Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 34. Perdebatan Di Sekolah


__ADS_3

Mendengar pertanyaan dari keempat kakak kelasnya, Bobby langsung menjawabnya dengan santai.


"Iya...aku yang bernama Bobby...kenapa? Apakah ada urusan yang serius denganKu?". Ucap Bobby dengan tidak merasa takut sedikit pun.


"Boleh juga anak ini...sepertinya dia ingin menunjukkan bahwa dirinya layak untuk menjadi pemimpin di kelas 10". Gumam sang pemimpin di dalam hatinya.


"Oh...jadi kamu belum mengenal siapa kita ini?". Ucap salah satu dari mereka.


Andre dan juga Meylan tetap diam dan terus melanjutkan aktivitas keduanya.


Sedangkan Bobby saat ini sedang bersih tegang secara psikologi dengan ke empat kakak kelas di depannya.


"Aku sudah mengetahui siapa kalian, tetapi kalian juga belum mengetahui serta belum mengenal dengan baik siapa aku". Ucap Bobby dengan nada suara seperti ingin menekan secara psikologi kepada ke empat orang di depannya.


"Sombong sekali anak ini...dia harus di beri pelajaran saat keluar sekolah nanti". Gumam sang pemimpin.


"Baiklah! Kalau begitu, kamu juga akan mengenal dengan baik siapa kami sebenarnya". Ucap sang pemimpin sambil mengisyaratkan kepada ketiga teman lainnya untuk meninggalkan Bobby yang masih dalam keadaan berdiri menatap mereka berempat.


"Jon! Kenapa kita tidak memberi anak itu pelajaran?". Tanya seorang kepada sang pemimpin.


"Aku membiarkan dirinya untuk menikmati dahulu rasa bangga dengan dirinya karena kita tidak memberinya pelajaran, tetapi sebentar saat sudah pulang sekolah, aku akan membuat dirinya bertekuk lutut di depanKu". Ucap sang pemimpin.


"Berarti sebentar kita akan bersenang - senang dengannya kalau begitu, aku sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran kepada anak bermulut besar itu". Ucap yang lain.


Mereka berempat langsung berjalan menuju tempat tongkrongan mereka untuk membicarakan strategi yang akan mereka lakukan untuk membuli Bobby.


Sedangkan Bobby sendiri kini sudah kembali memfokuskan perhatiannya kepada kedua muda mudi di depannya.


"Mey...!!! Sebenarnya apa kurangnya diriKu di bandingkan dengan anak desa ini?...kenapa kamu lebih memilih dekat dengannya di bandingkan dekat denganKu?". Tanya Bobby lagi dengan nada suara keras masih seperti biasa.


"Bob...!!! Aku minta maaf yah...tetapi diriMu sudah membuat aku makin tidak bersimpati lagi terhadapMu, dan mulai saat ini, aku mohon kepadaMu untuk tidak lagi mengganggu diriKu". Ucap Meylan dengan tegas.


"Mey...!!! Kenapa kamu seperti itu terhadapKu? Aku begini juga itu karena aku sangat menyukai diriMu". Ucap Bobby melunak saat mendengar apa yang Meylan katakan.


"Bob...menyukai seseorang itu sangat wajar, namun caraMu menyukai diriKu itu tidak wajar menurutKu, karena kamu seperti memaksakan kehendak terhadap diriKu". Balas Meylan.


"Apanya yang tidak wajar? MenurutKu apa yang aku lakukan ini adalah hal yang masih di batas kewajaran". Ucap Bobby menimpali perkataan Meylan.

__ADS_1


"Apa!? Masih di batas kewajaran? Kamu lihat semua orang yang berada di kantin ini, ke arah mana tatapan mata mereka?...kamu sudah membuat diriKu merasa malu dengan tingkahMu ini...itu yang membuat apa yang kamu lakukan menjadi tidak wajar...kamu sudah mengerti!?". Ucap Meylan dengan penuh emosi.


Meylan langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung meraih tangan Andre dan beranjak pergi dari tempat itu dengan penuh emosi.


Bobby langsung mengikuti keduanya sambil meminta maaf kepada gadis tersebut.


"Mey...aku minta maaf dengan apa yang baru saja aku lakukan jika itu menyakiti hatiMu...namun aku juga harus melakukannya agar kamu juga tahu bahwa diriKu sangat menyukai diriMu". Ucap Bobby menjelaskan.


"Bob...!!! Kamu ini terlalu egois, aku tidak ingin menjadi orang yang kamu sukai, dan itu adalah hak aku untuk menolaknya". Ucap Meylan lagi.


"Tetapi aku tidak akan membiarkanMu untuk selalu bersama - sama dengan anak desa ini". Ucap Bobby.


"Apa hak kamu untuk melarang diriKu dekat dengan Andre? Kamu itu terlalu naif menurutKu". Ucap Meylan.


"Karena aku menyukaiMu, sehingga aku berhak untuk melarangMu dekat dengannya". Balas Bobby.


"Ha...ha...ha...ha...ha...sikap kamu ini membuat aku merasa sangat lucu, mungkin saat ini kamu itu sudah menjadi gila, tetapi kamu belum mengetahuinya". Ucap Meylan.


"Iya...!!! Aku akui diriKu saat ini sudah menjadi gila, dan itu di sebabkan karena diriMu...aku sangat tergila - gila dengan diriMu". Ucap Bobby tanpa merasa malu mengakui apa yang baru saja di katakan oleh gadis yang di sukainya.


Mereka terus berdebat hingga sampai di dalam kelas.


Wajah Meylan kini sudah berubah warna menjadi merah di sebabkan rasa malu yang menerpanya akibat sikap dan tingkah laku yang Bobby tunjukkan kepadaNya.


Setelah beberapa saat kemudian, Andre yang dari awalnya hanya diam saja mendengar perdebatan keduanya langsung angkat suara.


"Bob...!!! PerbuatanMu ini sudah kelewat batas, kamu sudah membuat hati Meylan tersakiti dan merasa malu...aku memohon kamu untuk menghentikan bualanMu itu". Ucap Andre dengan nada suara yang sedikit meninggi serta sedikit mengintimidasi.


"Oh...jadi anak desa ini sudah mulai berani menunjukkan keberaniannya di depanKu...hal itu terjadi karena ulahMu, jadi yang salah itu bukan diriKu, melainkan diriMu". Ucap Bobby.


"Bob...kamu itu terlalu memaksakan kehendak, jadi tidak pantas untuk mendekati Meylan". Balas Andre lagi.


"Jadi kamu yang lebih pantas untuk bersama dengan Meylan? Begitu?". Ucap Bobby sambil mencengkeram kerah baju milik Andre.


"Bobby...!!! Tolong hentikan!!! Apa yang akan kamu lakukan kepada Andre!?". Ucap Meylan sambil meraih tangan Bobby untuk melepaskan cengkeramannya.


"Aku akan memberikan pelajaran terhadap anak desa ini". Ucap Bobby dengan nada suara penuh emosi.

__ADS_1


Di saat tangan Meylan tidak bisa melepaskan pegangan tangan Bobby di kerah baju Andre, Andre pun langsung meraih tangan Bobby dan mencengkeramnya dengan kuat, membuat tangan Bobby melepaskan genggamannya karena merasa sakit dengan apa yang Andre lakukan.


"Sialan...!!! Cengkeramannya sangat kuat, ternyata anak desa ini memiliki kekuatan yang di luar dugaanKu". Gumam Bobby di dalam hatinya.


Nyali Bobby kini mulai down saat merasakan kekuatan yang di miliki oleh Andre.


Bobby tidak mengetahui bagaimana kehidupan Andre saat berada di desanya.


Andre sendiri memiliki fisik dan tenaga yang kuat karena kehidupan yang di jalaninya sehari - hari sangat keras, sehingga hal itulah yang membentuknya menjadi seorang pria muda yang kekar.


"Bob...!!! Jika kamu ingin mengganggu Meylan lagi, kamu akan mengetahui siapa diriKu sebenarnya". Ucap Andre dengan kata - kata yang sedikit mengancam Bobby.


Mendengar perkataan Andre tersebut, Bobby langsung membulatkan tekadnya untuk menyuruh para pemuda penganguran yang biasanya nongkrong di depan lingkungan sekolah mereka untuk menghajar Andre.


Bobby pun langsung kembali ke tempat duduknya dengan penuh dendam.


Akhirnya bel sekolah pun berbunyi yang menandakan bahwa kegiatan belajar mereka akan segera di mulaikan.


Guru yang jadwal mata pelajarannya untuk mengajar di kelas Andre dan lainnya langsung memasuki kelas tersebut dan memulaikan kegiatan belajar mengajar mereka.


Setelah beberapa jam kemudian, semua jam mata pelajaran telah selesai, sehingga bel sekolah kembali berbunyi yang menandakan kegiatan belajar mengajar untuk hari itu telah selesai.


Murid - murid pun mulai keluar meninggalkan ruang kelas mereka masing - masing.


Bobby langsung bergegas dengan cepat untuk terlebih dahulu keluar dari wilayah lingkungan sekolah untuk menemui orang - orang yang dia maksudkan agar bisa mengenali Andre dan segera memberikan pengajaran kepada teman sekelasnya itu.


Terlihat juga empat orang siswa sedang berjalan dengan terburu - buru untuk keluar dari area sekolah tersebut.


Ke empat orang tersebut adalah kakak kelas yang pernah bertemu dengan Bobby saat berada di kantin sekolah.


Mereka juga berniat untuk memberikan pelajaran kepada Bobby.


Sedangkan Bobby sendiri saat itu sedang berniat untuk memberikan pelajaran kepada Andre.


~Bersambung~


Mohon maaf kepada para pembaca sekalian, author tidak memiliki semangat untuk selalu meng upload cerita ini karena merasa kurangnya dukungan yang di berikan oleh para pembaca terhadap ceritaKu ini.

__ADS_1


Agar author akan lebih rajin lagi, kiranya para pembaca untuk selalu memberikan dukungannya 🙏🙏🙏


__ADS_2