Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 31. Sepeda Motor Impian


__ADS_3

"Bagaimana? Apakah kamu mau menunggu hingga malam tiba di tempat ini?". Tanya Meylan lagi.


"Aku takut kalau di tempat ini, karena aku juga belum mengetahui seluk beluk tempat ini". Ucap Andre.


"Kalau begitu, di penginapan saja agar tidak ada orang yang bisa melihatnya". Ucap Meylan.


"Tidak boleh! Kitakan saat ini masih menggunakan seragam sekolah". Ucap Andre.


"Ndre! Kenapa aku merasa saat ini kamu seperti takut untuk melakukan hal itu lagi?".


"Hehehe...bukan seperti itu Mey! Tetapi aku juga memikirkan tentang kita berdua yang kini masih sedang menggunakan seragam sekolah". Ucap Andre sambil menggaruk kepalanya yang tidak merasa gatal.


"Ndre! Bagaimana kalau besok saja? Aku akan membawa baju ganti di dalam tasKu!".


"Baiklah! Aku juga akan membawa baju ganti untuk diriKu!". Ucap Andre.


Akhirnya mereka berdua tetap duduk dan bercerita untuk menunggu waktu sampai keduanya bisa pulang.


Namun Andre terus mengecup pipi, kening serta bibir gadis tersebut.


Meylan pun sangat menikmati setiap apa yang Andre lakukan.


Waktu untuk mereka pulang pun telah tiba. Keduanya langsung beranjak meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ke pintu masuk terminal untuk menunggu angkot.


Mereka pun kini sudah naik angkot, keduanya duduk di kursi yang di khususkan hanya untuk dua orang, yang tepat berada di belakang sang sopir.


Meylan terus bersandar di dada bidang milik Andre.


Mereka berdua kini menjadi pusat perhatian setiap orang yang berada di angkot yang sama.


Mata sang sopir pun selalu melirik ke arah kaca spion yang tepat berada di depan bagian atas di dalam mobilnya.


Akhirnya keduanya berpisah dan menuju kerumah mereka masing - masing.


Meylan telah meminta nomor telfon rumah milik tante Ria, Andre pun langsung memberikannya.


Andre berjalan memasuki jalan komplek yang menuju ke rumah tante Ria.


Saat dirinya tiba di depan rumah tante Ria, mata Andre langsung menatap sepeda motor yang terparkir di depan rumah tante Ria.


"Motor siapa ini? Motor ini sangat keren jika menjadi milikKu". Gumam Andre di dalam hatinya.


Pemuda itu langsung memasuki pekarangan rumah Ria dan langsung menuju ke arah dimana motor Satria R 120 cc itu di parkir.


Andre terus mengusap - usap motor tersebut.


Ria yang sedang gelisah menanti kedatangan Andre berjalan kedepan untuk memeriksa apakah Andre sudah pulang atau belum.

__ADS_1


Dan benar saja, ternyata pemuda itu sudah pulang, namun dirinya sedang terpesona dengan motor yang menjadi idamannya saat itu.


"Ndre! Kamu sudah pulang?".


"Iya tante!".


"Apakah kamu menyukai motor itu?".


"Iya tante! Aku memang sangat mengimpikan untuk memiliki motor seperti ini".


"Oh, kalau begitu, impianMu kini sudah terkabul, sebab motor itu memang tante belikan untuk kamu!".


"Apa!? Apa benar yang tante katakan itu?".


"Iya! Itu memang benar!". Jawab Ria.


"Terima kasih tante! Terima kasih tante!". Ucap Andre dengan penuh kegembiraan.


"Dasar masih remaja, walau pun sudah memiliki gaya bicara seperti orang yang sudah dewasa, tetapi tetap saja masih ada hal yang bisa membuat tingkah lakunya seperti anak - anak pada umumnya. Tidak bisa menyembunyikan kegembiraan yang ada di hatinya". Gumam Ria sambil tersenyum dan menggelengkan kepala menatap tingkah Andre.


"Apakah aku sudah bisa mencoba untuk mengendarainya?". Tanya Andre sambil menatap kearah Ria.


"Tidak bisa!". Jawab Ria dengan nada suaranya yang ketus.


"Kenapa tidak bisa?". Tanya Andre dengan heran.


"Cantik - cantik kok seperti harimau!?". Ucap Andre sambil tertawa dan melangkah cepat memasuki kediaman Ria.


Mendengar perkataan Andre, Ria pun langsung tersenyum dan langsung menyusul Andre untuk mencubitnya.


"Apa kamu bilang? Aku seperti harimau!? Awas kamu yah!". Ucap Ria sambil menyusul Andre.


Andre pun langsung memasuki kamarnya.


Ria tetap menyusul Andre sampai ke kamar pria tersebut.


Setelah tiba di dalam kamar Andre, Ria langsung menerjang pria itu hingga terjatuh di tempat tidurnya.


Kini posisi tubuh Ria sudah berada di atas tubuh Andre. Dan langsung mencubit pria itu.


Andre pun langsung membalasnya dengan kecupan di bibir wanita itu.


"Jadi sekarang kamu sudah mulai nakal yah!?". Ucap Ria.


"Siapa juga yang mengajarkannya?". Ucap Andre sambil terus mengecup bibir serta pipi Ria.


Ria pun mulai membalas kecupan dari Andre, sehingga keduanya mulai melakukan French Kiss.

__ADS_1


Namun hal itu langsung di hentikan oleh Andre, sebab dirinya merasa risih dengan keadaan tubuhnya yang belum di bersihkan.


"Kenapa kamu tidak ingin melanjutkan?". Tanya Ria karena merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh pria muda di sampingnya.


"Aku akan mandi dahulu, agar supaya tubuhKu sudah tidak bau keringat lagi". Jawab Andre sambil bangkit dari tempat tidur dan langsung membuka pakaian seragam sekolah yang masih terpasang di tubuhnya.


"Baiklah! Aku keluar dahulu dan ku tunggu kamu di meja makan". Ucap Ria sambil berjalan meninggalkan kamar yang di tempati oleh Andre.


Andre pun langsung membersihkan tubuhnya dan setelah selesai, Andre langsung menggunakan pakaian rumah miliknya dan langsung berjalan menuju ke meja makan.


"Apakah sudah lama menungguKu?". Tanya Andre kepada Ria.


"Iya! Kamu terlalu lama, membuatKu merasa ngantuk saja". Jawab Ria dengan nada ketus.


"Apakah aku sudah boleh makan sekarang?". Tanya Andre sambil tersenyum menatap wanita di depannya.


Ria pun langsung tersenyum menanggapi perkataan serta senyuman yang di berikan oleh Andre.


"Ayo! Cepat makan, supaya kamu tidak akan sakit. Setiap hari selalu pulang sekolah sudah hampir malam. Anak sekolahan macam apa itu?". Ucap Ria.


"Aku tadi baru saja selesai jalan - jalan dengan Meylan". Ucap Andre seakan tidak merasa bersalah dengan apa yang telah dia lakukan.


"Andre! Besok, aku tidak ingin kamu pulang sekolah di jam yang sama seperti kemarin dan hari ini. Jam dua siang kamu harus sudah tiba di rumah. Mengerti?". Ucap Ria.


"Tante! Terus bagaimana waktuKu untuk bersama dengan Meylan?". Tanya Andre.


"Kamu bisa pacaran, tetapi waktuMu jangan hanya di habiskan untuk dirinya. Aku juga membutuhkan kebersamaan dengan diriMu". Ucap Ria.


"Iya tante! Tetapi waktu untuk tante sangat banyak di malam hari, dan hal itu tidak mungkin di lakukan di siang hari, karena tentunya akan menarik perhatian tetangga". Ucap Andre seperti menasihati Ria.


Mendengar apa yang di katakan oleh Andre, Ria langsung menyadari akan hal itu.


"Benar juga yang dia katakan, kenapa pikiranKu seperti ini? Apakah ini karena aku merasa cemburu jika dirinya selalu bersama dengan gadis itu?". Gumam Ria di dalam hatinya.


Andre pun langsung melanjutkan aktivitasnya untuk menikmati makanan yang ada di depannya.


"Iya! Tetapi kamu juga harus fokus dengan pelajaran yang kamu terima di sekolah". Ucap Ria melanjutkan kata - katanya.


"Pasti dong! Aku tetap akan fokus dengan studyKu". Jawab Andre dengan santai.


"Harus itu! Karena jika nilai yang kamu peroleh sangat buruk, nanti apa yang akan ibuMu katakan kepadaKu!?". Ucap Ria.


"Itu tidak akan terjadi, sebab aktivitasKu juga saat di kampung, setelah aku pulang sekolah, aku akan pergi ke kebun dan pulang kerumah saat sudah petang". Ucap Andre.


Mendengar apa yang Andre katakan, wanita itu tidak bisa lagi mendapatkan alasan yang tepat untuk melarangnya agar tidak selalu bersama - sama dengan Meylan.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2