Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 42. Pertemuan Dengan Cindy


__ADS_3

Setelah Andre selesai menjelaskan alasan sehingga dirinya mengambil keputusan tersebut, ibunya langsung bisa mengerti situasi sebenarnya yang di alami oleh anaknya sehingga melakukan hal tersebut.


"Terus, dari mana kamu mendapatkan uang untuk membayar biaya sewa di rumah kost tersebut!?". Tanya ibu Andre dengan penasaran.


"Uang itu berasal dari sebagian uang jajan yang aku sisipkan dan sisanya di berikan oleh tante Ria". Jawab Andre kepada ibunya.


"Oh, jadi seperti itu yah!? Berarti setiap minggunya atau setiap bulannya ibu akan selalu mengirimkan uang untuk membeli kebutuhanMu setiap hari serta uang sewa untukMu". Ujar ibu Andre.


Andre hanya bisa menganggukkan kepalanya menanggapi apa yang di sampaikan oleh ibunya itu.


"Ibu! Kalau tentang sepeda motor, itu di belikan oleh tante Ria untukKu, hal itu agar aku bisa menghemat serta menyisihkan sebagian uang jajanKu". Ungkap Andre.


"Oh, jadi seperti itu yah!? Ibu pikir itu sepeda motor milik orang lain yang kamu pinjam". Ujar ibu Andre menanggapi apa yang anaknya katakan.


"Tidak bu! Aku juga tidak berani untuk meminjam sepeda motor orang lain untuk aku gunakan sampai sejauh ini". Ujar Andre.


"Terus, apakah om Hendra mengetahui tentang hal itu!?". Tanya ibu Andre.


"Tidak bu! Om Hendra tidak mengetahuinya, itulah alasannya mengapa aku langsung pulang, karena aku di suruh oleh tante Ria untuk memberitahukan kepada ibu agar supaya ibu sudah mengetahui bahwa aku saat ini sudah indekos dan motor ini adalah pemberian tante Ria". Ujar Andre menjelaskan alasannya hingga pulang ke kampung.


"Baiklah! Kalau begitu, kapan kamu kembali lagi ke sana!?". Tanya ibu Andre.


"Kemungkinan besok siang aku akan kembali lagi ke kota". Jawab Andre.


"Kalau begitu, kamu beristirahatlah terlebih dahulu biar rasa capekMu hilang". Ujar ibu Andre.


Saat Andre masih duduk di ruang tamu, sebuah sepeda motor melewati depan rumah Andre.


Pengendara sepeda motor itu langsung menatap ke arah kediaman Andre tersebut.


Pandangannya langsung tertuju ke sebuah sepeda motor yang baru di lihatnya kini sedang terparkir di pekarangan rumah Andre.


Pengendara sepeda motor itu adalah seorang gadis.


Gadis itu langsung memberhentikan sepeda motor yang di tungganginya.


Karena merasa penasaran dengan pemilik sepeda motor yang sedang terparkir itu, akhirnya gadis itu memberanikan diri untuk masuk kepekarangan rumah Andre dengan sepeda motor miliknya.


Saat motor gadis itu memasuki pekarangan rumah tersebut, Andre langsung berjalan keluar dari dalam ruang tamu untuk melihat siapa yang datang tersebut.


Tatapan sang gadis langsung bertemu dengan tatapan mata Andre.


Keduanya langsung saling menebarkan senyuman satu dengan yang lain.


Sebab gadis itu adalah gadis yang sangat di kenal oleh Andre, yaitu Cindy.


Cindy langsung memarkirkan sepeda motor miliknya dan langsung berjalan menuju ke teras rumah dimana Andre sudah menyambutnya.

__ADS_1


"Hai Cin! Bagaimana dengan kabarMu!?". Tanya Andre menyambut kedatangan gadis tersebut.


"Aku baik - baik saja! Bagaimana denganMu!?". Jawab Cindy yang juga langsung balik bertanya kepada Andre.


"Seperti yang kamu lihat saat ini!". Jawab singkat Andre.


Andre pun langsung mengajaknya untuk duduk di kursi yang telah tersedia di teras rumahnya.


"Terus, bagaimana dengan sekolahMu di kota? Apakah sudah ada teman baru yang sangat dekat denganMu!?". Tanya Cindy sedikit menggoda Andre.


Andre sudah mengerti dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Cindy tersebut.


Gadis itu sedang menanyakan 'apakah Andre sudah memiliki kekasih di kota'. Itu yang Cindy maksudkan.


Andre hanya tersenyum penuh mesum menatap ke arah gadis itu.


"Sepertinya aku sulit untuk melupakan diriMu. Hal itulah yang membuatKu sampai pulang kesini". Goda Andre yang tidak ingin memberitahukan hubungannya dengan seorang gadis di kota.


"Apakah perkataanMu ini memang sesuai dengan apa yang ada di dalam hatiMu!?". Cindy balik bertanya kepada Andre sambil menebar senyumannya yang menggoda pria muda itu.


"Cin! Apa yang ingin kamu minum untuk aku sediakan!?". Tanya Andre mengganti topik pembicaraan.


"Oh, tidak usah repot - repot, aku juga hanya singgah sebentar kok". Ujar Cindy menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh Andre.


"Bagaimana kalau sebentar kita jalan - jalan!?". Lanjut Cindy menawarkan kepada Andre.


"Terus, kita harus jalan - jalan kemana?". Tanya Andre.


"Apakah tidak ada tempat lain yang bisa kita kunjungi selain di tempat itu!?". Ujar Andre.


"MenurutKu ada juga tempat yang bisa kita kunjungi selain tempat itu". Ujar Cindy.


"Dimana? Apakah tempat itu aman untuk di kunjungi!?". Tanya Andre.


"Aku juga tidak yakin dengan hal itu". Jawab Cindy.


"Begini saja, aku punya tempat yang aman, tergantung kamu yang menilainya". Ucap Andre sambil berbisik agar ibunya tidak mendengar percakapan keduanya itu.


"Dimana tempatnya?". Tanya Cindy.


"Saat ini aku masih memiliki waktu untuk pergi ke kebun, jika kamu mau, kamu bisa menyusulKu kesana". Ujar Andre.


"Tetapi aku tidak mengetahui persis dimana letaknya kebunMu itu". Ucap Cindy menanggapi perkataan Andre.


Andre pun langsung menjelaskan dimana posisi kebun milik orang tuanya itu.


Cindy langsung mengetahui dimana letak kebun yang Andre maksudkan itu.

__ADS_1


Gadis itu pun pamit untuk pergi ke tempat yang awalnya ingin dia tuju.


Sedangkan Andre langsung mengganti pakaiannya untuk bersiap menuju ke kebun milik orang tuanya.


"Ndre! Siapa yang baru saja datang itu!?". Tanya ibu Andre.


"Oh, tadi itu adalah Cindy bu!". Jawab Andre singkat.


"Terus kamu ini mau pergi kemana!? Kenapa tidak beristirahat saja dahulu!". Ujar ibu Andre.


"Nanti sekalian sebentar saja bu, kan aku baliknya nanti besok, jadi aku bisa untuk beristirahat sebentar". Jawab Andre.


Pria muda itu langsung bergegas untuk menuju ke kebun orang tuanya dengan mengendarai sepeda motor.


Setelah tiba di pondok yang ada tepat di tengah - tengah kebun yang dia tuju, Andre langsung memarkirkan sepeda motornya dan langsung memasuki pondok tersebut.


Pria muda itu langsung bergegas membersihkan kamar yang ada di pondok itu.


Setelah selesai membersihkannya, Andre kemudian langsung meraih parang yang biasa di gunakannya untuk membersihkan kebun tersebut.


Tidak lama kemudian, bunyi mesin sepeda motor memasuki area kebun tersebut.


Andre langsung mengetahui bahwa yang datang itu adalah Cindy, gadis yang telah janjian untuk menemuinya di kebun tersebut.


Dia kemudian langsung menghentikan aktivitasnya dan langsung berjalan menuju pondok dimana seorang gadis sudah berada di pondok tersebut.


"Ternyata kamu sedang membersihkan tanaman yang ada di kebun ini!?". Tanya Cindy untuk membuka pembicaraan di antara keduanya.


"Iya! Sambil menunggu kedatanganMu ada baiknya aku melakukan hal itu terlebih dahulu, agar ibuKu bisa melihat bahwa aku benar - benar datang kesini". Ujar Andre.


"Cin! Ayo duduk dulu, aku akan pergi untuk membersihkan tubuhKu terlebih dahulu". Ujar Andre sambil bergerak mengambil sabun yang ada di dalam jok sepeda motor miliknya.


Pria muda itu langsung berjalan menuju ke gerojokan yang ada di dekat pondok itu untuk membersihkan tubuhnya.


Cindy yang duduk di pondok itu langsung berjalan menuju ke gerojokan dimana Andre berada.


Gadis itu bisa melihat bahwa pria muda itu sedang membersihkan tubuhnya.


Cindy makin tertarik untuk melihat tubuh Andre yang saat itu sedang mandi.


Gadis itu perlahan - lahan melangkahkan kakinya untuk lebih dekat lagi agar bisa lebih jelas melihat tubuh Andre.


Andre langsung tersentak saat melihat gadis itu sudah berada di dekatnya dan sedang memperhatikan tubuhnya.


"Kenapa kamu kesini!? Apakah kamu sudah tidak sabar untuk bersama denganKu?". Ujar Andre menggoda Cindy.


"Sebenarnya aku juga penasaran untuk melihat seluruh lekuk tubuhMu!". Jawab Cindy dengan tersenyum malu.

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu aku juga ingin melihat seluruh lekuk tubuhMu juga, ayo, lepaskan juga seluruh pakaianMu itu dan kita mandi bersama". Ajak Andre dengan senyum nakalnya.


~Bersambung~


__ADS_2