
Ria kini hanya bisa menikmati permainan bibir dan lidah dari Andre.
Pemuda itu terus menjelajahi tubuh Ria dari atas hingga bermuara di antara kedua paha wanita itu.
Andre menjilatinya seperti sedang menikmati es krim.
Tubuh wanita itu kini mulai menggelinjang di sebabkan permainan bibir dan lidah yang Andre lakukan.
Akhirnya pertahanan wanita itu pun bobol.
Andre langsung menyudahi permainan bibir dan lidahnya.
Sedangkan Ria langsung bangun dan meraih simbol keperkasaan Andre.
Wanita itu langsung mengulum simbol keperkasaan milik Andre.
"Ukuran senjatanya sangat mengesankan, baru berusia 16 tahun saja senjatanya sudah segede dan juga panjang seperti ini". Gumam Ria dalam hatinya.
Andre sendiri kini sedang menikmati permainan mulut dan lidah wanita tersebut.
Kenikmatan yang saat ini dia rasakan, lebih nikmat dari apa yang pernah dirinya rasakan saat melakukan hal itu dengan tiga orang gadis terdahulu.
Akhirnya pertahanan Andre langsung goyah, dari simbol kejantanannya langsung mengeluarkan semburan cairan yang memenuhi mulutnya.
Senjata Andre masih tetap menegang dan masih tetap siap untuk terus bertempur.
Tubuh Andre masih dalam posisi terlentang.
Ria langsung menunggangi senjata milik Andre dan mulai memacu dengan kencang tunggangannya itu.
Andre sendiri kembali menikmati kenikmatan yang terus menerus di berikan oleh wanita tersebut.
"Apakah ini permainan yang sesungguhnya?". Gumam Andre dalam hatinya merasakan apa yang Ria perbuat.
Setelah beberapa saat menunggangi senjata milik Andre, akhirnya mereka kembali mempraktekan bermacam - macam cara untuk merasakan kenikmatan malam itu.
Sudah beberapa kali pertahan mereka berdua bobol karena sudah melakukan bermacam - macam gaya malam itu hingga akhirnya mereka berdua menyudahi permainan malam itu.
Tubuh mereka berdua kini dalam keadaan terlentang di atas ranjang dan sudah bermandikan peluh.
Keduanya kini merasa energi mereka telah terkuras habis di akibatkan pertarungan mereka yang sangat intens.
Andre langsung menatap ke arah wajah wanita di sampingnya.
Pemuda itu langsung memeluk dan mengecup kening serta bibir wanita tersebut.
Ibu muda itu kini tersenyum puas menatap pemuda di sampingnya, karena sudah bisa melepaskan kerinduanya yang selama ini menyiksa batinnya.
"Ndre! Apakah seperti ini yang diriMu alami dengan tiga gadis terdahulu?". Ucap Ria dengan nada suara yang menggoda sambil tersenyum menatap Andre.
__ADS_1
Pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ria.
"Ini lebih nikmat dari apa yang pernah aku rasakan dahulu". Ucap Andre sambil kembali mengecup bibir wanita itu.
Andre tidak henti - hentinya menatap seluruh tubuh Ria yang begitu mempesona.
"Tante! Apakah hal ini akan sering kita lakukan?". Tanya Andre.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?". Ucap Ria.
"Aku takut jika kita sering melakukan hal ini, tante nantinya akan ha**l". Ucap Andre.
"Hal itu tidak akan terjadi, karena tante yang akan mengatur semua itu". Ucap Ria.
"Ndre! Mulai besok, sikap kita harus kembali seperti biasanya jika berada di luar rumah atau pun ada orang lain yang berada di rumah ini. Kamu mengerti?". Ucap Ria lagi.
"Iya tante, Andre mengerti dengan hal itu!". Ucap Andre.
"Tetapi apakah Andre boleh berpacaran dengan gadis yang lain!?". Tanya Andre.
"Kenapa tidak!? Itu bisa kamu lakukan, agar hubungan kita ini tidak di curigai oleh siapa pun". Ucap Ria.
"Jadi, hubungan kita berdua ini harus di rahasiakan dari siapa pun, sehingga diriMu juga bisa melakukan apa pun yang bisa kamu lakukan". lanjut Ria lagi.
"Baik tante! Aku akan bertingkah seperti biasanya dan hubungan ini hanya aku dan tante yang mengetahuinya". Ucap Andre.
"Baguslah kalau begitu! Jadi mulai saat ini, kamu harus selalu mendengarkan apa yang aku katakan untuk kebaikan diriMu dan juga untuk kebaikan hubungan kita berdua kedepan".
"Tante! Anggi sedang tidur sendiri di kamar. Jadi tante sudah bisa untuk kembali ke kamar tante saat ini". Ucap Andre lagi.
"Apakah kamu sudah bosan denganKu?". Tanya Ria menggoda Andre.
"Mana mungkin aku bosan! Tetapi Anggi itu masih kecil, sehingga dia tidak bisa tidur sendiri di kamar". Ucap Andre.
"Kamu itu seperti sudah menjadi orang tua saja!". Ucap Ria sambil tersenyum menatap Andre.
"Baiklah! Aku akan kembali ke kamarKu dan kamu, saat ini cepatlah beristirahat, karena besok pagi kamu akan berangkat ke sekolah". Ucap Ria.
Andre pun kembali mengecup bibir wanita itu sebelum Ria kembali ke kamarnya.
Malam itu sangat melelahkan bagi Andre, sebab gaya pertarungannya dengan Ria adalah hal yang baru dia rasakan.
Dan hal ini sudah menjadi pengalaman dan menambah wawasannya dalam bercinta.
Pemuda itu kini tertidur dengan penuh senyuman di bibirnya. Sebab dia baru saja merasakan kenikmatan yang sangat sulit untuk di jelaskan.
Keesokan harinya.
Andre kini sudah bersiap untuk berangkat kesekolah.
__ADS_1
Ria langsung menggendong Anggi untuk mengantarkan Andre kesekolah, tetapi Andre langsung melarangnya.
Mereka berdua langsung berjalan ke tempat yang tidak bisa di lihat oleh putri kecil Ria.
Andre pun langsung mengecup bibir wanita cantik itu dan langsung bergegas untuk berangkat kesekolah.
Wajah Ria pun kini kembali berseri - seri di sebabkan Andre telah memberi warna di dalam hidupnya saat ini.
Setelah tiba di sekolah, Andre langsung di sambut oleh Meylan.
"Hei Andre!". Panggil Meylan.
Andre langsung menatap ke arah suara yang memanggilnya.
"Hai Meylan!". Andre langsung membalas teguran dari Meylan.
"Bagaimana kabarMu kemarin! Apakah kamu di omeli oleh tanteMu!?". Tanya Meylan sambil tersenyum.
"Tidak! Sikap dan tingkah laku tanteKu sepertinya tidak marah denganKu".
"Baguslah kalau begitu, berarti sebentar kita jalan - jalan lagi yah!?". Ucap Meylan.
"Boleh juga! Tetapi aku akan memberitahukan terlebih dahulu kepada tanteKu, agar dia tidak terlalu mengkhawatirkan diriKu".
"Iya juga sih! Sebab posisi kamu itu sangat berbeda dengan diriKu ini". Ucap Meylan.
"Iya! Kalau kamu tinggalnya di rumah kamu sendiri, sedangkan aku hanya numpang di rumah tanteKu". Ucap Andre sambil tersenyum menatap ke arah Meylan.
"Itu bukan rumahKu! Tetapi itu rumah kedua orang tuaKu!". Ucap Meylan Menyangga apa yang di katakan oleh Andre.
"Iya, benar seperti itu! Tetapi itu rumahMu jugakan!?". Ucap Andre.
Saat keduanya sedang berbincang - bincang sambil berjalan untuk menuju ke kelas mereka. Ada sepasang mata yang terus mengawasi keduanya.
Sepasang mata itu milik Bobby, pria itu kini semakin geram melihat kedekatan Andre dan Meylan saat ini.
Setelah Andre dan Meylan memasuki kelas, bel sekolah langsung berbunyi, pertanda kegiatan belajar mengajar akan segera di mulaikan.
Ria sendiri pagi itu sudah bersiap keluar rumah untuk mengurus sesuatu.
Akhirnya mobil Ria meluncur menuju sebuah dealer sepeda motor yang terdekat dari rumahnya di kota itu.
Setelah tiba di depan sebuah dealer sepeda motor, Ria langsung memarkirkan mobilnya dan turun untuk masuk melihat - lihat sepeda motor yang ada.
Ria langsung memilih sepeda motor bebek 2 tak Satria R 120cc. Sepeda motor bebek ini adalah motor idaman para muda mudi saat itu. Sehingga Ria ingin membelikannya untuk di pakai Andre saat pergi ke sekolah nanti.
Ria pun menulasi semua biaya administrasi sepeda motor tersebut. Dan kemudian dia kembali kerumahnya di ikuti oleh mobil pick up yang membawah sepeda motor yang baru di belinya.
Karyawan dealer langsung menurunkan sepeda motor tersebut dan memarkirnya tepat di depan rumah milik Ria.
__ADS_1
Ria pun langsung memasuki rumahnya sambil tersenyum sendiri karena memikirkan bagaimana bahagianya Andre jika mengetahui dirinya sudah membelikan sepeda motor untuk di gunakan oleh dirinya.
~Bersambung~