
Saat Enjel pergi meninggalkan rumah Andre, pria muda itu langsung masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamarnya.
Andre langsung menghamburkan tubuh di ranjangnya.
Sedangkan ibu Andre langsung menutup pintu depan rumahnya dan juga langsung memasuki kamarnya sembari mengingatkan kepada Sinta dan Dinda agar bisa secepatnya untuk beristirahat.
Kedua remaja perempuan itu pun masih melanjutkan kegiatan belajar mereka namun tidak lama kemudian langsung menghentikan kegiatan mereka dan beristirahat.
Keesokan harinya, Andre sudah bangun saat sinar matahari baru mulai menyinari bumi.
Pria muda itu langsung mempersiapkan dirinya untuk menuju kekebun orang tuanya.
Saat sudah selesai sarapan, Andre pun langsung melangkah untuk menuju ke kamarnya dan mengambil kunci sepeda motor miliknya untuk di panaskan mesih kendaraan tersebut.
Beberapa saat kemudian Andre pun langsung bergegas untuk pergi ke kebun, belum Andre pergi, dirinya berpamitan terlebih dahulu kepada ibunya.
"Bu! Andre pergi ke kebun dulu yah!?". Sambil berjalan keluar dari rumahnya dan langsung menuju ke sepeda motor miliknya.
"Iya! Hati - hati di jalan!". Ucap ibunya mengingatkan kepada Andre.
"Iya Bu!". Jawab Andre yang langsung melesat pergi mengendarai sepeda motor miliknya.
Ibu Andre kembali masuk kedalam rumahnya.
Sinta dan juga Dinda langsung keluar juga dari dalam kamar dan menuju ke kamar mandi.
Saat sudah selesai dengan aktivitas mereka di kamar mandi, kedua remaja itu langsung menuju ke meja makan yang ada di dapur untuk sarapan.
Setelah selesai sarapan, keduanya kembali melanjutkan untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru mereka.
Setelah sekitar pukul sembilan pagi, Enjel langsung bergegas ke rumah Andre untuk menjemput adiknya Dinda dengan sepeda motor miliknya.
Beberapa saat kemudian, gadis itu memasuki pekarangan rumah Andre dengan sepeda motor miliknya.
Enjel langsung memarkirkan dan turun dari sepeda motor miliknya dan langsung melangkah menuju pintu masuk rumah Andre.
Gadis cantik berkulit kuning langsat dengan rambut hitam lurus sebahu, wajah berbentuk oval, mata tidak terlalu sipit, bibir yang seksi untuk para pria, alis yang sedikit tebal namun tidak lancip serta hidung yang sedikit mancung itu saat berada di depan pintu masuk rumah Andre langsung memberikan salam kepada orang yang berada di dalam rumah Andre.
"Selamat pagi!". Ucap Enjel dengan nada suara yang ramah.
"Selamat pagi!". Balas ibu Andre sambil keluar untuk melihat siapa yang datang.
"Ehh...nak Enjel! Mari masuk!". Ucap ibu Andre saat melihat Enjel yang berada di depan pintu masuk rumahnya.
"Iya tante!." Balas Enjel sambil melangkahkan kakinya memasuki ruang tamu rumah Andre.
Saat sudah berada di ruang tamu, gadis itu melihat adiknya sedang mengerjakan tugas bersama dengan Sinta.
"Dinda dan Sinta belum selesai mengerjakan tugas mereka, sehingga mereka berdua masih melanjutkannya hingga selesai, tetapi Dinda sudah sarapan disini bersama dengan Sinta". Ujar ibu Andre menjelaskan kepada Enjel yang melihat adiknya.
"Nak Enjel! Ayo silahkan duduk! Tante buatkan kamu teh hangat yah!?". Ucap ibu Andre lagi.
"Tante! Sudahlah, tidak perlu repot - repot!". Ujar Enjel dengan ramah.
"Oh, tidak apa - apa kok!". Balas ibu Andre sambil melangkah menuju ke dapur.
__ADS_1
Enjel pun hanya bisa duduk diam dan menanti apa yang sedang di siapkan oleh ibu Andre.
Setelah beberapa saat kemudian, ibu Andre pun kembali dari dapur dengan membawah nampan yang di atasnya berada segelas teh manis hangat.
"Ini teh manisnya! Silahkan di minum". Ucap ibu Andre sambil meletakkan gelas yang berisi teh manis tersebut.
"Iya tante! Maaf sudah menyibukkan tante!". Ucap Enjel tulus.
"Tidak apa - apa kok". Ujar ibu Andre sambil tersenyum ramah.
"Enjel mau menjemput Dinda yah!?". Lanjut ibu Andre bertanya kepada Enjel.
"Iya tante! Ternyata Dindanya belum juga selesai mengerjakan tugasnya". Ucap Enjel sambil tersenyum malu - malu.
"Andrenya mana tante!?". Lanjut Enjel bertanya kepada ibunya Andre.
"Oh, Andre pagi - pagi benar sudah pergi untuk membersihkan kebun". Jawab ibu Andre.
"Oh, lagi ke kebun yah!? Rajin benar yah tante!?". Ucap Enjel memuji Andre.
"Andre sejak kecil memang sudah seperti itu orangnya, dia tidak betah kalau hanya duduk - duduk di rumah tanpa melakukan aktivitas, jadi dia biasanya selalu pergi ke kebun untuk mengisi waktunya setelah pulang sekolah". Tutur ibu Andre menjelaskan.
Enjel yang mendengar penjelasan dari ibu Andre langsung terpukau dengan sosok pria muda itu.
"Ternyata masih ada juga anak pria yang seperti itu di kampung ini". Gumam Enjel di dalam hatinya.
Saat sedang memikirkan cerita dari ibu Andre tentang anaknya itu, tatapan mata Enjel kini terlihat kosong.
Ibu Andre yang melihat keadaan Enjel tersebut langsung menyapa gadis itu.
Gadis itu langsung tersentak karena ibu Andre memanggil namanya.
"Apa yang sedang di lamunkan!?". Tanya ibu Andre.
Mendengar pertanyaan ibu Andre, gadis itu langsung menjadi salah tingkah sambil tersipu malu.
"Apakah nak Enjel sedang jatuh cinta!? Tanya ibu Andre menggoda gadis di depannya.
Wajah gadis tersebut langsung memerah karena malu saat ditanya oleh ibunya Andre.
"Ti...tidak kok tante!". Jawab Enjel gelagapan.
"Oh, ternyata tante yang sudah salah menilai Enjel! Terus hal apa yang membuat sehingga nak Enjel melamun seperti itu!?". Tanya ibu Andre lagi penasaran.
Enjel makin salah tingkah lagi saat ibu Andre seperti mau mengitrogasinya.
Gadis itu kini hanya diam dengan wajahnya yang sudah lebih memerah dan terlihat salah tingkah.
Ibu Andre yang melihat gelagat dari gadis tersebut langsung meminta maaf kepada Enjel.
"Nak Enjel! Tante minta maaf yah karena sudah menggoda Enjel". Ucap ibu Andre yang merasa bersalah dengan pertanyaannya itu.
"Tidak apa - apa kok tante". Jawab Enjel malu - malu.
"Oh iya! Di minum dong tehnya". Ujar ibu Andre yang mencoba mencairkan lagi suasana yang canggung tersebut.
__ADS_1
"Iya tante!". Ucap Enjel sambil menganggukkan kepalanya dan langsung meraih gelas yan berisi teh tersebut dan mencicipinya.
"Oh iya tante! Sebentar Enjel bisa tidak mengajak Sinta untuk pergi tamasya ke pantai bersama Dinda!?". Tanya Enjel meminta ijin kepada ibu Sinta.
"Kalian perginya jam berapa?". Tanya ibu Andre.
"Sekitar jam satu siang tante!". Jawab Enjel.
"Kalau begitu, saat Andre pulang, nanti bareng Andre saja, agar Sinta bisa boncengan bersamanya". Ujar ibu Andre memberikan saran kepada Enjel.
Wajah gadis itu langsung ceria saat mendengar perkataan ibu Andre.
"Itu pun kalau Andre nya mau tante!?". Ucap Enjel menanggapi perkataan ibu Andre.
"Pasti Andre mau jika tante yang menyuruhnya". Jawab ibu Andre penuh keyakinan.
Kedua wanita beda usia tersebut terus berbincang - bincang sampai Dinda dan Sinta selesai mengerjakan tugas mereka.
Setelah itu, Enjel dan Dinda langsung pamit kepada ibu Andre dan juga Sinta untuk pulang.
"Tante! Sinta! Kak Enjel dan Dinda pulang dulu yah!? Nanti sejam lagi kami berdua akan kembali untuk menjemputMu". Ucap Enjel sambil melangkah menuju ke sepeda motor miliknya bersama dengan Dinda.
"Nak Enjel! Hati - hati di jalan yah!?". Ucap ibu Andre mengingatkan.
"Iya tante!". Jawab Enjel yang langsung pergi berboncengan dengan Dinda.
Saat sudah jam makan siang, akhirnya Andre sudah kembali dari kebun dan masuk ke rumahnya.
Ibunya langsung menyambut Andre dan menyuruh anaknya itu untuk membersihkan diri sebelum makan.
Andre langsung mengikuti perkataan ibunya itu.
Setelah selesai, ibunya langsung memberitahukan kepada Andre untuk mengantarkan Sinta yang akan pergi bersama dengan Enjel dan juga Dinda.
"Ndre! Sebentar lagi Enjel dan juga Dinda akan menjemput Sinta untuk pergi ke pantai, Andre antarkan Sinta untuk menemani mereka yah!?". Tutur ibunya memberitahukan kepada Andre apa yang akan dia lakukan setelah makan siang.
"Iya bu!". Jawab Andre singkat.
Setelah selesai makan, Enjel dan Dinda pun tiba, sebelum memasuki rumah Andre, keduanya mengucapkan salam terlebih dahulu.
Saat keduanya memasuki ruang tamu, keduanya langsung di persilahkan duduk oleh ibu Andre.
Keduanya langsung duduk dan menunggu Sinta dan Andre mempersiapkan diri untuk ikut mereka berdua.
Saat Andre keluar dari kamarnya, pandangannya langsung berpapasan dengan pandangan Enjel.
Gadis tersebut langsung menyapa walau pun lewat isyarat senyum manisnya.
"Hai Njel!". Sapa Andre sambil tersenyum juga membalas senyuman Enjel.
"Hai Ndre!". Balas Enjel juga.
Sinta pun kini sudah keluar juga dari kamarnya.
Mereka pun langsung berpamitan dengan ibu Andre dan langsung pergi untuk menuju ke pantai.
__ADS_1
~Bersambung~