Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 14. Kejadian Di Pasar Malam


__ADS_3

Andre dan Windi kemudian melanjutkan cerita mereka berdua sambil bercanda.


Karena malam sudah semakin larut, akhirnya Andre mengantarkan Windi untuk pulang.


Keesokan harinya, pagi - pagi benar Andre sudah menuju ke kebun milik orang tuanya.


Sore hari Andre sudah pulang ke rumah dan langsung membersihkan dirinya serta mengganti pakaiannya.


Setelah itu Andre langsung mengisi perutnya sebagai bekal untuk menuju ke pasar malam yang di maksudkan oleh Windi.


Setelah jam sudah menunjukkan pukul enam petang, Andre pun langsung berjalan menuju tempat yang sudah di tetapkan oleh mereka berdua bertemu.


Setelah tiba di tempat yang telah di maksudkan, ternyata Windi sudah sampai lebih dulu dan sedang menunggu kedatangan dari Andre.


" Hai Windi...!!!." Andre menyapa Windi.


" Apakah kamu sudah lama menungguKu...???." Lanjut Andre.


" Tidak juga...aku juga belum lama sampai di tempat ini." Jawab Windi.


" Kita sekarang tinggal menunggu ojek untuk kita gunakan menuju ke pasar malam." Ucap Windi.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mereka berdua mendapatkan ojek untuk di tumpangi.


Setelah tiba di pasar malam, Windi langsung membayar biaya untuk ojek.


" Ayo kita masuk." Ajak Windi sambil menarik tangan Andre.


Kedua remaja itu mulai memasuki wilayah pasar malam sambil melihat - lihat permainan maupun tantangan yang tersedia untuk di nikmati oleh setiap pengunjung yang datang.


Akhirnya Windi ingin mencoba untuk menonton pertunjukkan Tong Setan, Windi pun langsung membayar biaya untuk mereka berdua.


Hal itu membuat adrenalin Andre terpacu, karena melihat joki sepeda motor yang berputar - putar di tempat yang terlihat seperti tong tersebut.


Berbeda dengan Windi, gadis itu merasakan ngeri melihat hal itu, sehingga tangannya menggandeng tangan Andre dengan erat, serta tubuhnya sudah di dekatkan ke tubuh Andre.


Akhirnya pertunjukkan itu pun selesai, Windi pun langsung mengajak Andre untuk pergi ke tempat yang lain.


Setelah mereka berdua berkeliling lagi, akhirnya Windi dan Andre mencoba permainan ketangkasan dengan menggunakan bola kasti untuk melempar ke kaleng yang menjadi sasarannya.


Kedua remaja itu begitu riang dan gembira karena terus mencoba namu tidak bisa menjatuhkan seluruh kaleng yang ada.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


Akhirnya Windi mengajak Andre untuk mencoba memasuki Rumah Hantu.


Saat memasuki rumah hantu, tangan Windi sudah menggandeng erat tangan Andre.


Andre pun tidak merasa takut dengan tantangan itu.

__ADS_1


Setelah sudah lebih masuk kedalam, pocong langsung menampakkan diri di depan mereka berdua, Windi berteriak dan langsung memeluk tubuh Andre.


Andre hanya tertawa menanggapi tingkah gadis itu.


Hal itu terjadi berulang kali yang akhirnya Andre langsung menyambut pelukan gadis itu dengan memeluknya juga.


Situasi itu langsung membuat perasaan Windi berubah dari rasa takut menjadi rasa nyaman.


Windi pun mengangkat wajahnya untuk menatap ke arah wajah Andre, hal itu sontak saja membuat bibir keduanya saling berdekatan.


Andre pun tidak menyia - nyiakan kesempatan itu.


Dengan cepat dan lembut bibirnya langsung mengecup bibir milik Windi.


Merasakan hal itu, Windi hanya bisa pasrah dan menikmati apa yang telah Andre lakukan.


Andre pun langsung melepaskan ciumannya itu dan langsung mengajak Windi untuk keluar dari rumah hantu tersebut.


Tanpa membantah atau bersuara lagi, gadis itu pun langsung mengikuti langkah kaki Andre.


Setelah sudah berada di luar rumah hantu, Andre langsung mengajak gadis itu untuk pulang dengan berjalan kaki.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


Ada beberapa pasangan juga melakukan hal itu, yaitu pulang kerumah dengan berjalan kaki.


Tangan Andre merangkul tubuh Windi dari belakang kepala dan memegang bahu gadis tersebut.


Kedua remaja itu berjalan dengan langkah yang perlahan, Windi selalu menatap kearah wajah Andre.


Gadis itu selalu memikirkan apa yang telah Andre lakukan padanya di dalam rumah hantu.


Wajah gadis itu selalu tersenyum saat mengingat hal yang baru pertama kalinya dia rasakan.


Andre pun langsung memecahkan keheningan malam serta kebisuan di antara mereka berdua.


" Win...!!!." Ucap Andre dengan nada suara yang lembut.


" Iya...!!!." Jawab gadis itu.


" Apakah kamu mau untuk melakukan lagi apa yang telah kita lakukan tadi...???." Tanya Andre dengan nada suara seperti menggoda gadis itu.


Windi hanya menanggapi perkataan Andre dengan menganggukkan kepalanya dengan wajah yang terlihat malu - malu.


Gadis itu kini sudah tidak seceria seperti biasanya. Saat ini gadis itu sudah tidak lagi mengeluarkan sepatah kata pun.


Setelah mendapatkan jawaban dari Windi serta melihat situasi yang aman, akhirnya tangan Andre tadi yang merangkul bahu Windi, langsung memegang pipi Windi dan membuat wajah Windi menghadap ke arahnya.


Andre pun langsung mengecup bibir gadis itu dan kemudian langsung mengulumnya.

__ADS_1


Hal itu di lakukan mereka berdua sambil berjalan, namun dengan tempo yang tidak lama. Itu karena perhatian mereka juga terfokus di jalan.


Di sepanjang jalan, saat memiliki kesempatan, mereka berdua tetap melakukannya sampai mereka tiba di persimpangan jalan yang menuju ke arah rumah mereka masing - masing.


Andre pun mengantarkan Windi sampai ke depan rumahnya.


" Win...Aku pergi dulu yah...!!!???."


" Iya...hati - hati di jalan...!!!."


" Iya...dag...!!!." Ucap Andre.


" dagg." Balas Windi.


Andre pun langsung melangkahkan kakinya untuk menuju ke rumahnya.


Setelah tiba di rumahnya, Andre di sambut oleh ibunya.


" Ndre...!!! Ayo, makan dahulu sebelum tidur."


" Iya, Bu...!!!."


Andre pun langsung menuju ke dapur dan langsung mengambil makanannya serta langsung memakannya.


Andre senyum - senyum sendiri saat mengingat apa yang telah di lakukannya kepada Windi.


Remaja itu juga berpikir, bagaimana jika hubungannya dengan Cindy di ketahui oleh Windi, pasti akan terjadi peperangan yang besar antara ke dua gadis itu.


" Yang terpenting aku bisa mengatur si Cindy, pasti semua itu akan baik - baik saja." Gumam Andre di dalam hatinya sambil tersenyum.


" Pokoknya siapa pun gadis yang mendekati diriKu, pasti akan aku eksekusi." Gumamnya lagi sambil tersenyum licik.


Setelah selesai makan, Andre langsung memasuki kamarnya.


Remaja itu kemudian memikirkan strategi yang jitu untuk pertemuannya dengan Cindy besok.


" Besok Aku harus mendapatkan diri Cindy seutuhnya, tetapi dimana tempat yang cocok yah...!!!???." Gumam Andre sambil bertanya pada dirinya sendiri.


" Kalau di tepi pantai, apakah besok banyak orang yang ada disana...???." Pikirnya lagi.


Akhirnya remaja itu tertidur.


Keesokan harinya.


Andre sudah mempersiapkan dirinya untuk pergi bersama Cindy dan akan di jemput oleh Cindy di rumahnya Andre.


" Pasti akan lebih seru untuk hari ini." Gumam Andre dalam hatinya sambil senyum - senyum sendiri.


Sebelum Andre akan pergi dengan Cindy, Andre terlebih dahulu sudah menyelesaikan setiap tugasnya di rumah.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2