
Meylan langsung terdiam saat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh Andre.
Gadis itu mulai berpikir, apa yang ingin dia ketahui dari Andre, pikiran atau perasaannya.
"Aku ingin mengetahui tentang pikiranMu saat bersama dengan diriKu". Ucap Meylan.
"Jika hanya itu yang kamu tanyakan, jelas pikiranKu seperti biasanya saat aku bersama dengan pacarKu". Jawab Andre.
"Terus! Apa yang kamu pikirkan itu?". Tanya Meylan.
"Aku berpikir untuk bisa memiliki diriMu". Ucap Andre sambil tersenyum menatap Meylan.
"Huuu! Gombal...!!!". Ucap Meylan sambil tersipu malu.
"Gombal? Tetapi enak di dengar toch!?". Andre kembali menggoda Meylan.
Gadis itu langsung menepuk pundak Andre dengan lembut sambil tersenyum saat mendengar perkataan pria itu.
"Kenapa sikapMu kini sudah berubah? Apakah ada yang salah dengan kata - kataKu barusan?". Tanya Andre.
"Tidak! Tidak ada yang salah". Jawab Meylan.
"Terus, mengapa sekarang kamu hanya diam?". Tanya Andre.
"Aku tidak tahu apa yang akan aku katakan lagi". Jawab Meylan.
"Kalau begitu, ayo kita pulang saja!". Ucap Andre.
Mendengar perkataan Andre, wajah gadis itu langsung berubah.
"Kenapa kita harus cepat - cepat pulang? Kita disinikan belum lama tiba". Ucap Meylan.
"Ngapain juga kita masih tetap disini jika Meylan sudah tidak bisa lagi bercerita denganKu. Tidak mungkin aku hanya bercerita sendiri atau bercerita dengan laut yang ada di depanKu ini". Ucap Andre.
"Ndre! Bukan begitu maksudKu! Tetapi aku tidak bisa menjelaskan tentang isi hati dan perasaanKu saat mendengar apa yang kamu katakan tadi". Ucap Meylan dengan pipinya yang semakin memerah.
"Oh, seperti itu, aku kira kamu sudah tidak bisa berbicara denganKu!?". Ucap Andre.
"Terus bagaimana perasaanMu saat mendengar perkataanKu tadi? Apakah kamu juga merasakan hal yang sama denganKu?". Tanya Andre.
"Rasa yang mana?". Tanya Meylan.
"Rasa yang ingin memilikiMu! Apalah kamu juga ingin memilikiKu?". Ucap Andre menggoda.
"Eemm....eeemmm...tidak! Aku tidak memiliki rasa yang seperti itu". Ucap Meylan.
"Oh, jadi kamu tidak ingin memiliki diriKu ini? Baiklah, kalau begitu aku akan mendekati gadis yang lain saja". Ucap Andre.
"Apa? Kamu ingin mendekati gadis yang lain? Aku akan menghajarMu jika kamu melakukan hal itu". Ucap Meylan dengan nada suara yang sudah meninggi.
"Jangan keras-keras! Kamu lihat, semua orang - orang sedang menatap kesini.
"Biarkan saja! Memangnya aku memikirkannya!?". Ucap Meylan dengan nada suara yang ketus.
"Ok...ok! Jadi kamu tidak ingin memiliki diriKu, namun kamu juga tidak ingin diriKu dimiliki oleh gadis yang lain!? Begitu maksudMu?". Tanya Andre dengan nada yang sedikit menggoda.
__ADS_1
"Andre! Jangan selalu memaksa diriKu untuk mengungkapkan isi hatiKu!". Ucap Meylan masih dengan nada suara ketus.
"Memangnya apa yang ada di dalam isi hatiMu?". Tanya Andre lagi.
"Iya! Iya! Aku memang ingin memiliki diriMu juga! Apakah kamu Puas!?". Ucap Meylan.
Mendengar perkataan tersebut, Andre langsung merangkul tubuh gadis itu.
"Thanks yah Mey! Aku pikir hanya aku yang punya pemikiran seperti itu, ternyata pikiran kamu juga sama seperti pikiranKu". Ucap Andre sambil tersenyum.
"Ternyata, tidak sulit juga untuk menaklukan hati gadis ini". Gumam Andre yang kini hatinya merasa sangat senang dengan apa yang baru saja di capainya itu.
"Iya! Aku juga kini sudah merasa lega karena sudah mengungkapkan isi hatiKu ini kepadaMu. Jadi kamu tidak boleh mendekati gadis - gadis yang lain!". Ucap Meylan.
"Jadi, maksudnya kita saat ini sudah pacaran!? Begitu?". Tanya Andre yang ingin mendapatkan legitimasi dari gadis tersebut.
"Iya! Mulai saat ini kamu itu sudah menjadi pacarKu!". Ucap Meylan.
Mendengar kepastian yang di nyatakan oleh gadis di sampingnya, Andre langsung menatap ke kiri dan ke kanan untuk memastikan apakah situasinya aman atau tidak. Di saat dirinya merasa aman. Pemuda itu langsung merangkul tubuh gadis itu dan langsung mencium pipi serta langsung mengecup bibir Meylan.
Gadis itu hanya bisa pasrah dan terpaku dengan apa yang Andre lakukan kepada dirinya.
Setelah hal itu terjadi, keduanya langsung berjalan untuk pindah dari tempat mereka semula.
Andre melihat sebuah batu yang berada di balik pohon ketapang untuk mereka berdua duduki.
Meylan pun hanya mengikuti ajakan Andre walau pun ajakan itu hanya menggunakan bahasa tubuhnya saja.
Mereka berdua akhirnya duduk di tempat yang Andre pilih tersebut.
"Mey!".
"Iya!".
"Apa yang ingin kamu tanyakan?". Tanya Meylan.
"Jawab dulu! Boleh apa tidak aku bertanya!?". Ucap Andre lagi.
"Boleh! Terus apa itu?". Ucap Meylan.
"Apa yang membuat diriMu ingin untuk memiliki diriKu?". Tanya Andre.
"Kamu itu orangnya terasa spesial menurutKu disaat aku pertama kali melihat diriMu". Ucap Meylan.
Andre langsung tersenyum saat mendengar perkataan Meylan.
"Spesial? Yah iyalah...memang diriKu selalu menebar pesona kepada setiap gadis cantik yang aku temui". Gumam Andre dalam hatinya karena strategi yang di terapkan oleh dirinya melalui sikap, tingkah laku serta perkataannya mampu meluluhkan hati Meylan.
Andre terus merangkul tubuh gadis itu dan mulai melancarkan serangan yang baru saja dirinya pelajari dari Ria.
Meylan hanya bisa mengikuti apa yang di lakukan oleh pemuda itu.
Hal itu di sebabkan karena gadis itu belum pernah sama sekali melakukan serta merasakan hal itu.
Kini pikiran Meylan seperti sedang melayang menikmati permainan bibir dan lidah pemuda itu.
__ADS_1
Mereka berdua melakukan French Kiss selama beberapa menit.
Setelah itu Andre terus mengecup kening, pipi dan juga telinga Meylan.
Tubuh gadis itu kini bergetar menahan rasa yang kini menyerang dirinya secara psikologis itu.
Tidak sampai di situ, kini Andre mulai memberanikan diri menggerakan tangannya untuk berpetualang di wilayah yang baru akan di jelajahinya.
Saat tangan Andre menyentuh permukaan perut gadis tersebut. Meylan hanya membiarkan aktivitas tangan pemuda itu.
Hal itu membuat tangan Andre lebih berani lagi untuk menjelajahi setiap jengkal permukaan tubuh gadis tersebut.
Hingga akhirnya tangannya sudah berada di kedua gunung terlarang yang di miliki oleh gadis itu.
Meylan kini mulai tidak bisa mengontrol ke inginannya untuk menikmati apa yang di lakukan oleh Andre.
"Ndre!".
Ucap Meylan tidak bisa melanjutkan kata - katanya.
"Iya!". Jawab Andre.
"Ndre!".
Kembali lagi gadis itu memanggil nama Andre, namun perkataannya tetap tidak bisa di lanjutkan.
Hal itu di sebabkan karena kenikmatan yang di rasakannya kini seperti telah menembus lapisan langit ketujuh.
"Mey! Apa yang ingin kamu katakan?".
"Tidak! Tidak ada yang ingin aku katakan". Jawab gadis itu.
"Apakah kamu menikmatinya?". Tanya Andre menggoda.
Mendengar pertanyaan tersebut, gadis itu hanya menganggukan kepalanya dengan wajah yang tersipu malu menanggapi pertanyaan tersebut.
"Apakah kamu ingin selalu melakukannya?". Tanya Andre lagi.
Meylan kembali menganggukan kepalanya menanggapi pertanyaan Andre.
"Berarti kita berdua harus mencari tempat yang tidak terbuka seperti di tempat ini". Ucap Andre.
"Terus di tempat yang seperti apa?". Tanya Meylan.
"Pokoknya di tempat yang tidak ada orang lain yang bisa melihat dan mengganggu kita berdua." Jawab Andre.
"Seperti di penginapan begitu?". Meylan kembali bertanya kepada Andre.
"Penginapan? Aku tidak tahu dengan tempat seperti itu". Ucap Andre.
"Terus! Yang kamu tahu di tempat seperti apa?". Meylan bertanya lagi.
"Yang aku tahu hanya di tempat seperti ini, namun situasinya harus sudah dalam keadaan gelap". Ucap Andre.
"Bagaimana jika kita menunggu di tempat ini hingga malam hari tiba?". Usul Meylan.
__ADS_1
"Apa? Gadis ini ternyata nekat juga!". Gumam Andre dalam hatinya.
~Bersambung~