
Andre duduk di kursi yang letaknya ada di samping kiri dari ibunya untuk mendengarkan apa yang akan ibunya bicarakan.
" Ndre...ibu ingin bertanya kepadaMu, dan ibu ingin kamu harus berkata jujur kepada ibu."
" Apakah kamu sudah mendengar dan mengerti apa yang telah katakan kepadamu...???."
" Iya ibu...Andre sudah mengerti."
Andre menjawab dan sudah merasa siap untuk mendengarkan apa yang akan ibunya tanyakan.
" Ndre...apakah dirimu masih ingin bersekolah lagi di sekolah itu...???."
" Iya Bu...Andre masih ingin bersekolah lagi di sekolah itu."
" Jika Andre masih bisa untuk bersekolah lagi, apakah Andre sudah tidak lagi akan melakukan hal - hal yang tidak ibu sukai...???."
" Iya Bu...Andre berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatan yang bisa membuat ibu khawatir lagi."
" Apakah Andre masih merasa marah kepada Sandi dan ayahnya...???."
Andre pun terdiam dan tidak langsung menanggapi apa yang baru saja ibunya sampaikan.
" Memang sebagai manusia, ibu juga merasa kecewa dengan perkataan serta sikap yang ayah Sandi tunjukkan kepada ibu, tetapi kita juga sebagai manusia, harus juga memaafkan seseorang yang telah melakukan kesalahan kepada kita."
" Jika Sandi dan ayahnya sudah meminta maaf secara langsung kepada kita, apakah Andre akan memaafkan mereka...???."
" Jika memang mereka berniat untuk meminta maaf kepada kita, Andre akan memaafkannya. Itu pun jika ibu juga akan memaafkan mereka."
" Baiklah kalau itu yang menjadi jawaban dari Andre."
Ibu Andre langsung menarik nafasnya dan langsung mengeluarkan. Karena merasa lega dengan apa yang Andre katakan.
" Begini Ndre...tadi ayahnya Sandi sudah pergi ke sekolah serta sudah menghadap kepala sekolah. Dia sudah menarik kembali tuntutannya terhadap dirimu, dan juga dia tadi datang secara langsung kesini untuk meminta maaf kepada ibu dan kepada Andre serta memberitahukan kalau besok Andre sudah bisa bersekolah lagi."
" Ayah Sandi sudah mengetahui kebenaran cerita yang sebenarnya."
" Dan hal itu di dengarnya langsung dari mulut Sandi, sehingga dia langsung menarik tuntutannya serta datang meminta maaf kesini."
Tutup ibunya.
" Andre juga bersalah Bu, karena Andre terlalu emosi untuk menanggapi situasi saat itu."
" Maafkan Andre Bu, karena telah membuat ibu terbeban dengan apa yang telah Andre lakukan."
" Baiklah, ibu memaafkanMu, tetapi Andre harus bisa mengalahkan emosi yang ada di dalam diri Andre."
" Baik Bu, Andre sudah mengerti."
" Kalau begitu, Andre pergi beristirahatlah, karena besok Andre harus masuk sekolah."
" Baik Bu."
Andre langsung berdiri dan berjalan menuju kekamarnya.
__ADS_1
Remaja itu langsung merebahkan tubuh di ranjangnya serta memikirkan kembali apa yang membuat dirinya bisa berubah seperti itu.
Andre kemudian mengingat apa yang telah Windi katakan kepadanya.
" Memang diriku sudah berubah sejak kepergiannya."
" Mengapa aku harus tenggelam di dalam situasi yang telah Tresya perbuat terhadap diriku...!!!???." Gumam Andre.
" Masa depanku hampir saja hancur karena hati, pikiran serta perasaanku sedang hancur karena apa yang Tresya lakukan."
" Kalau begitu, mulai saat ini, aku akan selalu menjadi kuat untuk bisa menghadapi setiap masalah yang berhubungan dengan cinta."
" Dan mulai saat ini, tidak ada lagi di dalam kamusku suatu kata 'Cinta Sejati', karena hal itu hanyalah suatu hayalan yang tidak dapat di wujudkan."
Andre mulai membangkitkan lagi semangatnya yang dulu sempat hilang dari dalam dirinya.
Keesokan harinya.
Andre sedang melangkahkan kakinya untuk bergegas menuju ke sekolahnya.
Setibanya di dalam kelas, Andre langsung di sambut oleh teman - teman sekelasnya.
Seorang gadis yang berambut lurus sepanjang 25 cm di bawah bahunya, mata yang berwarna sedikit kecoklatan, hidung mancung, kulit kuning langsat serta lekuk tubuhnya yang sudah terbentuk seperti wanita dewasa yang tentunya bisa membuat mata setiap lelaki dewasa pasti akan terpesona jika melihat gadis tersebut.
Windi, itulah gadis cantik tersebut.
Windi begitu bahagia saat melihat sosok pria yang selalu menjadi beban pikirannya beberapa waktu yang baru di lewatinya, telah datang dan mulai bersekolah lagi.
Senyum manisnya mengembang saat Andre menatap ke arahnya.
" Selamat pagi Windi...!!!."
" Apakah pria tampan ini boleh duduk di sampingmu...???."
Sapa Andre yang langsung menggoda Windi.
Wajah Windi sontak langsung berubah secara drastis saat mendengarkan serta melihat tingkah Andre yang sudah berubah 180 derajat itu.
Pipi gadis itu langsung memerah karena apa yang Andre tunjukkan.
" His...siapa bilang kamu itu tampan...???." Tanya Windi juga dengan nada bercanda sambil tersenyum.
" Tentu saja aku yang mengatakannya." Jawab Andre juga dengan nada bercanda.
" Awas jatuh, nanti akan sakit banget." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.
" Siapa yang jatuh...??? Apakah kamu jatuh cinta kepadaku...???." Ucap Andre menggoda.
" Siapa juga yang mau jatuh cinta padaMu...???." Ucap Windi dengan nada seakan memprotes perkataan Andre.
" Apakah itu sudah keluar dari dalam hatiMu...???."
Hi hi hi hi hi...
__ADS_1
Ucap Andre seakan dia tau bahwa kata - kata Windi berbeda dengan apa yang ada di dalam hatinya seraya langsung tertawa seakan meledek Windi.
" Tawa mu itu seperti kuda saja, jadi harus diam." Ucap Windi dengan tangannya yang langsung menutup mulut Andre karena merasa malu.
" Puih...puih...puih...apa saja yang baru kamu pegang, sehingga rasa tanganmu seperti....
Andre tidak melanjutkan kata - katanya, dan hanya langsung tertawa seraya menatap ke arah Windi.
Di dalam hati Windi, perasaannya semakin bahagia dengan perubahan yang di tunjukkan oleh Andre pada hari itu.
Dirinya tidak menyangka akan perubahan sifat Andre yang awalnya sangat dingin, kini menjadi humoris.
Canda tawa kedua murid remaja itu pun terhenti di saat seorang guru memasuki kelas mereka.
Akhirnya kegiatan belajar mengajar mata pelajaran pertama pun di mulai.
Setelah itu di lanjutkan dengan mata pelajaran kedua.
Andre dan Windi pun mengikuti setiap materi yang di berikan oleh guru dengan sangat serius, agar bisa memahami setiap materi yang diberikan.
Akhirnya bel sekolah berbunyi, pertanda waktu istirahat bagi seluruh siswa.
" Sayang...!!! Kita ke kantin yuk...!!!." Ucap Andre sambil tersenyum menatap ke arah Windi.
" Sayang...sayang...sejak kapan kamu sayang kepadaku...???." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre dengan nada yang ketus.
" Sejak kapan yah...???." Ucap Andre sambil menatap kearah langit - langit kelas mereka sambil pura - pura berpikir.
" Yeah...lagak mu itu ngak lucu tau...!!!." Ucap Windi yang langsung menepuk bahu Andre sambil tersenyum.
" He...he...he...he...he... iya - iya ayo kita ke kantin." Ucap Andre sambil tertawa.
Akhirnya kedua remaja itu berjalan menuju ke kantin sekolah.
Saat berjalan, mereka berdua terus melanjutkan candaan mereka.
" Ndre...!!! Janji yah bahwa kamu sudah tidak lagi melakukan kesalahan seperti waktu itu...!!!???." Ucap Windi yang langsung merubah suasana menjadi serius.
" Trus...Apa yang aku dapatkan jika aku mau berjanji kepadamu...???." Tanya Andre sambil tersenyum licik menanggapi perkataan Windi.
" Sudalah kalau kamu tidak mau berjanji kepadaku." Balas Windi dengan nada ketus menanggapi perkataan Andre.
" Ada orang ngambek nih." Ucap Andre dengan nada mengejek.
" Biar saja aku ngambek, memangnya kamu yang di rugikan...???." Balas Windi.
" Ya iyalah." Jawab singkat Andre.
" Kenapa juga kamu merasa di rugikan...???." Ucap Windi.
" Itu karena kamu terlihat sangat jelek." Jawab Andre sambil tertawa dan berlari menjauhi Windi.
Windi pun mengejar Andre karena apa yang baru saja dia dengar dari Andre.
__ADS_1
~Bersambung~