
Tubuh Cindy terasa panas karena menikmati permainan yang di lakukan oleh Andre.
" Ternyata seperti ini rasanya." Gumam Cindy di dalam hatinya.
Karena Andre takut ibu dan adiknya memergoki apa yang di lakukan oleh mereka berdua saat itu, sehingga Andre langsung menghentikan aktivitas dari bibirnya.
Cindy pun menatap wajah Andre dengan tersenyum dan langsung masuk dalam pelukan pria di sampingnya.
" Cin...!!! Jangan seperti ini, nanti bisa di pergoki oleh ibu Ku, efeknya bisa fatal nanti." Ucap Andre.
" Fatal bagaimana...???." Tanya Cindy dengan senyum yang lebih menggoda lagi.
" Kita berdua bisa di marahi habis - habisan oleh ibu Ku...dan kamu sudah tidak bisa lagi untuk datang ke sini...jadi sebaiknya di antisipasi terlebih dahulu sebelum itu terjadi." Ucap Andre menjelaskan kepada Cindy.
" Iya...iya...Cindy mengerti kak." Ucap gadis itu sambil melepaskan diri dari dalam pelukan Andre.
Mata Andre pun sering melihat ke arah depan rumahnya untuk mengantisipasi jika ibu dan adiknya akan kembali pulang, sambil mencuri kesempatan untuk mengecup bibir milik Cindy.
Cindy hanya bisa menerima dan menikmati apa yang Andre lakukan.
Hal itu berjalan selama satu setengah jam kemudian.
Setelah waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam Andre pun langsung angkat bicara seraya menghentikan apa yang mereka lakukan.
" Cin...sedikit lagi ibu dan adik Ku akan pulang, jadi Cindy sudah bisa kembali lagi untuk pulang." Ucap Andre mengingatkan gadis di sampingnya.
" Terus, kapan kita bisa bertemu lagi...!!!???." Tanya Cindy.
" Bagaimana kalau hari Minggu siang kita pergi ke Pantai...!!!???." Tanya Cindy melanjutkan kata - katanya.
" Terus kita ketemuannya dimana...!!!???." Tanya Andre.
" Bagaimana kalau Cindy menjemput kak Andre disini...!!!???." Ucap Cindy.
" Baiklah...Cindy kesini saja untuk menjemput ku." Ucap Andre mengiyahkan kata - kata gadis itu.
Cindy langsung beranjak dari tempat duduknya berbarengan dengan Andre dan bersiap untuk pergi.
Sebelum Cindy keluar dari ruang tamu, Andre kemudian mengecup kening, pipi serta bibirnya Cindy.
Akhirnya Cindy melangkahkan kakinya untuk menuju ke pekarangan rumahnya Andre, menuju ke arah dimana sepeda motornya di parkir.
Di saat Cindy sudah menaiki sepeda motornya, tiba - tiba ada suara terdengar dari arah jalan.
" Andre...!!! lagi ngapain kamu...???." Suara seorang gadis berteriak ke arah Andre.
Setelah Cindy melihat ke arah datangnya suara itu, matanya melihat seorang gadis yang sangat tidak menyukainya.
Cindy pun langsung bergegas untuk pergi.
" Daaaggg kak Andre." Ucap Cindy sambil melambaikan tangan kirinya dan tersenyum.
" Sialan...gadis itu lagi...untuk apa dia datang ke rumah Andre malam - malam begini...!!!???." Gumam Windi dalam hatinya sambil menatap tidak senang ke arah Cindy yang sudah pergi dengan sepeda motornya.
" Aduh...sepertinya malam ini akan terjadi peperangan yang berskala besar, aku harus cepat berusaha untuk mencegahnya." Gumam Andre.
" Hai Windi...!!!." Ucap Andre menyapa dengan senyuman untuk menyambut gadis yang baru saja datang mendekatinya.
__ADS_1
" Heh...kenapa perempuan itu malam - malam datang kesini...???." Tanya Windi dengan nada suara yang ketus.
" Katanya dia dari rumah tantenya dan bertepatan juga melewati jalan ini, saat dia melihatku sedang duduk di pores, dia langsung mampir sebentar dan langsung pergi lagi sesuai dengan yang barusan kau lihat tadi." Ucap Andre untuk meyakinkan agar Windi tidak akan berpikir yang tidak - tidak.
" Benar hanya segitu saja...!!!??? Tidak lebih...!!!???." Tanya Windi untuk lebih meyakinkan dirinya.
" Iya Cantik...hanya begitu saja...terus maunya bagaimana lagi...!!!???." Ucap Andre untuk menggoda gadis di depannya sambil menebarkan senyum liciknya.
" Ayo...mari kita duduk dulu di pores." Ucap Andre sambil berjalan dan di ikuti oleh Windi.
Mereka berdua pun langsung duduk di pores rumahnya Andre sambil berbincang - bincang, dan sesekali terdengar canda dan tawa dari mereka berdua.
Tidak lama kemudian, ibu dan adik Andre pun tiba.
" eeehhh...rupanya ada tamu yang datang...apakah nak Windi sudah lama datangnya...???." Sapa ibu Andre sambil bertanya ke arah Windi.
" Belum lama kok Tante." Jawab Windi.
" Oh begitu yah." Ucap ibu Andre.
" Terus, kenapa Andre tidak membuatkan teh hangat untuk Windi...!!!???." Ucap ibu Andre lagi.
Andre yang mendengar perkataan sekaligus pertanyaan dari mulut ibunya, langsung tersenyum malu sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal.
" He...he...he...he...he...iya yah...kok aku bisa lupa." Ucap Andre.
" Itu karena kamu sedang memikirkan gadis yang barusan pergi itu." Ucap Windi menyanggah kata - kata dari Andre dengan nada suara yang tidak senang.
" apa...??? Ada tamu juga sebelumnya...!!!???." Tanya ibu Andre lagi.
" Tidak kok Bu...Cindy tadi hanya singgah sebentar saja dan langsung pergi bertepatan dengan datangnya Windi." Ucap Andre menjelaskan situasi yang terjadi.
" Kalau begitu, aku buatkan dulu teh untuk Windi." Ucap Andre sambil bergegas masuk ke dapur.
" Hai Sinta...!!! Ucap Windi menyapa adik Andre sambil tersenyum.
" Hai kak Windi...!!!." Jawab Sinta.
" Sinta...temani dulu kakak Windi yah...!!!???." Ucap ibu Andre.
" Windi...tante masuk dulu yah...???."
" Iya Bu...!!!." Jawab Sinta.
" Iya Tante...!!!." Jawab Windi.
" Apakah kak Windi pacar barunya kak Andre...???." Tanya Sinta sambil tersenyum menatap Windi.
" Apa...??? Jadi Andre sebelumnya punya pacar...???." Tanya Windi.
" Iya kak Windi...tetapi setahun yang lalu, pacarnya kak Andre pergi tanpa memberitahukannya kepada kak Andre, itu yang membuat kak Andre jadi sering marah - marah." Ucap Sinta menjelaskan kepada Windi.
Setelah mendengar apa yang di katakan oleh Sinta, Windi akhirnya mengerti situasi perubahan sikap Andre saat terjadi masalah dengan Sandi.
" Oh...jadi karena hal itu sehingga perubahan sikapnya begitu drastis." Gumam Windi.
" Terus siapa nama pacarnya kak Andre itu...???." Tanya Windi.
__ADS_1
" Itu...yang dahulunya tinggal di rumah itu." Jawab Sinta sambil menunjuk ke arah rumah yang ada di seberang jalan.
" Apa...??? Jadi Andre berpacaran dengan Tresya...!!!???." Ucap Windi seakan tidak percaya dengan apa yang baru di dengarnya.
" Kalau Andre pacaran sama Tresya...terus Tresya berteman dengan gadis itu...berarti Andre dekat dengan gadis itu hanya karena Tresya." Gumam Windi.
" Apakah sudah ada kabar dari Tresya...???." Tanya Windi.
" Sinta juga tidak tahu kak." Jawab Sinta.
" Memangnya sudah sejak kapan mereka pacaran...???." Tanya Windi.
" Sinta juga tidak tau pasti sejak kapan mereka pacaran kak." Jawab Sinta lagi.
" Hei...sedang ngomongin siapa kalian berdua...???." Ucap Andre mengagetkan kedua gadis itu.
" Ini...silakan di minum tehnya...!!!." Ucap Andre sambil meletakkan di atas meja minuman itu di depan Windi.
" Iya...terima kasih...!!!." Ucap Windi.
" Kak Windi...Sinta masuk dulu yah...!!!???." Ucap Sinta sambil beranjak dari tempat duduknya dan berjalan masuk.
Andre pun langsung duduk di kursi yang telah di tinggalkan oleh Sinta.
" Ndre...!!! Bolehkah aku bertanya...!!!???." Ucap Windi.
" Boleh saja...apa yang ingin kau tanyakan...???." Ucap Andre sambil menatap ke arah Windi.
" Tetapi kamu jangan marah yah...!!!???." Ucap Windi ingin meyakinkan agar Andre tidak akan marah kepadanya.
" Iya...iya...pasti aku tidak akan marah jika kamu yang bertanya...!!!." Ucap Andre.
" Apakah kamu pernah berpacaran dengan Tresya...???." Ucap Windi.
Mendengar pertanyaan itu, Andre pun langsung menengok ke arah dalam rumahnya, untuk melihat apakah ada seseorang yang mendengar pertanyaan itu.
Andre takut jika hal itu di ketahui oleh ibunya.
" Suuutttt...jangan kencang - kencang suaranya, nanti aku bisa di omeli ibuku jika ketahuan." Ucap Andre dengan nada suara yang di kecilkan seperti berbisik sambil jari telunjuknya berada di depan bibirnya.
" Baiklah...tetapi kamu harus menjawab dulu pertanyaanku." Ucap Windi.
" Iya...memang aku sempat pacaran dengan Tresya." Jawab Andre.
" Terus...apakah kamu masih mengharapkan kehadirannya...???." Tanya Windi lagi.
" Untuk apa mengharapkannya, jika sudah ada kamu di sampingku." Ucap Andre sambil tersenyum menggoda Windi.
Mendengar apa yang di katakan oleh Andre, wajah Windi langsung memerah karena tersipu malu.
" Benar kamu sudah tidak mengharapkannya...???." Tanya Windi lagi agar lebih meyakinkan.
" Iya...saat ini aku sudah tidak lagi memikirkannya...karena sudah ada beberapa gadis cantik yang selalu bersamaku." Ucap Andre dengan penuh percaya diri.
" Apa kataMu...!!!???." Ucap Windi.
" He...he...he...he...he...iya...iya...iya... hannya kamu seorang gadis yang selalu bersama denganku." Ucap Andre.
__ADS_1
Memang Andre selalu merayu Windi di saat setelah dirinya membuat Windi marah.
~Bersambung~