Penjahat Cinta Penakluk Wanita

Penjahat Cinta Penakluk Wanita
Bab 49. Pembicaraan Andre Dan Enjel


__ADS_3

Setelah Enjel tidak ingin pergi berenang saat di ajak, Dinda dan Sinta langsung kembali kepantai untuk berenang.


Sedangkan Enjel masih tetap pada posisi duduk yang bersebelahan dengan Andre.


Andre pun menatap gadis tersebut sambil memasang mimik muka yang memancarkan aura ketampanannya untuk menggoda gadis tersebut.


Saat Enjel menatap wajah Andre, gadis itu pun langsung tersenyum malu dan memalingkan pandangannya dari wajah pria disampingnya itu.


"Njel! Bagaimana? Apakah besok kamu mau kembali ke kota bareng bersama denganKu!?." Tanya Andre sambil menatap gadis tersebut.


"Jawabannya jangan menggantung seperti itu!." Tutur Andre.


"Menurut kamu bagaimana?." Tanya Enjel.


"MenurutKu, besok sore kamu kembali kekota bareng bersamaKu!." Ujar Andre lagi.


"Terus, jam berapa kita akan berangkat dari sini!?." Tanya Enjel lagi.


"Kemungkinan sekitar jam empat sore, agar kita bisa tiba di kota nanti sekitar jam tujuh malam!." Jawab Andre yang memiliki rencana licik di dalam pikirannya.


"Baiklah! Kalau begitu, besok aku balik kekota bareng kamu saja!." Tutur Enjel.


"Tetapi kamu harus ingat! Besok kamu harus di antar oleh Dinda sampai ke rumahKu, agar saat kita boncengan, Windi tidak bisa melihat kebersamaan kita berdua! Okey!?." Tutur Andre lagi sambil tersenyum menggoda menatap gadis tersebut.


"Huuu...dasar laki - laki mata keranjang!." Tutur Enjel sambil menepuk lengan Andre.


Andre pun langsung menyambut telapak tangan Enjel dan langsung menggenggamnya sambil berkata.


"Biar pun aku mata keranjang, tetapi kamu tetap menyukaiKu toch!?." Tutur Andre menyombongkan dirinya.


"Siapa bilang aku menyukaiMu!?." Tanya Enjel menggoda Andre.


"Aku yang bilang! Untuk apa menunggu kamu mengatakannya!." Jawab Andre sambil tersenyum.


"Njel! Jika kamu sudah berpacaran denganKu! Pasti kamu akan merasakan kebahagiaan serta kenikmatan yang belum pernah kamu rasakan!." Tutur Andre dengan nada suara yang serius.


"Bahagia apanya? Yang ada pasti hanyalah sakit hati!." Ujar Enjel menanggapi perkataan Andre.


"Itu karena kamu belum merasakannya! Jika kamu sudah merasakannya, pasti kamu selalu ingin terus bersama denganKu!." Tutur Andre lagi.


"Apa hal itu juga yang kamu lakukan kepada Windi!?." Tanya Enjel dengan wajah yang penasaran.


"Tidak juga! Sebab jarak kita terpisah jauh! Aku di kota sedangkan Windi berada di kampung! Jadi bagaimana mungkin itu bisa terjadi!." Jawab Andre.


"Maksudnya, apa yang akan terjadi jika kalian berdua saling berdekatan!?." Tanya Enjel lagi yang makin penasaran dengan perkataan Andre.


"Itu rahasia! Nanti kamu juga akan mengetahui hal itu jika waktunya sudah tiba!." Tutur Andre yang membuat Enjel semakin penasaran.


Gadis itu pun mulai memikirkan hal - hal yang negatif yang akan di lakukan oleh Andre.


"Apakah kamu akan melakukan hal - hal yang di luar batas kewajaran!?." Tanya Enjel yang coba untuk menebak.


"MenurutMu, hal apa yang berada di luar batas kewajaran itu!?." Tanya Andre sambil menatap gadis tersebut.

__ADS_1


Enjel yang mendapatkan pertanyaan balik dari Andre langsung terdiam.


"Aaahhh...sudalah! Kita ganti saja topik pembahasannya!." Tutur Enjel yang tidak mau lagi melanjutkan berdebatan tersebut.


Mereka berdua pun langsung membahas seputar pendidikan yang mereka berdua jalani.


Canda tawa pun mulai terdengar dari mulut keduanya.


Setelah hari sudah mulai sore, Dinda dan Sinta langsung menghentikan aktivitas berenang keduanya dan langsung berjalan mendekati Andre dan Enjel.


Enjel pun langsung berkata kepada Dinda untuk bersiap, karena sudah saatnya mereka untuk pulang.


Begitu juga dengan Sinta, Andre pun berkata hal yang sama dengan apa yang Enjel katakan.


Akhirnya mereka berempat langsung kembali untuk menuju ke rumah mereka masing - masing.


Setelah sudah tiba di rumah mereka masing - masing, Andre langsung menuju ke kamarnya dan bersiap untuk mandi.


Setelah Sinta sudah selesai mandi, Andre langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya, Andre pun langsung di suruh oleh ibunya untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan tersebut.


Saat Andre ke ruang makan, di meja makan, Sinta sedang duduk dan sedang menyantap makanan yang ada di depannya.


Andre pun langsung duduk dengan posisi yang saling berhadapan dengan Sinta.


Gadis itu pun mulai angkat suara.


"Kak Andre! Apakah kak Andre sudah pacaran dengan kak Enjel!?." Tanya Sinta.


Ibu Andre juga tidak kalah terkejutnya mendengar apa yang Sinta katakan.


Andre langsung menanggapi pertanyaan dari adiknya.


"Pacaran? Bagaimana mungkin kita pacaran!? Aku tidak punya waktu untuk berpacaran!." Tutur Andre menutupi kebenarannya.


Mendengar perkataan Andre, Sinta langsung terdiam.


"Itu benar! Jadi kamu juga harus berpikir seperti apa yang kakakMu pikirkan itu!." Sambung ibu Andre seakan memuji Andre.


Setelah selesai makan, Andre langsung berjalan kedepan dan duduk di teras depan rumahnya.


Sedangkan Sinta kini sedang belajar di ruang tamu dan di temani oleh ibunya.


Beberapa saat kemudian, sebuah sepeda motor memasuki pekarangan rumah Andre.


Di atas sepeda motor tersebut terlihat Dinda dan Enjel.


"Selamat malam kak Andre! Sintanya ada!?." Tutur Dinda.


"Iya! Sinta sedang belajar di ruang tamu!." Jawab Andre.


Enjel sendiri tidak berkata sepata kata pun.

__ADS_1


Namun gadis itu hanya menatap ke arah Andre yang sedang duduk tersebut.


Andre langsung berkata.


"Din! Kamu silahkan langsung masuk saja!." Tutur Andre.


Saat Dinda sudah bergegas masuk, Andre pun langsung berkata.


"Njel! Mari masuk! Kamu maunya duduk disini saja atau duduk di ruang tamu bersama mereka!?." Tutur Andre sambil tersenyum menggoda.


Enjel pun langsung menjawab.


"Aku duduk bersamaMu saja di luar sini!." Ucap Enjel sambil membalas senyuman Andre.


Saat Dinda memasuki ruang tamu, gadis itu langsung menyapa ibu Andre dan Sinta.


"Selamat malam tante! Hai Sinta!."


"Hai Dinda!." Balas ibu Andre dan Sinta secara bersamaan.


"Dinda datangnya dengan siapa?." Tanya ibu Andre.


"Aku datangnya bersama kak Enjel!." Jawab Dinda yang langsung duduk di samping Sinta.


"Terus kenapa Enjel tidak masuk?." Tanya ibu Andre lagi.


"Kak Enjel sedang duduk di depan bersama kak Andre!." Jawab Dinda lagi.


Ibu Andre langsung menuju ke dapur dan membuatkan teh hangat kepada Enjel dan langsung di bawahnya kedepan.


"Nak Enjel, ini tante buatkan teh hangat untukMu!." Tutur ibu Andre sambil meletakkan segelas teh hangat di depan Enjel.


"Terima kasih tante! Maaf jika Enjel selalu merepotkan tante!." Tutur Enjel sambil tersenyum ramah.


"Ah, tidak apa - apa kok! Tante malah senang jika Enjel dan Dinda ada disini!." Tutur ibu Andre.


"Silahkan diminum teh hangatnya yah!? Tante masuk dulu!." Lanjut ibu Andre sambil berbalik dan masuk lagi ke dalam rumahnya.


"Iya tante!." Jawab Enjel.


Andre dan Enjel langsung melanjutkan percakapan keduanya tentang apa yang akan Andre lakukan pada keesokan harinya.


Enjel pun mulai berbicara tentang apa yang akan di lakukannya besok sebelum mereka berdua balik ke kota.


Beberapa saat kemudian, saat Andre dan Enjel sedang berbincang - bincang, sosok seorang gadis kini sedang berjalan memasuki pekarangan rumah Andre.


Gadis tersebut adalah Windi.


Windi yang menatap Andre sedang duduk berdua dengan Enjel langsung merasa cemburu dengan apa yang di lihatnya tersebut sambil terus melangkah mendekati kediaman Andre.


Gadis itu pun langsung memberikan salam.


Andre dan Enjel secara serentak langsung menjawabnya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2