
"Kenapa kamu sudah kembali?". Tanya Iwan kepada Bobby.
"Anak itu baru saja pergi menggunakan sepeda motor miliknya". Jawab Bobby.
"MaksudMu dia sudah pulang?". Tanya Iwan untuk memperjelas apa yang Bobby katakan.
"Iya Bang!". Jawab Bobby lagi.
"Kalau begitu, kita lanjutkan besok saja agar kita memiliki waktu untuk menghadangnya". Ujar Iwan kepada Bobby.
Di jalan raya kota tersebut, kedua muda - mudi itu melaju dengan sepeda motor yang di kendarai oleh keduanya.
"Mey! Dimana tempat kita untuk mengganti pakaian kita ini?". Tanya Andre.
"Jalan saja terus menuju ke terminal yang biasa kita lewati, disana ada toilet umum untuk kita gunakan". Ucap Meylan.
Andre pun langsung menuruti perkataan gadis yang di boncengnya itu.
Setelah tiba di depan pintu masuk terminal, Meylan mengarahkan kepada Andre untuk memasuki area terminal hingga tiba di depan toilet umum.
Andre pun memarkirkan sepeda motor miliknya dan keduanya langsung memasuki toilet yang tersedia untuk pria dan untuk wanita.
Setelah keduanya selesai mengganti pakaian seragam dengan pakaian santai yang sudah mereka berdua persiapkan, akhirnya mereka keluar dan langsung kembali pergi dengan mengendarai sepeda motor milik Andre.
"Jadi, setelah ini kita kemana?". Tanya Andre.
"Kita terlebih dahulu pergi ke pantai seperti biasa, setelah itu baru kita mencari tempat untuk melakukan apa yang sudah kita bicarakan kemarin". Jawab Meylan dengan santai.
"Sifatnya mengingatkan diriKu kepada Cindy...mereka sama - sama memiliki rasa ingin tau dengan apa yang belum pernah mereka ketahui". Gumam Andre dalam hatinya sambil tersenyum mesum.
Akhirnya keduanya tiba di tempat biasa mereka nongkrong berdua.
Meylan pun langsung memesan seperti biasa yang sering di pesannya.
Andre sendiri kini sudah duduk di tempat yang biasa mereka berdua tempati.
Perbincangan keduanya kini sudah berbeda.
Andre terus melancarkan kata - kata yang memancing hasrat dari gadis yang berada di sampingnya itu.
"Apakah benar rasanya senikmat itu?". Tanya Meylan.
"Iya...pasti kamu akan merasa ketagihan jika sudah melakukannya". Jawab Andre sambil tersenyum menggoda.
"Kalau begitu, ayo kita pergi mencari tempat untuk kita melakukannya". Ajak Meylan karena merasa penasaran dengan apa yang di katakan oleh Andre kepadanya.
Keduanya pun langsung berangkat dari tempat itu dan menuju ke tempat dimana bisa untuk melakukan hal yang di katakan oleh Andre.
Saat sedang mengendarai sepeda motor, mata keduanya terus membaca setiap papan petunjuk yang berada di pinggir jalan raya yang mereka lalui.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya mereka mendapatkan petunjuk untuk menuju ke tempat yang mereka berdua inginkan.
Keduanya pun langsung memasuki area halaman sebuah bangunan yang memiliki puluhan kamar di dalamnya.
Andre langsung memarkir sepeda motor miliknya di tempat yang telah di tentukan.
Setelah itu keduanya langsung berjalan menuju ke meja resepsionis untuk memesan salah satu kamar untuk di gunakan oleh mereka berdua.
Setelah selesai membayar biaya sewa kamar, keduanya langsung di antarkan kekamar yang telah mereka sewa.
Akhirnya kedua muda mudi itu memasuki sebuah kamar yang terlihat sederhana.
Andre pun langsung mengunci pintu kamar tersebut.
Sedangkan Meylan sendiri kini sudah duduk di atas kasur sederhana yang ada.
Andre pun langsung mendekati gadis tersebut dan langsung mengecup bibirnya seraya tangan nakalnya mulai ingin menjelajahi setiap jengkal tubuh gadis tersebut.
"Ndre...!!! Kamu terlihat tidak sabaran amat". Bisik Meylan menggoda Andre.
"Kenapa kalau aku seperti ini? Apakah ada yang salah?". Tanya Andre sambil tersenyum mesum menatap wajah Meylan.
"Ini sebagai pemanasan saja sebelum kita masuk pada acara pokoknya". Bisik Andre menggoda Meylan.
"Oh, jadi seperti itu yah!?". Meylan menanggapi perkataan dari Andre.
"Iya...memang seharusnya begitu...tetapi kita harus mandi terlebih dahulu, agar tubuh kita berdua dalam keadaan bersih saat melakukannya". Jelas Andre sambil tersenyum.
Andre pun mulai menanggalkan satu persatu setiap kain yang membungkus tubuh gadis tersebut sampai sehelai benang pun sudah tidak tersisa lagi.
Andre pun melakukan hal yang sama kepada dirinya.
Pria muda itu memang sudah terlihat seperti seorang profesional di dalam melakukan hal tersebut.
Itu karena wawasan serta pengalamannya sudah bertambah saat sering melakukan pertempuran dengan tante Ria.
Keduanya langsung menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamar itu.
Saat keduanya sedang membersihkan tubuh mereka, Andre terus membisikan kata - kata godaan sambil bercanda dengan gadis tersebut.
Namun tangan nakalnya tetap tidak pernah diam.
Keduanya langsung melakukan French Kiss, tangan Andre mulai menjelajahi setiap tempat yang dia inginkan.
Tubuh Meylan mulai menggelinjang karena merasakan apa yang Andre telah lakukan kepadaNya.
Akhirnya mereka berdua langsung menggunakan handuk yang telah tersedia untuk mengeringkan air yang membasahi tubuh keduanya dan langsung menuju ke medan pertempuran yang sesungguhnya.
Andre membaringkan tubuh gadis itu dan mulai mengecup kening, pipi dan mulai turun untuk menjelajahi setiap senti kulit putih dan halus tersebut.
__ADS_1
Meylan pun mulai terhanyut dengan kenikmatan yang di hasilkan oleh apa yang Andre lakukan.
Andre terus menjelajahi setiap wilayah yang di miliki Meylan dengan bibir dan lidahnya.
Gadis itu terus menggelinjang dan tidak lama kemudian merasakan gejolak yang besar di dalam tubuhnya.
Hal itu di sebabkan karena bibir dan lidah Andre sedang mengexplorasi serta mengexploitasi lembah di antara kedua bukit kecil yang Meylan miliki.
Kedua tangan gadis itu kini mencengkeram serta menjambak rambut Andre disaat terjadinya ledakan lava yang keluar dari dalam lebah miliknya.
"Bagaimana? Apakah kamu sudah merasakan kenikmatannya?". Tanya Andre menggoda Meylan.
Gadis itu langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui apa yang Andre katakan.
"Namun itu baru permulaannya saja untuk diriKu". Bisik Andre sambil mendekatkan tubuh bagaian bawahnya ke arah tubuh bagian bawah gadis tersebut.
Beberapa saat kemudian Meylan pun langsung merintih karena merasakan sakit di area tubuh bagian bawahnya.
Sebuah alat pengebor milik Andre kini sedang memaksa masuk ke lembah yang Meylan miliki.
"Kamu jangan kaku, rileks saja agar tidak membuatMu merasa sakit". Bisik Andre mengarahkan kepada Meylan.
Gadis itu pun menuruti apa yang di katakan oleh Andre.
Setelah merasakan tubuh Meylan sudah kembali rileks, Andre pun langsung menghentakkan alat pengebor minyak miliknya agar memasuki liang yang berada di lembah milik Meylan.
Gadis itu pun sontak saja langsung merintih dengan nada suara yang meninggi saat merasakan apa yang baru saja Andre lakukan.
Andre pun langsung menghentikan aktivitasnya untuk mengebor liang di lebah tersebut.
Namun alat pengeborannya masih tetap berada di dalam dan memenuhi semua ruang yang ada di liang tersebut.
Andre pun langsung mengecup bibir yang di lanjutkan dengan melakukan French Kiss untuk membuat Meylan merasa nyaman kembali sambil salah satu tangannya yang terus menerus mengekplorasi dua gunung kembar yang ada.
Setelah Meylan kembali sudah mulai menikmati permainan yang Andre lakukan, Andre pun kembali melanjutkan aktivitas pengeborannya menarik keluar dan menekan masuk alat pengeboran miliknya secara perlahan - lahan.
Setelah beberapa saat kemudian, Meylan kini sudah tidak lagi merasakan perih seperti sebelumnya.
Kini gadis itu mulai menikmati permainan yang Andre lakukan, hingga akhirnya tubuh gadis itu kembali terguncang lebih hebat dari sebelumnya.
Andre pun tidak tinggal diam setelah mengetahui hal itu.
Kini ritmenya semakin di tingkatkan kecepatannya dan semakin memburu hal yang akan di alami oleh Meylan.
Akhirnya untuk yang kedua kalinya pertahanan Meylan pun jebol dan di ikuti juga oleh Andre yang kini sudah mendekati ******* dari permainannya itu.
Pertahanan Andre pun ikut bobol untuk yang pertama kalinya saat melakukan hal itu bersama Meylan.
Kedua muda mudi itu kini tidur terlentang di atas kasur penginapan tersebut setelah melalui pertempuran yang hebat.
__ADS_1
~Bersambung~