
Setelah tubuh kedua remaja itu telah bermandikan peluh, akhirnya mereka berdua pergi ke gerojokan yang terletak sekitar 20 meter di bagian belakang gubuk tersebut.
Kedua remaja itu membersihkan tubuh mereka dengan canda tawa karena kejahilan yang mereka lakukan kepada satu sama lainnya.
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka, Andre langsung mengambil makanan yang dibawahnya dan di temani dengan buah pisang yang sudah masak untuk di makan oleh mereka berdua.
Hal itu di karenakan, perut kedua remaja itu sudah merasa keroncongan karena melakukan pertarungan yang panjang dan sangat menguras tenaga mereka berdua dan juga memang matahari sudah berada tepat di puncak langit.
Setelah selesai mengisi perut mereka berdua, akhirnya kedua remaja itu pun kembali larut dengan canda tawa karena mendiskusikan apa yang di rasakan mereka berdua saat melakukan hal yang sebenarnya belum saatnya mereka lakukan.
Mereka berdua kembali lagi melakukan French Kiss dan mulai lagi melakukan pertarungan untuk ronde kedua.
Setelah selesai melakukan pertarungan di ronde kedua, mereka berdua kembali lagi membersihkan tubuh mereka dan bersiap untuk kembali pulang ke rumah.
Windi berjalan lebih dahulu, setelah beberapa saat kemudian, baru Andre juga berjalan untuk pulang ke rumahnya.
Hal itu sering mereka lakukan di gubuk kebun milik Andre jika Windi memiliki waktu untuk mendatangi Andre saat berada di kebun.
Akhirnya ibu Andre dan adiknya sudah kembali dari ibu kota propinsi.
" Ndre! Ibu sudah bercerita dengan tante Mu, bahwa kamu akan melanjutkan sekolah Mu di Sekolah Menengah Atas yang berada di kecamatan kita ini, tetapi tante Mu meminta kepada ibu agar diriMu bisa bersekolah disana. Apakah Andre ingin bersekolah di kota?." Ucap ibu Andre.
" Trus siapa yang akan menyiapkan segala keperluan Ku di sana?." Tanya Andre.
" Tante Mu yang akan menyiapkan semua keperluan Mu disana, jadi kamu tidak usah khawatir tentang hal itu." Jawab ibunya.
Andre terdiam dan memikirkan segala sesuatu yang akan terjadi dengan hubungan yang di jalaninya antara kedua gadis itu, yaitu Windi dan Cindy jika dirinya sudah bersekolah di kota.
Ada hal positif yang di pikirkannya dan juga ada hal negativenya juga.
Akhirnya Andre mengiyahkan apa yang ibunya katakan itu, Andre memikirkan cara untuk memberitahukan hal itu kepada kedua gadis tersebut.
Setelah mendapatkan waktu yang tepat, lalu Andre memberitahukan hal itu kepada Windi saat berada di kebun.
Windi yang mendengar hal itu, wajahnya langsung berubah dan terlihat sedih.
Andre membujuk gadis itu agar tidak bersedih lagi.
" Win! Aku akan selalu pulang kesini setiap bulannya, jadi kita akan selalu bertemu."
" Iya! Tetapi waktu sebulan itu bukan waktu yang sebentar." Ucap Windi menanggapi perkataan Andre.
" Aku juga ingin selalu bersama dengan diri Mu, tetapi aku juga tidak bisa menolak keinginan tante Ku yang sudah di setujui oleh ibu Ku." Ucap Andre menjelaskan hal itu kepada Windi.
" Baiklah, tetapi kamu jangan melakukan hal yang macam - macam saat berada di kota nanti." Ucap Windi.
" Hal seperti apa yang kamu maksudkan itu?." Tanya Andre.
" Jangan menggoda cewek - cewek disana." Ucap Windi dengan tersenyum malu menatap Andre.
__ADS_1
" Bagaimana jika ceweknya yang menggoda aku? Masak aku mau menolaknya." Ucap Andre sambil tersenyum licik kearah Windi.
" Apa kamu bilang?." Ucap Windi sambil mencubit perut milik Andre.
" Aduh...aduh...aduh...ampun...ampun... iya...iya...iya, aku tidak akan melirik gadis - gadis di kota." Ucap Andre sambil menahan rasa sakit karena di cubit oleh Windi.
" Janji?." Tanya Windi.
" Iya...iya, aku janji." Jawab Andre.
Windi pun tersenyum dan langsung mengecup bibir Andre.
" Awas jika kamu ingkar janji, aku akan menyusul Mu dan memberi perhitungan dengan siapa pun yang kamu sukai disana." Ucap gadis itu.
" Bagaimana jika dia tau kalau aku juga berhubungan dengan Cindy? Bisa fatal jadinya." Gumam Andre dalam hatinya.
Akhirnya mereka berdua kembali kerumah dengan trik yang sama agar tidak di curigai dan di ketahui oleh orang lain setiap pertemuan mereka berdua di kebun milik keluarga Andre.
Cindy pun merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Windi.
Gadis itu tidak terima jika berjauhan dengan Andre.
Tetapi karena dirinya mempunyai sepeda motor sendiri, akhirnya gadis itu merasa tertantang untuk pergi ke kota jika dirinya ingin bertemu dengan Andre.
Setelah saat itu telah tiba, Andre di antarkan oleh ibu dan adiknya untuk menuju ke ibu kota propinsi.
Karena memang Andre tidak mengetahui letak rumah dari tantenya itu, sehingga ibu dan adiknya mengantarkan dirinya kesana.
Mereka bertiga pun turun dan kembali menaiki angkot yang menuju kearah tempat tinggal dari tantenya Andre.
Hanya butuh 20 menit perjalanan yang mereka tempuh, akhirnya tiba juga di tempat tujuan mereka.
Sesampainya di depan rumah milik tantenya Andre, terlihat seorang ibu yang masih muda dan cantik langsung menyambut mereka bertiga.
Tantenya itu berumur 20-an tahun, dia baru memiliki satu orang anak yang baru berusia 3 tahun.
Hubungan antara ibu Andre dan ibu muda tersebut adalah sepupu, karena neneknya Andre dan ibu dari tantenya itu saudara kandung.
" Hai Andre! Ternyata kamu sudah besar juga yah!?." Ucap tantenya.
Memang tantenya itu menginginkan Andre untuk tinggal di rumahnya, karena suaminya bekerja sebagai pelaut, jadi hanya dirinya dan anaknya yang masih kecil itu yang berada di rumah.
Sempat dia mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga, tetapi setelah pembantu rumah tangga itu pulang, dia sudah tidak lagi kembali karena sudah menikah di kampungnya.
Nama tantenya itu adalah Ria, walau pun sudah memiliki seorang anak, tetapi tante Ria masih terlihat seperti seorang gadis belasan tahun.
Memang Andre baru pertama kalinya bertemu dengan tante Ria, sehingga dirinya belum merasa akrab dengan tantenya itu.
Mendengar sapaan dari tante Ria, Andre hanya tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
" Ayo, mari masuk." Ucap tante Ria sambil berjalan memasuki rumahnya.
Mereka bertiga mengikuti ibu muda itu dari belakang.
" Andre! Ini kamar Mu, anggap saja seperti di rumah Mu sendiri." Ucap tante Ria.
" Kak Mira, Sinta dan Andre mau minum apa? Nanti saya akan membuatkannya untuk kalian." Ucap Ria kepada mereka bertiga.
" Ria! Sudahlah jangan terlalu repot - repot." Ucap ibu Andre.
" Ah, itu tidak merepotkan kok, apa lagi kalian baru saja melakukan perjalanan yang jauh, pasti itu sangat melelahkan." Ucap tante Ria.
" Baiklah, buatkan teh hangat saja." Jawab ibu Andre.
Akhirnya mereka bertiga di suguhkan teh hangat dan juga makanan ringan.
" Setelah ini, kak Mira, Sinta dan Andre boleh membersihkan diri lebih dulu dan kita makan bersama." Ucap tante Ria lagi.
Keesokan harinya ibu Andre dan Sinta kembali pulang ke kampung mereka.
Andre dan tante Ria mengantarkan mereka berdua dengan mobil pribadi milik tante Ria sampai di terminal, setelah itu mereka bertiga dengan anak tante Ria kembali pulang ke rumahnya.
Akhirnya mereka bertiga telah tiba di rumah.
Andre memeluk putri kecil tante Ria dan turun dari mobil yang mereka gunakan.
Tante Ria pun demikian.
" Ndre! Besok kita akan pergi ke salah satu sekolah untuk mendaftarkan dirimu." Ucap Tante Ria.
" Iya Tante." Jawab Andre singkat.
Andre memiliki tubuh yang proporsional, walau pun usianya dua bulan kedepan baru akan genap 16 tahun tetapi tinggi badannya sudah 170 cm dengan otot perut yang sudah terbentuk, memang wajahnya tidak terlalu tampan, tetapi tetap enak di pandang oleh kaum hawa yang melihatnya, karena di dukung oleh bentuk tubuhnya.
Setelah masuk di ruang tamu, Andre langsung meletakkan di box bayi serta melepaskan pelukannya dari adik kecil yang di peluknya.
Setelah itu dirinya kembali masuk ke kamarnya.
Tante Ria hanya mengikuti langkah kaki pria itu dengan tatapannya.
" Ndre! Ayo makan siang dulu." Panggil tante Ria.
Namun pria remaja itu tidak menjawab panggilannya itu.
Tante Ria langsung beranjak dan berjalan menuju ke kamar yang Andre tempati.
Setelah tiba di kamar Andre, ternyata pria remaja tersebut sedang tertidur, hal itu di sebebkan karena dirinya tidak bisa tidur semalam, sehingga saat dirinya ingin mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah, dirinya belum sempat mengganti pakaiannya, dia lebih dulu merebahkan tubuhnya dan langsung tertidur.
Mata tante Ria langsung terarah ke suatu objek milik Andre. Jantungnya langsung berdegup kencang, sebab sebulan setelah dirinya melahirkan anak satu - satunya itu, suaminya sudah kembali pergi bekerja di kapal milik perusahaan asing, sehingga bisa di katakan sudah tiga tahun dirinya belum pernah lagi melihat hal itu.
__ADS_1
Memang Andre masih menggunakan ****** *****, namun bentuknya yang menonjol sangat jelas untuk di perhitungkan ukurannya.
~Bersambung~