Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 45. Bertemu Enjel


__ADS_3

Setelah keduanya selesai melepaskan rasa rindu mereka. Akhirnya kedua muda mudi itu pergi meninggalkan pondok tersebut.


Sebelum mengantarkan Windi ke rumahnya, Andre membawa gadis itu untuk mampir dahulu di kediamannya.


Sepeda motor yang di kendarai keduanya langsung memasuki pekarangan rumah Andre.


Mereka berdua lamgsung di sambut oleh ibu Andre dan juga adik Andre yaitu Sinta.


"Kakak! Ayo antarkan aku kerumah temanKu di ujung kampung". Ujar Sinta meminta kepada Andre untuk mengantarkannya.


"Untuk apa kamu pergi kerumah temanMu sudah jam segini?". Tanya Andre kepada adiknya.


"Aku ingin mengambil buku pelajaran yang aku pinjamkan kepada temanKu untuk membuat tugas yang di berikan oleh guru". Jawab Sinta.


"Oh, kalau begitu kita barengan saja, soalx kakak mau mengantarkan Windi juga kerumahnya". Ujar Andre.


Andre dan Windi tidak sempat duduk dan berbincang - bincang lagi, sebab Sinta sudah meminta Andre untuk mengantarnya kerumah temannya yang searah juga dengan rumahnya Windi.


Sinta duduk di tengah antara Andre dan Windi.


Mereka bertiga kemudian langsung pergi menuju ke tempat yang di tuju.


Saat sudah tepat berada di depan rumah Windi, Andre langsung menghentikan sepeda motor miliknya.


Setelah Windi sudah turun dari sepeda motor Andre, gadis itu langsung berpamitan untuk masuk ke rumahnya.


Andre pun langsung mengiyahkannya dan kembali melanjutkan perjalanan keduanya untuk menuju ke rumah teman Sinta.


Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di rumah teman yang Sinta maksudkan.


Sepeda motor Andre langsung memasuki pekarangan rumah temannya Sinta.


Saat sepeda motor Andre memasuki pekarangan tersebut, keduanya sudah di sambut oleh teman Sinta beserta dengan kakak perempuannya.


"Hai Din!". Sapa Sinta kepada temannya yang bernama Dinda itu.


"Hai Sin! Kenapa datangnya sudah selarut ini?". Tanya Dinda kepada Sinta.


"Tadi aku sedang menunggu kakakKu untuk mengantarKu kesini, tetapi ternyata kakakKu lama pulangnya, dan baru kembali kerumah sudah jam segini". Ucap Sinta memberikan alasan kepada temannya.


"Oh, jadi seperti itu yah!? Sin! Hanya saja aku belum selesai mengerjakan tugasKu itu, jadi bagaimana!?". Ujar Dinda yang merasa bingung dengan situasi tersebut.


"Bagaimana kalau kita belajar bareng saja di rumahKu!? Sekalian kamu tidur bersamaKu saja untuk malam ini! Besok kita tidak masuk sekolah toch?". Ucap Sinta mengusulkan kepada Dinda.


Andre masih tetap menunggu Sinta di atas sepeda motor miliknya.


Kakak Dinda terus menatap kearah Andre, namun Andre tidak mengetahui akan hal itu, sebab dirinya hanya fokus kepada adiknya agar supaya bisa kembali kerumah dan beristirahat.


Dinda langsung berkata kepada Sinta "Sin! Tunggu yah!? Aku akan meminta ijin dulu kepada ibuKu". Ucap Dinda.


Sinta hanya mengiyahkan perkataan temannya itu.

__ADS_1


Dinda pun langsung memasuki rumahnya dan langsung pergi untuk meminta ijin kepada ibunya.


Setelah beberapa saat kemudian, Dinda pun kembali dengan membawa serta juga tas yang biasa di bawahnya kesekolah.


Dinda langsung meminta kakaknya untuk mengantarkan dirinya ke rumah Sinta.


Kakaknya langsung mengiyahkan dan bersiap untuk mengantar adiknya itu.


Andre pun langsung memutarkan sepeda motor miliknya menghadap ke arah jalan utama desa tersebut.


Setelah Sinta sudah naik membonceng di belakang, akhirnya Andre langsung menjalankan sepeda motornya yang di ikuti juga oleh kedua gadis lainnya.


Mereka kemudian kembali melewati depan rumah Windi.


Pandangan Andre langsung mengarah ke rumah Windi, dan saat tatapannya di fokuskan, ternyata gadis yang baru saja di antarkan olehnya masih duduk di teras rumahnya sambil menatap kearah jalan.


Saat tatapan keduanya saling bertemu, Andre langsung mengangkat tangan kirinya dan melambai kearah Windi.


Windi pun membalas lambaian tangan Andre.


Setelah melihat Andre sudah pergi bersama Sinta dengan sepeda motornya, Windi pun langsung memasuki rumahnya.


Kakak Dinda yang melihat hal itu langsung berpendapat bahwa Windi adalah pacar dari Andre.


"Oh, sepertinya mereka berdua sedang berpacaran atau saling menyukai satu sama lain". Gumam kakak Dinda.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka memasuki pekarangan rumah Andre.


"Dinda? Kamu ikut juga kesini?". Sambut ibu Andre yang langsung melontarkan pertanyaan kepada Dinda.


"Iya tante! Dinda akan belajar bareng Sinta dan juga akan menginap bersama Sinta untuk malam ini". Jawab Dinda yang langsung berjalan mengikuti Sinta untuk memasuki rumah temannya tersebut.


"Terus, siapa yang mengantarkan Dinda itu?". Tanya Mira lagi kepada Dinda.


"Oh dia adalah kakakKu Enjel!". Jawab Dinda yang langsung memberitahukan nama kakaknya.


"Nak Enjel! Ayo mampir sebentar dahulu!". Ucap Mira mengajak kakak Dinda.


Gadis itu pun langsung memarkirkan sepeda motor yang di tungganginya dan langsung turun serta langsung berjalan kearah rumah Andre.


Andre pun demikian, tetapi pria muda itu tidak langsung masuk kedalam rumahnya, melainkan hanya langsung duduk di kursi yang ada di teras depan rumahnya.


Enjel pun langsung berjalan menuju ke salah satu kursi juga yang berada di teras ruma Andre.


Gadis itu langsung duduk dan diam serta pandangan matanya menatap ke arah jalan.


Ibu Andre yang melihat gadis itu hanya duduk di teras rumahnya langsung menawarkan minuman untuk gadis tersebut.


"Apa yang ingin nak Enjel minum? Nanti tante akan membuatkannya untuk Enjel". Ucap Mira.


"Oh, tidak! Terima kasih!". Jawab Enjel.

__ADS_1


Mira pun tetap menawarkan agar Enjel mau menerima tawarannya.


Akhirnya gadis itu memilih untuk di sediakan teh hangat saja.


Mira yang mendengar hal itu langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Enjel.


Tidak lama kemudian, ibu Andre itu kembali dengan nampan yang di atasnya terdapat segelas teh hangat.


"Ini nak Enjel, silahkan di nikmati! Maaf karena tidak ada cemilannya". Ucap Mira sambil tersenyum.


"Oh tidak apa - apa kok tante, ini saja sudah cukup".


Andre hanya menatap sikap gadis yang duduk tidak terlalu jauh darinya itu.


"Kok aku tidak di buatkan teh hangat juga?". Ujar Andre sambil menatap ke arah ibunya.


"Oh, ternyata kamu mau juga yah!? Tunggu, nanti ibu buatkan". Ucap Mira kepada anaknya.


Andre hanya tersenyum mendengar perkataan ibunya.


Kedua muda mudi itu masih saling diam dalam beberapa saat hingga kemudian Andre mulai membuka pembicaraan. "Silahkan di minum teh hangatnya, jika terlalu lama untuk di minum, itu akan menjadi es teh". Ucap Andre sedikit bercanda.


Enjel langsung tersenyum menatap ke arah pria di sampingnya itu dan langsung menyesap teh hangat tersebut.


"Kamu benar adalah kakaknya Dinda?". Tanya Andre kepada Enjel.


"Iya! Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?". Ucap Enjel menanggapi pertanyaan Andre.


"Tidak! tidak ada yang aneh! Hanya saja aku baru melihat diriMu". Balas Andre.


"Oh, iya! Memang aku baru saja pulang kesini, karena aku tinggalnya di kota bersama dengan adik dari ayahKu". Ucap Enjel menjelaskan.


Andre pun langsung mengatakan bahwa dirinya juga saat ini tinggal di ibu kota.


Keduanya pun langsung melanjutkan pembicaraan dan saling menanyakan alamat tempat tinggal serta tempat keduanya bersekolah.


Ternyata sekolah keduanya saling berdekatan.


Yang satu di Sekolah Menengah Atas Negeri Satu di kota itu, dan yang satunya lagi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Satu di kota yang sama, sehingga kedudukan sekolah mereka saling berdekatan.


Akhirnya keduanya terlihat seperti sudah saling mengenal begitu lama.


Tidak terasa malam sudah semakin larut, dan Enjel pun langsung pamit utuk kembali pulang kerumahnya.


Gadis itu pun langsung berpamitan dengan ibu Andre dan juga kepada Andre.


"Kapan - kapan nak Enjel datang main lagi kesini yah!?". Ucap Mira dengan tulus.


"Iya tante! Pasti aku akan sering - sering main lagi kesini". Jawab Enjel.


Gadis itu langsung pergi dengan sepeda motor miliknya sambil membunyikan klakson.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2