
" Ndre! Mengapa pulangnya sudah malam begini?."
Ibu Andre bertanya kepadanya.
" Oh, itu karena sepeda motor yang kami kendarai tadi mogok Bu." Ucap Andre menjawab pertanyaan ibunya.
" Apakah kamu sudah makan?."
Tanya ibu Andre lagi.
" Belum Bu." Jawab Andre.
" Sudah, bersihkan dulu badan Mu dan cepat ganti pakaian Mu, setelah itu baru kamu makan dan beristirahat." Ucap ibu Andre.
" Baik Bu." Jawab Andre sambil berjalan untuk melakukan apa yang ibunya perintahkan.
Keadaan di kediaman Cindy.
Akhirnya sebuah sepeda motor gadis itu melesat masuk kepekarangan rumah miliknya.
Saat melangkahkan kakinya untuk memasuki rumahnya, Cindy langsung di sambut oleh ayahnya.
" Dari mana saja kamu? Kenapa sudah jam segini kamu baru pulang?."
Ayah Cindy langsung melontarkan pertanyaan kepada gadis itu dengan nada suara yang bersahabat.
" Baru saja dari jalan - jalan dengan teman Ku ayah." Ucap Cindy menjawab pertanyaan ayahnya.
" Oh...terus kamu sudah makan, apa belum?." Tanya ayahnya lagi.
" Belum ayah...aku merasa sangat lapar saat ini." Ucap gadis itu sambil berjalan menuju ke arah kamarnya.
Cindy pun langsung membersihkan tubuh dan mengganti pakaian, serta langsung berjalan ke arah ruang makan untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.
Memang tubuh gadis itu merasa kelelahan, namun dirinya berusaha untuk tidak memperlihatkan hal itu kepada orang tuanya.
Untuk mengalihkan perhatian orang tuanya, Cindy menggiring opini bahwa dirinya merasa sangat lapar, sehingga keadaan yang di lihat oleh orang tuanya itu akan berpikir demikian.
Saat makan, gadis itu terlihat senyum - senyum sendiri mengingat apa yang telah di lakukannya bersama Andre.
Cindy langsung beranjak dan berjalan masuk ke kamarnya setelah selesai kegiatan makannya.
Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur miliknya.
Di rumah Andre.
Remaja pria itu sudah berbaring di atas kasur miliknya.
Pikiran joroknya mulai bergentayangan ke setiap gadis yang sering mendekatinya.
" Bagaimana jika aku mencoba trik ini ke gadis - gadis yang lain. Apakah bisa berhasil?." Gumam Andre sambil tersenyum licik.
Memang ada beberapa gadis yang sering mendekatinya, tetapi sikap dan kedekatan mereka tidak seperti Windi atau pun Cindy.
Kedekatan mereka hanyalah sebatas saling kenal atau juga bisa di sebut kedekatan sebagai seorang teman.
__ADS_1
Akhirnya pikiran joroknya itu terhenti disaat kesadarannya sudah tidak bisa di pertahankan lagi.
Beberapa waktu kemudian.
Hubungan antara Andre dan kedua gadis itu masih tetap seperti biasanya.
Namun ada hal yang lebih membuat Andre pusing tujuh keliling, yaitu tingkah laku Cindy yang sudah seperti ke tagihan dengan makanan favoritnya.
Gadis itu selalu meminta jatah kepada Andre, sehingga waktu Andre untuk bersama dengan Windi serta niat joroknya terhadap Windi selalu tidak bisa di capainya.
Di suatu pagi.
" Selamat pagi! Andre? Apa ada orang di dalam?."
Tok...tok...tok...tok...tok
Suara seorang gadis di depan pintu rumah Andre sambil mengetuk pintu rumah tersebut.
Memang keadaan rumah Andre terlihat sangat sepih, tidak terlihat seperti ada aktivitas seseorang di dalamnya.
" Andre! Andre!."
Kembali suara gadis itu memanggil - manggil nama Andre di depan pintu rumah Andre.
Tiba - tiba dari arah samping rumah Andre, muncul seorang ibu dan langsung menanggapi gadis tersebut.
" Mereka tidak berada di rumah."
" Oh...Kalau begitu, bolehkah saya tau Andre lagi pergi kemana?." Ucap gadis itu menanggapi perkataan ibu itu serta langsung mengajukan pertanyaan.
" Kalau si Andre, mungkin dia lagi pergi ke kebun, sebab tadi pagi saya dengar Andre mengatakan demikian kepada ibunya." Ucap ibu itu lagi.
" Oh...begitu yah.!." Terima kasih tante untuk informasinya." Ucap gadis itu kepada ibu tersebut.
Kebun milik orang tua Andre jaraknya sekitar 500-san meter dari belakang perkampungan mereka, dan juga gadis tersebut tau letak dari kebun milik orang tua Andre, karena letak kebun dari orang tua gadis itu pun berdekatan.
Karena sudah mengetahui keberadaan Andre, gadis itu pun langsung melangkahkan kakinya untuk berjalan dan menuju ke arah belakang perkampungan.
Jalan yang sama untuk menuju ke kebun dimana Andre berada.
Memang karena gadis itu sering juga pergi ke kebun milik orang tuanya, sehingga dia telah terbiasa berjalan sendiri untuk pergi ke kebun.
Gadis itu adalah Windi.
Windi melangkahkan kakinya dengan pasti untuk menuju ke kebun agar bisa bertemu dengan Andre.
Setelah beberapa saat gadis itu berjalan, akhirnya dirinya tiba juga di kebun yang dia tuju.
Gadis itu secara diam - diam mencari keberadaan seorang remaja pria yang berada di dalam kebun tersebut.
Setelah sampai di sebuah gubuk yang berada di dalam kebun itu. Windi dengan mengendap - endap berjalan mendekati gubuk itu, dengan harapan bahwa sosok yang di carinya berada di kebun tersebut.
Windi bermaksud untuk membuat Andre terkejut dengan kehadirannya.
Namun apa yang di harapkannya tidak sesuai dengan kenyataan, Andre sedang tidak berada di dalam gubuk tersebut.
__ADS_1
Akhirnya Windi kembali menajamkan pendengarannya untuk mendengar jika ada aktivitas seseorang di area perkebunan tersebut.
Setelah Windi mengitari setiap wilayah dari kebun itu, akhirnya gadis itu mendengar ada suara aktivitas seseorang.
Gadis itu langsung berjalan menuju sumber suara itu dengan cara yang sama seperti sebelumnya, yaitu dengan mengendap - endap.
Terlihat seorang remaja pria sedang membersihkan rumput yang berada di bawah sebuah pohon.
Karena sangking seriusnya, Andre tidak mengetahui kedatangan seseorang dari arah belakangnya, sehingga tujuan dari gadis tersebut bisa tercapai.
" Hah."
Suara gadis itu sambil kedua tangannya memegang kedua bahu Andre dari belakang.
Andre pun langsung tersentak kaget dengan apa yang gadis itu perbuat.
" Aduh...siapa kamu?." Ucap Andre sambil melompat dan berpaling menatap kearah orang yang mengagetkannya itu.
" Oh...ternyata kamu yah Win...kenapa kamu mengagetkan aku? Untung saja aku tidak menebas Mu dengan parang Ku ini." Ucap Andre sambil mengusap - usap dadanya.
" He...he...he...he...he."
Windi tertawa meledek kepada Andre karena berhasil membuat remaja itu tersentak kaget.
" Tawa Mu itu jelek tau...!." Ucap Andre kepada gadis itu.
" Apa kamu bilang? Aku jelek? Kamu saja mau sama aku." Ucap gadis itu membalas perkataan Andre.
" Aduh...cantik - cantik ternyata budek juga yah!." Ucap Andre kepada gadis itu.
" Apa kamu bilang?." Ucap gadis itu menanggapi perkataan Andre sambil mendekatinya.
Andre pun langsung berlari menuju ke gubuk kebun tersebut sambil tertawa, yang di ikuti oleh gadis itu sambil berlari dari belakang.
Setelah tiba di gubuk tersebut, Andre pun langsung menghentikan larinya dan langsung duduk di bangku yang tersedia di gubuk tersebut.
" Ampun...ampun...iya...iya...aku salah." Ucap Andre sambil menggerakkan tangannya seakan - akan ingin menangkis setiap gerakan tangan gadis itu yang ingin mencubit pinggang dan dadanya.
" Tidak...kamu harus mendapat hukumannya." Jawab gadis itu sambil terus berusaha untuk mencubit Andre.
" Aduh...Win...sakit tau...kamu ngak sayang yah sama aku?." Ucap Andre yang mengeluh dengan perbuatan yang Windi lakukan terhadapnya.
" Awas kamu mengulanginya lagi yah." Ucap Windi sambil menghentikan perbuatannya itu.
" Iya sayang." Jawab Andre dengan nada suara menggoda yang di sertai dengan senyuman termanisnya.
Akhirnya Windi langsung duduk di samping Andre.
" Win...ngapain kamu datang kesini?." ucap Andre.
" Ingin menyusul diri Mu dan ingin melihat apa yang sedang engkau kerjakan." ucap Windi menanggapi pertanyaan dari Andre.
" Kalau diri Mu berada di samping Ku seperti ini, pikiran Ku tidak akan fokus lagi untuk membersihkan rumput - rumput yang ada, tetapi pikiranKu akan beralih untuk membersihkan diri Mu." ucap Andre sambil tersenyum menggoda.
~Bersambung~
__ADS_1