Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 20. Mengungkapkan Rahasia Pribadi


__ADS_3

" Ndre! Tunggu sebentar!." Ucap Ria.


Andre langsung menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa tante!?." Tanya Andre.


"Tante hanya mau mengatakan ke kamu, agar pagar serta pintu depan di tutup dahulu sebelum kamu masuk untuk beristirahat." Ucap Ria.


"Baik tante!."


Andre kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tantenya sambil menutup pintu kamar dari perempuan itu.


"Aku kira mau apa! Ternyata hanya menyuruh Ku untuk menutup pagar dan pintu." Gumam Andre dalam hatinya.


"Tubuh tante Ria begitu putih dan mulus, membuat pikiran Ku menjadi kalap saja. Tetapi kenapa juga dengan keadaan seperti dia tidak menutup pintu kamarnya!?."


Pertanyaan - pertanyaan yang muncul di dalam pikiran Andre.


Akhirnya Andre selesai menutup pintu pagar serta pintu depan untuk masuk ke ruang tamu.


Remaja itu langsung menuju ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.


Andre memakai celana pendek kain berbahan katun.


Setelah mengganti pakaiannya, Andre langsung menuju ruang tamu untuk menonton TV.


Setelah menghidupkan TV, remaja itu mematikan lampu di ruang tamu.


Remaja itu sedang asyik menonton film yang di sukainya di salah satu saluran TV swasta.


Beberapa saat kemudian tante Ria keluar dari dalam kamarnya dengan hanya menggunakan gaun tidurnya.


Ibu muda itu langsung menjatuhkan pantatnya di sofa panjang yang juga tempat Andre duduk.


"Ndre! Bagus filmnya?."


"Iya tante!."


Jantung remaja itu berdegup kencang di saat tante Ria duduk juga di sampingnya.


Setelah selesai menonton TV, akhirnya kedua orang yang berbeda usia dan juga berbeda jenis kelamin itu langsung kembali ke kamar mereka masing - masing.


Malam itu berlalu begitu saja, dan hanya membuat beban di pikiran bagi Andre.


Pagi hari pun tiba, mereka sudah bersiap untuk pergi kesekolah yang di maksudkan tante Ria untuk mendaftarkan Andre.


Mobil tante Ria meluncur dengan mulus menuju ke arah sekolah.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah tiba di depan pintu gerbang sekolah.


Mobil tante Ria langsung memasuki area sekolah tersebut dan memarkirkan mobilnya.


Seperti biasa, Andre turun dengan memeluk seorang anak perempuan.


Mereka kemudian masuk dan pergi ke tempat panitia pendaftaran untuk siswa baru.


"Ada yang bisa kami bantu?." Tanya seorang perempuan dewasa.


"Begini ibu! Saya akan mendaftarkan ponakan saya."

__ADS_1


"Oh, kalau begitu, mari ibu silahkan duduk." Ucap salah satu panitia tersebut.


Tante Ria duduk dan langsung di sodorkan formolir pendaftaran kepadanya.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya semuanya telah selesai, tinggal menunggu apakah nomor pendaftarannya di terima atau tidak.


Tante Ria, Andre dan juga Anggi yang masih kecil itu, tidak langsung bergerak pulang, melainkan mereka bertiga menuju ke suatu tempat untuk mereka makan.


Setelah selesai makan, mereka bertiga akhirnya kembali lagi kerumah.


Saat sedang duduk santai di ruang tamu, tante Ria menanyakan sesuatu kepada Andre.


"Ndre! Apakah kamu sudah pernah berpacaran?."


Mendengar pertanyaan itu, Andre langsung tersentak dan wajahnya yang langsung memerah.


"Kenapa Ndre?"


"Sudahlah! Anggap saja tante seperti temanMu, jadi tidak usah terlalu kakuh, tante juga ingin teman bicara toch!? Masa kita tinggal serumah namun hanya saling diam."


Mendengar perkataan dari tante Ria, Andre akhirnya mulai membiasakan dirinya untuk menghilangkan rasa canggung di hati dan pikirannya.


Akhirnya Andre menjawab pertanyaan dari tante Ria.


"Iya tante! Aku sudah pernah berpacaran."


"Sudah berapa kali kamu berpacaran?."


Andre bingung menjawab pertanyaan tersebut, sebab hubungannya dengan Cindy dan juga Windi tidak seperti awal dari hubungannya dengan Tresya.


"Sebenarnya Andre baru sekali berpacaran, namun Andre juga sedang menjalani suatu hubungan dengan dua orang gadis saat ini."


Andre langsung terdiam dan tidak berani untuk menjelaskan tentang hubungan yang dia jalani bersama Cindy dan juga Windi.


Melihat perubahan raut wajah dari Andre, tante Ria langsung mengetahui hubungan seperti apa yang Andre maksudkan.


"Jadi! Andre sudah melakukan hal itu walau pun status kalian tidak berpacaran?."


Mendengar perkataan tante Ria, Andre hanya menganggukan kepalanya.


Senyum tante Ria langsung mengembang, seraya menggoda Andre.


"Sudah berapa kali kamu melakukannya?."


"Bagaimana rasanya? Enak apa ngak!?."


Wajah Andre langsung tambah memerah, serta keringatnya mulai mengucur deras karena menahan rasa malu di hatinya.


Tante Ria langsung mengerti dengan apa yang Andre rasakan saat itu.


"Ndre! Kamu merasa malu yah!?."


"Kenapa harus malu!? Berarti kamu itu adalah seorang pria sejati."


"Yang perlu Andre ingat, bahwa Andre itu masih sangat muda, dan jika terjadi sesuatu dengan gadis - gadis tersebut, nanti Andre bisa kena masalah dengan hal itu."


Mendengar apa yang di katakan oleh tante Ria, Andre langsung memberanikan diri untuk bertanya.


"Tante! Apa Andre boleh menanyakan suatu hal kepada tante?."

__ADS_1


"Boleh! Hal apa itu!?."


"Apakah perempuan bisa ha**l jika cairan Ku tidak di keluarkan di dalam?."


Tante Ria langsung tersenyum mendengar perkataan dari remaja di depannya.


"Sebenarnya hal itu juga yang aku takutkan sampai saat ini." Lanjut Andre.


"Oh, begitu yah! Jika memang Andre melakukan seperti itu, hal yang Andre takutkan tidak akan terjadi. Tetapi jika Andre mau melakukan hal itu lagi, Andre harus menggunakan pengaman. Karena apa yang telah Andre lakukan itu tidak juga menjadi suatu jaminan bahwa perempuan itu tidak akan h***l."


"Pengaman seperti apa itu tante!?."


"Pengaman itu adalah ko***m."


"Andre tidak tau dengan hal itu tante, jadi Andre hanya mengikuti saran dari teman Andre."


"Wah, berarti teman Andre itu sudah biasa juga melakukan hal itu kalau begitu."


"Tidak tante! Teman Andre juga hanya mendengar cerita dari kakaknya."


"Oh begitu yah! Jadi saat teman Mu itu menceritakan hal itu, Andre yang mempraktekannya!?." Ucap tante Ria sambil tersenyum menatap ke arah Andre.


"Iya tante!." Jawab Andre sambil tersipu malu.


"Jadi sudah ada berapa gadis yang Andre taklukan?."


"Sudah tiga gadis tante!."


"Wow! Hebat juga diri Mu itu Ndre!"


"Tetapi seperti apa hubungan Mu dengan kedua gadis tersebut!?."


"Hubungan kami hanya seperti berteman tante."


"Oh begitu yah!? Berarti kamu ini bisa tante katakan sebagai seorang "Penjahat Cinta". Ucap tante Ria sambil tertawa menggoda.


"Aduh! Kenapa bisa seperti itu tante!?."


"Iya! Memang seperti itu! Karena kamu sudah melakukan hal sejauh itu, namun tidak berstatus pacaran."


"Jarang loh, ada pasangan muda-mudi yang bisa melakukan hal yang seperti itu."


"Tetapi kamu memang pria yang sungguh hebat, karena bisa melakukan hal itu tanpa melalui proses berpacaran." Tutup tante Ria.


"Sebenarnya Andre tau bahwa salah satu dari mereka berdua itu, hanya Windi yang sangat menyukai Andre, berbeda dengan yang satunya lagi."


"Kenapa dengan yang satunya lagi?." Tanya tante Ria.


"Namanya Cindy! Gadis itu sebenarnya adalah sahabat dari pacarKu. Tetapi entah kenapa, gadis itu seakan ingin mengetahui tentang apa yang telah Andre lakukan dengan pacar Andre. Hal itulah yang membuat Andre dan gadis itu melakukan sampai sejauh itu."


"Berarti gadis itu sangat manja, sehingga apa yang di inginkannya harus bisa dimilikinya."


"Tante! Apakah karena manja bisa berpikir sampai sejauh itu!?."


"Iya! Itu di sebabkan karena keinginan mereka selalu di penuhi oleh orang tua mereka. Tetapi hal yang di lakukan oleh kalian berdua itu, berbeda juga kasusnya. Karena gadis itu terlalu berani untuk ingin mengetahui hal - hal yang masih sangat tabu untuk di ketahui apa lagi untuk melakukannya."


Setelah panjang lebar tante Ria dan Andre bercerita, akhirnya mereka berdua kembali melakukan aktivitas mereka masing - masing.


Hati, pikiran serta perasaan Andre kini sudah mulai terbiasa dengan tante Ria, serta sudah tidak lagi merasa canggung saat berbicara dengan tante Ria.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2