Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 54. Kembali Kekota


__ADS_3

Keesokan harinya Andre kini sudah bersiap untuk kembali kekota.


Pria itu kini sedang menunggu kedatangan Enjel untuk balik bareng bersama dengannya.


Andre sudah selesai sarapan dan kini sudah duduk di depan teras rumahnya untuk menanti kedatangan Enjel.


Tidak lama kemudian, akhirnya Enjel pun muncul dengan di antarkan oleh ayahnya.


Saat tiba di depan rumah Andre, Enjel langsung menyuruh ayahnya untuk menghentikan sepeda motor yang mereka kendarai.


Ayah Enjel pun menghentikan sepeda motor tersebut di sisi jalan dan terlihat langsung memutar balik untuk kembali ke rumahnya.


Sedangkan Enjel langsung berjalan memasuki halaman rumah Andre sambil menggendong tas miliknya.


Andre pun langsung berdiri dari tempat duduk dan langsung menyambut Enjel.


"Apakah kamu sudah sarapan?." Tanya Andre.


"Iya! Kalau kamu bagaimana?." Balas Enjel bertanya kepada Andre.


"Sudah! Aku sudah sarapan juga dan sudah siap untuk berangkat!." Jawab Andre.


"Kalau begitu, sebaiknya kita langsung berangkat saja!." Tutur Enjel.


"Baiklah! Aku akan berpamitan dahulu dengan ibu dan adikKu!." Tutur Andre sambil melangkah masuk untuk menemui ibu dan adiknya.


"Bu! Sinta! Aku pamit untuk kembali ke kota yah!?." Tutur Andre.


Ibu Andre dan Sinta langsung keluar dan mengantarkannya.


"Hati - hati di jalan! Jangan ngebut yah!?." Tutur Ibu Andre.


"Iya Bu!." Tanggapan Andre.


"Kalau libur, kakak pulang lagi yah!?." Tutur Sinta.


"Iya! Jawab Andre lagi.


Andre dan Sinta kini sudah berada di atas jok sepeda motor miliknya.


Andre langsung mengemudikan sepeda motor miliknya dan mulai meninggalkan pekarangan rumahnya untuk kembali ke kota.


Sedangkan Enjel belum mengeluarkan sepatah kata pun.


Keduanya saling diam satu sama lain selama beberapa saat.


Andre pun mulai ngegas sepeda motor Suzuki Satria 2 tak miliknya dan mulai melahap setiap tikungan yang ada di depannya.


Hal tersebut membuat Enjel langsung memeluk tubuh Andre dari belakang serta langsung berkata.


"Jangan ngebut - ngebut! Aku takut!."


Mendengar perkataan Enjel, Andre pun langsung membuat sepeda motornya kembali melabat.


"Sulit juga membuatMu bisa mengeluarkan sepatah kata sedikit pun!." Tutur Andre sambil tersenyum.

__ADS_1


"Jika hanya untuk aku berkata, kenapa tidak terlebih dahulu membuka pembicaraan!?." Balas Enjel dengan nada suara ketus.


"Apakah kamu mau langsung ku antarkan ke tempat tinggalMu, atau mau mampir dahulu ke tempat kostKu?." Tanya Andre.


"Untuk apa aku mampir ke tempat kostMu?." Balas Enjel bertanya kepada Andre.


"Agar kamu bisa tahu dimana tempat tinggalKu!." Jawab Andre.


"Memang apa untungnya jika aku mengetahui tempat tinggalMu?." Tanya Enjel lagi.


"Jika kamu membutuhkan bantuanKu, kamu tidak sulit lagi untuk mencariKu!." Jawab Andre lagi.


"Memang kamu sebegitu yakinnya bisa membantuku jika dalam menghadapi kesulitan nanti?." Tanya Enjel lagi.


"Pasti aku bisa membantuMu!." Tutur Andre menjawab pertanyaan Enjel.


"Baiklah! Kalau kamu merasa yakin, aku akan mampir dahulu ke tempat kostMu itu!." Tutur Enjel.


Andre langsung tersenyum mendengar jawaban dari gadis tersebut.


"Njel!." Panggil Andre.


"Kenapa?." Tanya Enjel.


"Apakah aku bisa bertanya?." Tanya Andre.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?." Tanya Enjel menanggapi pertanyaan Andre.


"Apa aku bisa bertanya kepadaMu?." Tutur Andre lagi meminta kepastian dari Enjel bisa tidaknya dia untuk bertanya.


"Baiklah! Apa yang ingin kamu tanyakan?." Balas Enjel.


"Kenapa kamu ingin mengetahui hal itu?." Enjel tidak langsung menjawab pertanyaan Andre namun balas bertanya kepada Andre.


"Aku ingin mengetahuinya saja! Jika itu karena aku! Hal itu akan lebih baik toch?." Ujar Andre sambil tersenyum.


"Apa? Itu karena diriMu? Apakah aku tidak salah mendengarnya? Jangan terlalu percaya diri!." Balas Enjel menimpali perkataan Andre.


"Jika itu bukan karena diriKu, tidak perlu kamu marah juga untuk menjawabnya!." Tutur Andre sambil tersenyum.


"Jadi aku harus bagaimana?." Balas Enjel dengan nada suara yang datar.


"Nada suaranya biasa saja! Tidak perlu seperti membentak begitu!." Ujar Andre.


"Terus, bagaimana kalau memang itu karena diriMu!?." Enjel balik bertanya.


"Kalau itu memang benar karena diriKu! Itu akan membuat perasaanKu merasa lega, sebab itu menandakan bahwa aku memiliki peluang untuk menjadi pacarMu!." Tutur Andre menggoda Enjel.


"Oh, jadi kamu senang di saat melihat aku berantem dengan mereka? Itu maksudMu?." Ujar Enjel yang melontarkan pertanyaan kepada Andre.


"Tidak juga! Tetapi aku inginnya diriMu menjadi pacarKu! Itu saja!." Goda Andre lagi.


Mereka pun terus berbincang - bincang saat di tengah perjalanan sambil Enjel yang terus tidak melepaskan pelukannya.


Andre terus menggoda Enjel hingga membuat gadis itu menjadi salah tingkah dan tersipu malu.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun tiba di tempat kost Andre.


Andre langsung memarkirkan sepeda motor miliknya di depan kamar kostnya serta langsung berjalan menuju ke tempat penjaga kost itu berada untuk meminta kunci pintu kamar kost yang dia sewa.


Setelah mendapatkan kunci pintu kamarnya, Andre langsung membuka pintu kamar kostnya.


Keduanya langsung memasuki kamar kost tersebut.


Andre pun langsung menutup kembali pintu kamarnya.


"Njel! Bagaimana kalau aku buatkan mie instan untuk kita berdua? Kamu mau?." Tanya Andre.


Enjel hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Andre tersebut sambil melihat - lihat isi kamar tersebut.


"Apakah ini ibuMu yang belikan semuanya?." Tanya Enjel merasa heran dengan apa yang di lihatnya.


"Iya! Kenapa?." Balas Andre.


"Tidak! Hanya penasaran saja dengan semua yang ada di dalam kamarMu ini!." Jawab Enjel sekenanya saja.


Setelah selesai memasak mie instan tersebut, Andre pun langsung mempersilahkan Enjel untuk menikmatinya sambil memberikan piring.


Keduanya pun menikmati mie instan tersebut sambil berbincang - bincang ringan.


Setelah selesai menikmati mie instan tersebut, Andre pun kembali membuka pembicaraan.


"Njel! Apakah kamu menyukaiKu?." Tanya Andre sambil menatap wajah Enjel dengan serius.


Enjel hanya terdiam dan tidak langsung menanggapi pertanyaan Andre.


"Apakah kamu ingin menjadi pacarKu?." Tanya Andre lagi.


Enjel tetap hanya diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.


"Sudahlah! Jika kamu hanya diam saja! Itu pertanda kamu tidak menyukaiKu dan juga tidak ingin menjadi pacarKu!." Tutur Andre dengan wajah yang terlihat sedih.


Mendengar perkataan Andre serta melihat mimik mukanya, Enjel langsung berkata.


"Memangnya dengan diam saja itu sudah bisa di pastikan sebagai jawaban juga?." Ujar Enjel yang balas bertanya kepada Andre.


Kini Andre yang tidak menanggapi perkataan Enjel.


"Apakah kamu berpikir itu adalah jawabannya?." Tanya Enjel lagi.


"Terus, apa jawabannya?." Tanya Andre dengan tatapan yang serius.


"Bagaimana jika aku menyukaiMu dan menerimaMu sebagai pacarKu!?." Ujar Enjel menjawab pertanyaan Andre.


Mendengar perkataan Enjel, Andre langsung mendekatkan tubuhnya ke gadis tersebut dan kedua tatapan mata mereka saling bertemu.


"Apa benar yang baru saja kamu katakan itu?." Tanya Andre lagi untuk lebih memastikan.


Enjel hanya menganggukkan kepalanya mengiyahkan apa yang telah dia katakan.


Andre pun langsung mencium kening serta pipi gadis tersebut.

__ADS_1


Setelah merasa Enjel hanya pasrah dengan apa yang di lakukannya, Andre pun langsung memberanikan diri untuk mengecup bibir gadis tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2