasan dalam percintaan, sehingga Andre merasa sangat terbeban jika memandangi tante dalam keadaan seperti ini". Ucap Andre dengan nada suara yang pasti.


"Tetapi kamu sudah melihat juga keadaan tubuh tante lebih dari inikan!?". Ucap Ria dengan senyum dan nada suara yang menggoda.


"Iya tante! Tetapi situasi itu sangat berbeda dengan situasi saat ini". Ucap Andre.


"Apa yang berbeda?". Tanya Ria lagi.


"Waktu itu, aku belum terlalu akrab dengan tante, tetapi saat ini aku sudah akrab dengan tante". Jawab Andre.


"Terus apa bedanya sudah akrab dan belum akrab? Tetap aku wanita yang sama toch yang kamu lihat!?". Ucap Ria.


Andre kini sudah bingung untuk menjelaskan kepada Ria tentang apa yang di pikirkannya.


"Ndre! Kamu terlalu berbelit - belit dalam menjelaskannya. Langsung saja ke pokok permasalahan yang ada di pikiranMu".


"Tante! Andre adalah pria yang normal, jadi, Andre tidak mungkin tidak akan tergoda dengan kecantikan serta tubuh tante yang seksi itu".


"Terus! Apa yang ingin kamu lakukan?". Tanya Ria.


"Tidak ada yang bisa aku lakukan". Jawab Andre.


"Kenapa tidak ada yang bisa kamu lakukan? Tadi kamu bilang, kamu adalah laki - laki yang normal, terus setelah itu kamu katakan tidak ada yang bisa kamu lakukan. Mana sih yang benar di antara kedua perkataanMu itu?". Ucap Ria.


"Kedua perkataanKu itu benar semuanya. Karena walau pun hati, pikiran serta perasaanKu ingin untuk memiliki tante, tetapi hal itu tidak bisa terjadi, karena tante adalah saudara ibuKu". Ucap Andre dengan tegas dan langsung beranjak dari tempat duduknya seraya melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar tidurnya.


Melihat tingkah Andre seperti itu, Ria pun merasa tertantang dengan anak dari sepupunya itu.


"Menarik juga anak ini! Dia masih mempertahankan budaya dari kampungnya. Jika dirinya lahir dan besar di kota, pasti pola pikir tidak lagi seperti itu". Gumam Ria di dalam hatinya.


Ria langsung mematikan TV dan langsung beranjak dari tempat duduknya serta berjalan menuju ke kamar tidurnya.


Pintu kamarnya sudah tertutup tetapi belum terkunci dari dalam.


Pikiran ibu muda itu mulai tidak karuan.


"Mengapa hati, perasaan serta pikiranKu sudah seperti ini? Apakah hal ini di sebabkan karena diriKu sudah beberapa tahun ini tidak lagi mendapatkan belaian kasih sayang dari suamiKu?". Gumam Ria di dalam hatinya.


Walau pun matanya sudah terpejam, tetapi Ria belum bisa tertidur.


Sedangkan Andre juga merasakan hal yang sama, pria muda itu belum juga bisa tertidur dan sangat gelisah memikirkan apa yang baru saja di alaminya.


Pintu kamar Andre sudah di tutup namun tidak dia kunci dari dalam. Hal itu adalah suatu batasan untuk dirinya bisa bertahan.


Andre berpikir, jika Ria memasuki kamarnya, itu pertanda, pertahanan hati dan pikiran Andre untuk tidak ingin memiliki tubuh ibu muda itu sudah tidak ada lagi.


Jadi itu juga adalah suatu ukuran untuk Andre, sejauh mana Ria mau menggodanya.


Akal sehat dan hawa napsu sedang bertarung di dalam diri Ria yang kini sedang berbaring di ranjangnya.

__ADS_1


Akhirnya hawa napsu mengalahkan akal sehatnya.


Ria bangun dan turun dari tempat tidurnya.


Ibu muda itu langsung berjalan untuk keluar dari kamarnya.


Keadaan tubuh Andre kini hanya menggunakan celana pendeknya, kaos yang dia pakai sudah di tanggalkan, dan hal itu selalu di lakukannya karena perbedaan cuaca di kota dengan di kampungnya, sehingga dirinya merasa gerah bila tidur menggunakan kaos atau selimut.


Andre belum menyadari bahwa wanita yang dia pikirkan saat itu, sedang menuju ke arah kamar tidurnya.


Ria memegang pegangan pintu kamar Andre. Dirinya kini mulai menggerakan secara memutar kebawah pengangan pintu tersebut dan mendorongnya perlahan.


Pintu kamar Andre pun kini perlahan mulai terbuka, karena dorongan tangan lembut milik Ria.


Andre belum menyadari akan apa yang Ria lakukan.


"Ternyata pintu kamarnya juga tidak terkunci." Gumam Ria dalam hatinya sambil mendorong pintu kamar Andre.


Setelah sudah terbuka lebar, Ria langsung menatap ke arah ranjang. Matanya mendapati tubuh pemuda itu sedang terbaring di atas ranjang tersebut.


Akhirnya Ria melangkah masuk dan menghampiri ranjang yang di atasnya sedang terbaring tubuh Andre.


Memang Andre belum juga mengetahui akan kedatangan Ria, sebab matanya dalam keadaan terpejam dan pikirannya sedang terfokus memikirkan wanita itu.


Kini Ria sudah berada di pinggir ranjang dan sedang menatap ke arah tubuh pemuda itu.


"Ndre!".


Andre langsung tersentak mendengar suara lembut yang memanggilnya.


Andre langsung duduk di samping ranjangnya.


Pemuda itu tidak menyangka bahwa apa yang dia pikirkan benar - benar terjadi. Wanita yang sedang dia pikirkan kini sudah berada di dalam kamarnya.


"Ta...tante! Bagaimana bisa tante sudah berada di dalam kamarKu?". Ucap Andre dengan perasaan yang grogi.


"Bagaimana aku bisa berada di kamarMu? Pintu kamarMukan tidak terkunci, jadi aku bisa untuk memasukinya". Jawab Ria sebisanya saja.


"Bukan itu maksudKu! Tetapi maksudKu kenapa tante sudah berada di dalam kamarKu?". Ucap Andre lagi.


"Oh, jadi itu yang sebenarnya kamu tanyakan!?". Ucap Ria menanggapi perkataan Andre.


"Aku berada di dalam kamarMu karena ingin melanjutkan hal yang kita bahas tadi". Ucap Ria dengan santai.


"Hal apa yang ingin untuk di bahas lagi?". Tanya Andre.


"Hal tentang kamu juga ingin memiliki diriKu". Ucap Ria dengan nada suara dan senyuman yang sedikit menggoda sambil menatap ke arah wajah Andre.


Ria langsung duduk juga di sisi ranjang Andre dan berada sangat dekat dengan posisi duduk pemuda itu.

__ADS_1


Jantung Andre langsung berdegup kencang saat wanita itu sudah berada di sampingnya.


Bau harum tubuh wanita itu dan di tambah dengan keadaan Ria yang menampilkan kecantikan serta tubuhnya yang seksi. Membuat libido Andre semakin memuncak.


Lambang kejantanan Andre pun kini sudah mulai bangkit dan meronta dari dalam sangkarnya. Seakan ingin keluar dan langsung menerjang musuh yang berada di sampingnya.


"Apakah benar kamu ingin memiliki diriKu?".


Ria kembali melontarkan pertanyaan kepada Andre seraya tangannya langsung bergerak memegang paha pemuda itu.


"Tante! Apakah hal ini benar - benar tidak bisa terhindarkan?". Tanya Andre lagi.


Ria hanya menganggukan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh Andre.


Setelah melihat tanggapan yang di berikan Ria untuk menjawab pertanyaannya. Tangan kiri Andre pun langsung meraih tubuh wanita itu dan langsung ******* bibirnya.


Mereka berdua pun langsung melakukan French Kiss.


Keduanya langsung saling mengeluarkan kemampuan mereka masing - masing.


Memang Andre masih kalah jauh kemampuannya dari Ria, sebab wanita itu sudah sering melakukan hal itu dengan suaminya yang sudah memiliki pengalaman dalam bercinta.


Andre kini hanya mengimbangi permainan dari lawannya.


Namun tangan pemuda itu kini mulai berani menjelajahi permukaan kulit tubuh wanita yang kini sedang menjadi lawan mainnya itu.


Tangan Andre langsung menjamah dua gunung kembar milik Ria.


Gunung kembar itu terasa masih seperti milik seorang wanita yang belum menikah, hal itu di sebabkan karena mungkin sudah lama belum di jamah oleh tangan seorang pria.


Napas Ria kini sudah mulai memburu karena permainan tangan milik Andre.


Tangan wanita itu kini sudah memegang tongkat komando milik Andre.


Akhirnya satu persatu kain yang menutupi tubuh wanita itu kini sudah terlepas dari tubuhnya.


Pemandangan itu membuat pikiran dan hasrat Andre semakin tidak tertahankan untuk menikmati tubuh indah tersebut.


Keadaan Andre pun sudah sama dengan keadaan tubuh Ria.


Sehelai benang pun kini sudah tidak ada lagi yang menutup tubuh keduanya saat ini.


Tubuh Ria kini sudah terlentang di atas ranjang dengan kedua kakinya masih bergantung di sisi ranjang.


Sedangkan Andre sendiri dalam posisi kedua kakinya menginjak lantai sambil tubuhnya sudah berada di atas tubuh Ria.


Laki - laki itu kini mulai menjelajahi tubuh Ria dengan lidah dan bibirnya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2