Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 37. Mengelabui Tante Ria


__ADS_3

Andre kembali bangun dari tempat tidur tersebut dan mengajar Meylan untuk mandi bersama.


Keduanya saling bercengkrama di dalam kamar mandi.


Setelah libido keduanya mulai bangkit lagi, Andre pun langsung kembali menyerang tubuh Meylan yang indah, mulus serta seksi tersebut.


Meylan pun mulai menikmati permainan dari Andre.


Keduanya mulai berfantasi dengan style yang berbeda - beda.


Meylan pun mulai berani untuk mengulum lolipop milik Andre saat di suruh oleh pria muda tersebut.


Keduanya menghabiskan beberapa menit lagi di dalam kamar mandi tersebut sampai akhirnya kedua muda mudi itu telah mencapai ******* dalam waktu yang bersamaan.


Setelah selesai membersihkan tubuh, keduanya langsung memakai kembali baju mereka masing - masing, dan sebelum mereka meninggalkan tempat itu, keduanya terlebih dahulu saling bermesraan.


Akhirnya kedua muda mudi itu meninggalkan penginapan tersebut dengan wajah yang berseri - seri walau pun bercampur dengan rasa letih.


"Ndre...!!! Kamu harus berjanji yah, untuk tidak meninggalkan diriKu mulai saat ini?". Ucap Meylan sambil memeluk tubuh Andre dari belakang.


"Iya...!!! Aku janji tidak akan meninggalkanMu, tetapi kamu harus janji untuk tidak meninggalkan diriKu juga". Ucap Andre.


"Iya...aku janji!". Jawab Meylan.


Sepeda motor milik Andre kini meluncur dengan santai untuk mengarah ke arah jalan pulang keduanya.


Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tiba di dekat rumah Meylan.


Gadis itu pun langsung turun dari jok sepeda motor Andre dan langsung berpamitan untuk masuk ke rumahnya.


"Ndre...!!! Sampai ketemu besok di sekolah yah?". Ucap Meylan sambil tersenyum manis menatap Andre.


"Iya...!!! Sampai ketemu besok". Ucap Andre menanggapi perkataan Meylan.


Setelah Meylan memasuki halaman rumahnya, Andre langsung pergi dari tempat itu yang di sertai lambaian tangan dari Meylan.


Setelah sampai di rumah tante Ria, ibu muda itu kini sudah duduk di depan rumahnya untuk menyambut kedatangan Andre.


"Selamat sore tante...!!!". Ucap Andre sambil tersenyum.


"Ndre...!!! Kenapa kamu baru pulang jam segini? Dari mana saja diriMu?".

__ADS_1


Tante Ria tidak menanggapi apa yang Andre katakan, melainkan ibu muda itu langsung memberondong Andre dengan beberapa pertanyaan sekaligus.


Andre langsung terdiam dan sedang memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan kepada tante Ria.


"Kenapa kamu hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaanKu?". Tanya tante Ria dengan nada suara yang ketus.


"Tante...!!! Apakah harus seperti itu pertanyaan serta nada suaranya? Ingat, jika tetangga mendengarnya, apa yang akan mereka pikirkan!?". Ujar Andre sambil berbisik.


Tante Ria pun langsung terdiam dan bangkit dari tempat duduknya serta berjalan masuk kedalam rumahnya.


Melihat tingkah laku tantenya, Andre langsung bergegas masuk dan menyusul ibu muda yang sedang menunjukkan kekesalannya terhadap Andre.


Setelah sudah berada di ruang tamu, Andre pun langsung terlebih dahulu menyapa ibu muda yang cantik tersebut.


"TanteKu yang cantik dan yang paling ku sayangi...!!! Kenapa menunjukkan raut wajah seperti itu kepadaKu? Apakah tante sangat marah terhadap diriKu?". Ucap Andre merayu ibu muda tersebut.


Setelah mendengarkan apa yang Andre katakan, hati Ria pun langsung luluh dan menatap wajah pria muda itu sambil tersipu malu.


"Kamu ini, ternyata sudah mulai berani menggodaKu yah". Ucap Ria sambil mendekati Andre dan langsung mencubitnya.


"Aduh...aduh...aduh...sakit tante...!!!". Teriak Andre saat perutnya di cubit oleh Ria.


"Apakah kamu ingin untuk merasakan yang lebih sakit lagi". Tanya Ria sambil matanya melotot menatap Andre.


Perkataan Andre membuat jari lentik Ria yang mencubit perutnya langsung di lepaskan.


"Kamu ini...cepat pergi sana ke kamar dan keluarkan seragamMu yang ada di dalam tas milikMu itu". Perintah Ria sambil tersenyum sinis.


Andre pun baru menyadari bahwa Ria bertingkah seperti itu karena dirinya sudah tidak lagi memakai seragam saat sampai di rumah.


"Aduh, kanapa aku seceroboh ini? Pantasen tante Ria langsung marah kepadaKu saat sampai dirumah, ternyata aku lupa mengganti pakaianKu". Gumam Andre seraya menepuk jidatnya.


Setelah Andre mengeluarkan seragam sekolah miliknya, dia pun langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa di pakainya saat berada di rumah.


Kemudian Andre langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan untuk makan. Karena perutnya saat itu sudah sangat keroncongan.


Saat dirinya baru saja mau menikmati makanan yang dia ambil, terdengar suara dari arah belakangnya.


"Kenapa...!? Apakah karena hal yang baru saja kamu lakukan sehingga membuat diriMu merasa kelaparan seperti itu?". Tanya Ria dengan nada suaranya yang ketus.


"Hal apa yang tante tanyakan itu? Aku tidak mengerti". Ujar Andre tanpa merasa ada yang salah dengan apa yang dirinya lakukan.

__ADS_1


"Ndre...!!! Tante ini sudah pernah melalui apa yang baru saja kamu lakukan itu, jadi tidak perlu kamu menyembunyikannya kepada tante". Ucap Ria menimpali perkataan Andre.


"Memangnya menurut tante, apa yang baru saja aku lakukan?". Tanya Andre dengan santai sambil menikmati makanan di depannya.


"Kamu itu baru saja jalan - jalan bersama dengan teman gadisMu di sekolah yang bernama Meylan itu, dan jika kamu membawa baju ganti, itu berarti kalian berdua kini sudah mulai berani melakukan hal - hal yang di luar batas". Jelas Ria.


"Kenapa tante berpikir seperti itu?". Tanya Andre.


"Jadi menurutMu untuk apa baju ganti yang kamu bawah itu". Tanya Ria.


Andre langsung menjelaskan sekalian memberi jawaban kepada Ria alasan mengapa dirinya mengganti pakaian seragam miliknya.


"Aku mengganti pakaian seragamKu itu dengan maksud agar supaya pak polisi lalu lintas tidak akan mengetahui kalau aku ini adalah seorang siswa, sebab jika di ketahui bahwa aku ini masih seorang siswa dan sudah mengendarai kendaraan bermotor, pasti aku akan di cegat mereka. Apa lagi aku belum memiliki surat ijin mengemudi".


Ria pun langsung terdiam saat mendengar penjelasan yang di sampaikan oleh Andre.


"Benar juga...apa aku ini yang sudah terlalu posesif kepadanya sehingga telah berpikir sejauh itu?". Gumam Ria di dalam hatinya.


"Tante...!!! Tante...!!! Tante...!!!". Panggil Andre kepada Ria yang sedang terdiam dengan tatapan mata yang kosong.


Ibu muda itu pun langsung tersentak saat Andre memanggilnya untuk ke tiga kalinya.


"I...iya...!!! Ke...kenapa kamu memanggilKu?". Ucap Ria dengan terbata - bata dan langsung bertanya kepada Andre.


"Sebenarnya apa yang tante pikirkan? Kok tante melamun saat berbicara denganKu". Ujar Andre.


"Tidak...tante tidak melamun". Jawab Ria dengan raut wajahnya yang sudah memerah karena merasa malu.


"Okeylah kalau begitu...terus apa yang tante pikirkan sehingga tante tadi terlihat begitu tidak senang dengan diriKu saat baru saja tiba di rumah?". Tanya Andre.


Ria pun terdiam dan belum bisa menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Andre.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Ria memberanikan dirinya untuk mengatakan kepada Andre hal apa yang dia pikirkan sehingga sikapnya seperti itu.


"Sebenarnya tante berpikir kalau kamu itu baru saja melakukan hal itu di penginapan bersama dengan Meylan". Ucap Ria dengan malu - malu.


"Apa...??? Kenapa tante Ria bisa mengetahui dengan jelas dan benar apa yang baru saja aku lakukan bersama Meylan". Gumam Andre.


"Terus, saat ini apa yang tante pikirkan terhadap diriKu?". Tanya Andre lagi.


"Ternyata aku salah telah berpikir seperti itu kepada diriMu". Jawab Ria dengan nada suara seperti merasa bersalah.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan di pikirkan lagi hal itu, lebih baik saat ini kita ke ruang tamu untuk menonton TV". ujar Andre dengan hati yang lega karena mampu mengelabui ibu muda tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2